FOBIZ.ID, JAKARTA – Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali bekerja sama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dalam penyelenggaraan Simposium “Menjaga Tanah Leluhur dalam Filosofi To Mangkasara” yang dirangkaikan dengan Haul 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassary.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 25 Juni 2026 di Auditorium KH Muhyiddin Zain UIM Al-Gazali Makassar dan menjadi momentum untuk mengenang sekaligus mengaktualisasikan pemikiran, perjuangan, serta keteladanan Syekh Yusuf Al-Makassary sebagai ulama, pejuang, dan tokoh peradaban dunia.
Dalam rangka mempersiapkan agenda tersebut, Rektor UIM Al-Gazali, Prof. Dr. H. Muammar Bakry, bersama jajaran pimpinan universitas melakukan silaturahmi dan koordinasi dengan Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, di Jakarta.
Pada kesempatan itu, Prof. Muammar Bakry secara langsung menyampaikan undangan kepada Menteri ATR/BPN untuk menghadiri sekaligus menjadi bagian dari rangkaian kegiatan haul dan simposium yang akan digelar di Makassar.
Mengusung tema “Menjaga Tanah Leluhur dalam Filosofi To Mangkasara”, simposium tersebut diharapkan menjadi ruang akademik dan kebudayaan untuk membahas nilai-nilai luhur masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya masyarakat Makassar, dalam menjaga amanah leluhur serta mengelola tanah sebagai bagian dari identitas, martabat, dan keberlanjutan kehidupan masyarakat.
Menurut Prof. Muammar Bakry, tema tersebut dipilih karena memiliki relevansi yang kuat dengan pemikiran Syekh Yusuf Al-Makassary yang mengajarkan pentingnya menjaga nilai-nilai moral, keadilan, dan tanggung jawab sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
“Haul 400 Tahun Syekh Yusuf bukan sekadar mengenang sosok ulama besar, tetapi juga menjadi momentum untuk menggali kembali nilai-nilai yang diwariskan beliau. Filosofi To Mangkasara tentang menjaga tanah leluhur memiliki makna yang sangat mendalam, tidak hanya dalam konteks budaya, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab terhadap warisan yang harus dijaga untuk generasi mendatang,” ujar Prof. Muammar Bakry.
Ia menambahkan bahwa kehadiran Menteri ATR/BPN diharapkan dapat memperkaya perspektif diskusi mengenai pentingnya perlindungan hak atas tanah, pengelolaan aset umat, serta penguatan kesadaran masyarakat terhadap nilai strategis tanah sebagai bagian dari warisan bangsa.
Kegiatan ini direncanakan menghadirkan berbagai tokoh nasional, ulama, akademisi, budayawan, peneliti, serta pemangku kebijakan dari berbagai daerah.
Selain pelaksanaan haul sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa dan perjuangan Syekh Yusuf Al-Makassary, simposium juga akan menjadi forum ilmiah untuk mendiskusikan pemikiran dan relevansi ajaran beliau dalam menjawab tantangan sosial, kebangsaan, dan kebudayaan di era kontemporer.
Sebagai salah satu tokoh besar yang telah diakui dunia internasional, Syekh Yusuf Al-Makassary tidak hanya meninggalkan warisan keilmuan dan spiritualitas Islam, tetapi juga teladan perjuangan melawan penjajahan serta komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Karena itu, peringatan 400 tahun Syekh Yusuf diharapkan menjadi momentum penguatan identitas keislaman, kebangsaan, dan kebudayaan bagi generasi masa kini.
Melalui penyelenggaraan Haul dan Simposium 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassary, UIM Al-Gazali menegaskan komitmennya untuk terus menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, pelestarian khazanah keislaman, serta penguatan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi fondasi pembangunan bangsa.
Khusus kegiatan simposium dikerjasamakan antara UIM dan ATR BPN. Perguruan tinggi milik NU ini dan kementerian yg dipimpin oleh nusron berkolaborasi dlm kepanitiaan ut menguak misteri tanah leluhur. (*)

Tinggalkan Balasan