Kategori: Pendidikan

  • FH Unhas Bahas Masa Depan Hukum di Era AI, Kejaksaan Kenalkan Trisula Hukum Digital

    FH Unhas Bahas Masa Depan Hukum di Era AI, Kejaksaan Kenalkan Trisula Hukum Digital

     

    FOBIZ.ID, MAKASSAR – Kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah wajah penegakan hukum. Bukti tidak lagi sebatas dokumen, saksi, atau barang fisik, tetapi merambah metadata, rekaman komunikasi, transaksi elektronik, data lokasi hingga jejak digital.

     

    Perubahan itu menjadi sorotan dalam Kuliah Umum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (FH Unhas) yang menghadirkan Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Republik Indonesia, Dr. Harli Siregar, di Ballroom Baharuddin Lopa, Makassar, Rabu (26/8).

     

    Di hadapan ratusan mahasiswa Program Sarjana, Magister, dan Doktor Ilmu Hukum, Harli memperkenalkan konsep “Trisula Hukum Digital” sebagai gagasan untuk menghadapi perubahan besar dalam dunia penegakan hukum.

     

    Menurut Harli, perkembangan teknologi membuat aparat penegak hukum tidak bisa lagi hanya mengandalkan kemampuan memahami aturan. Penguasaan teknologi dan karakter bukti digital menjadi kebutuhan yang semakin penting.

     

    “Fakta hukum sudah berubah. Kalau dulu kita berbicara mengenai dokumen, saksi, dan barang bukti, sekarang kita berhadapan dengan metadata, data elektronik, rekaman komunikasi, dan berbagai jejak digital,” jelas Harli.

     

    Ia menegaskan, kemampuan memahami teknologi harus berjalan beriringan dengan kemampuan memahami hukum.

     

    Konsep Trisula Hukum Digital yang ditawarkan Harli bertumpu pada tiga pilar. Pertama, Digital Legal Governance yang menitikberatkan pada tata kelola teknologi dan data yang aman, transparan, terintegrasi, serta akuntabel.

     

    Kedua, Digital Law Enforcement yang diarahkan untuk memperkuat kemampuan penegak hukum menghadapi kejahatan siber sekaligus mengembangkan pembuktian berbasis digital.

     

    Ketiga, Digital Legal Ethics yang menjadi batas agar penggunaan teknologi tetap berada dalam koridor legalitas, keadilan, perlindungan hak asasi manusia, pengawasan manusia, dan akuntabilitas publik.

     

    AI juga dinilai dapat menjadi alat bantu penting bagi Jaksa. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk membantu riset hukum, menganalisis dokumen, memetakan alat bukti, menyusun kronologi hingga membaca pola suatu perkara.

     

    Namun, Harli mengingatkan agar teknologi tidak ditempatkan sebagai pengambil keputusan hukum.

     

    “AI membantu kita bekerja lebih cepat dan lebih akurat. Namun, keputusan hukum tetap berada pada manusia. Jangan sampai teknologi mengambil alih pertimbangan hukum dan tanggung jawab yang melekat pada seorang Jaksa,” tegasnya.

     

    Karena itu, Kejaksaan juga mendorong lahirnya Jaksa dengan kemampuan berbentuk T-shaped professional. Artinya, seorang Jaksa harus memiliki kedalaman keahlian hukum dan penuntutan, tetapi juga memiliki wawasan mengenai teknologi, data, keamanan digital, etika, serta kemampuan berpikir strategis.

     

    Badan Diklat Kejaksaan RI pun terus mengembangkan pendidikan dan pelatihan yang menyesuaikan perkembangan bukti elektronik, forensik digital, kejahatan siber, kecerdasan buatan, hingga pembaruan sistem peradilan pidana nasional.

     

    Dekan FH Unhas, Prof. Dr. Hamzah Halim, S.H., M.H., M.A.P., mengatakan perubahan teknologi menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pendidikan hukum.

     

    Menurutnya, mahasiswa hukum tidak cukup hanya memahami teori dan norma. Mereka harus mampu membaca perubahan teknologi yang kini mulai masuk ke berbagai aspek penegakan hukum.

     

    “Perubahan teknologi berlangsung sangat cepat. Karena itu, pendidikan hukum harus mampu membaca perubahan tersebut agar lulusan Fakultas Hukum tetap memiliki kapasitas untuk merespons persoalan hukum yang muncul di masyarakat,” ujarnya.

     

    Hamzah menilai kehadiran Kabandiklat Kejaksaan RI menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk melihat langsung bagaimana perkembangan teknologi dihadapi institusi penegak hukum.

     

    Bagi Harli, perguruan tinggi juga tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perubahan tersebut. Kampus harus menjadi ruang untuk menguji, mengkritisi, sekaligus mengarahkan perkembangan teknologi dari perspektif hukum.

     

    Pesan paling pentingnya, teknologi boleh semakin canggih, tetapi keputusan hukum tetap harus berpijak pada manusia dan keadilan.

     

    “Teknologi memang dapat membantu kita membaca data dan menemukan pola, tetapi keadilan tidak boleh direduksi menjadi sekadar hasil perhitungan algoritma. Di balik setiap data selalu ada manusia, di balik setiap perkara selalu ada hak dan martabat, dan di balik setiap kewenangan mutlak terdapat tanggung jawab yang harus diemban,” tutup Harli.

     

    Kuliah umum kemudian berlangsung dinamis melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Mahasiswa FH Unhas turut menyampaikan pertanyaan dan pandangan kritis mengenai masa depan penegakan hukum di tengah derasnya perkembangan teknologi digital.

  • Beasiswa Kalla 2026 Jangkau 1.236 Pendaftar, 64 Mahasiswa Lolos Gelombang I

    Beasiswa Kalla 2026 Jangkau 1.236 Pendaftar, 64 Mahasiswa Lolos Gelombang I

    FOBIZ.ID, MAKASSAR – Sebanyak 64 mahasiswa dinyatakan lolos hingga tahap akhir Beasiswa Kalla Gelombang I 2026. Mereka terpilih dari 1.236 pendaftar yang berasal dari 124 perguruan tinggi di Sulawesi dan Jawa.

     

    Program Manager Educare LAZ Hadji Kalla, Sitti Nurkaya Basri, mengatakan penerima beasiswa berasal dari perguruan tinggi negeri maupun swasta. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan luasnya cakupan program dalam memberikan dukungan pendidikan kepada mahasiswa.

     

    “Program Educare kami hadir untuk memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi mahasiswa yang memenuhi kriteria. Kebutuhan terhadap dukungan pendidikan tidak hanya datang dari mahasiswa di kampus-kampus besar, tetapi juga dari berbagai perguruan tinggi yang berada di daerah,” kata Sitti, Senin (24/8/2026).

     

    Dari 64 mahasiswa yang lolos, terdapat lima perguruan tinggi dengan jumlah penerima manfaat terbanyak. Kelimanya yakni Universitas Hasanuddin (Unhas), UIN Alauddin Makassar, Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh), Universitas Islam Ahmad Dahlan Sinjai (UIAD Sinjai), dan Universitas Negeri Makassar (UNM).

     

    Selain lima kampus tersebut, penerima Beasiswa Kalla juga berasal dari sejumlah perguruan tinggi lainnya. Di antaranya IAIN Bone, Poltekkes Kemenkes Makassar, Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Islam As’adiyah Sengkang (UNISAD), Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR), Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Universitas Tadulako (Untad), dan Universitas Terbuka Makassar (UT Makassar).

     

    Sitti berharap bantuan pendidikan tersebut dapat membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan sekaligus mendorong mereka untuk terus berprestasi.

     

    “Harapannya, bantuan yang diberikan tidak hanya menjadi dukungan secara finansial, tetapi juga dapat menjadi penyemangat bagi mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikannya dengan baik, terus berprestasi, dan nantinya memberikan manfaat kembali kepada masyarakat,” ujarnya.

     

    Beasiswa Kalla merupakan bagian dari Program Educare LAZ Hadji Kalla di bidang pendidikan. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk mendapatkan dukungan pendidikan melalui proses seleksi.

     

    Pendaftaran Beasiswa Kalla Gelombang II 2026 masih dibuka hingga 31 Agustus 2026.

  • SD Islam Al Azhar 34 Makassar Raih Juara Umum Porseni Gugus 1 Kecamatan Rappocini

    SD Islam Al Azhar 34 Makassar Raih Juara Umum Porseni Gugus 1 Kecamatan Rappocini

    FOBIZ.ID, MAKASSAR – Guru SD Islam Al Azhar 34 Makassar menorehkan prestasi dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) se-Gugus 1 Kecamatan Rappocini yang digelar pada Selasa, 25 Agustus 2026.

    Dalam kegiatan yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut, Guru SD Islam Al Azhar 34 Makassar berhasil meraih juara umum dan membawa pulang piala bergilir.

    Selain juara umum, SD Islam Al Azhar 34 Makassar juga meraih sejumlah prestasi lainnya, yakni juara II lomba Senam Anak Indonesia Hebat (AIH), juara II lomba menyanyi estafet, serta juara III lomba voli.

    Kepala SD Islam Al Azhar 34 Makassar, Munawir Salman, menjelaskan, Porseni tersebut digelar oleh Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 1 Kecamatan Rappocini dan diikuti guru serta tenaga kependidikan dari delapan sekolah yang berada di wilayah KKG Gugus 1 Rappocini.

    “Yang mengikuti Porseni ini adalah guru-guru dan tenaga kependidikan. Kegiatan peringatan 17 Agustus tahun ini dilaksanakan di SD Negeri Aroepala,” ujar Munawir yang akrab disapa Mr Nawir.

    Menurut Munawir, kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi tenaga pendidik karena menjadi ruang untuk menyalurkan bakat dan kreativitas yang dimiliki para guru.

    “Pastinya juga menjadi sarana silaturahmi antar guru di Gugus 1 Rappocini. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada guru dan tenaga kependidikan SD Islam Al Azhar 34 Makassar atas partisipasi dan prestasinya pada kegiatan ini. Semoga pada kegiatan berikutnya para guru terus berkomitmen untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi,” ucapnya.

    Sementara itu, Ketua Jamiyyah SD Islam Al Azhar 34 Makassar, Andi Santi, mengaku bangga atas prestasi yang diraih para guru hingga berhasil menyabet gelar juara umum.

    Menurutnya, prestasi tersebut bukan sekadar piala atau piagam penghargaan, melainkan bukti nyata keteladanan, kekompakan, dan semangat juang para guru.

    “Bapak dan Ibu Guru tidak hanya mendidik murid di kelas dengan keilmuan dan akhlak, tetapi juga membuktikan di lapangan bahwa guru Al Azhar adalah pribadi yang tangguh, sportif, dan berprestasi,” ujarnya.

    Ia juga mengapresiasi pengorbanan waktu, tenaga, dan dedikasi para guru dalam mengikuti kegiatan tersebut.

    “Luar biasa pengorbanan waktu, tenaga, dan dedikasi yang telah dicurahkan. Kami dari pengurus Jamiyyah akan selalu mendukung penuh setiap langkah dan perjuangan Bapak dan Ibu Guru. Semoga ini menjadi motivasi bagi semua guru Al Azhar untuk terus berprestasi dan mengembangkan diri,” harapnya.

  • UIM Al-Gazali Kukuhkan 600 Wisudawan, Rektor Tekankan Transformasi Ilmu

    UIM Al-Gazali Kukuhkan 600 Wisudawan, Rektor Tekankan Transformasi Ilmu

    FOBIZ.ID, MAKASSAR — Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali mengukuhkan sekitar 600 wisudawan pada Wisuda Periode II Tahun Akademik 2025/2026 di Hotel Dalton Makassar, Kamis (20/8/2026).

    Dalam momentum tersebut, Rektor UIM Al-Gazali, Prof Muammar Bakry, berpesan kepada para alumni agar tidak berhenti menjadikan ilmu pengetahuan sebagai bekal pribadi. Ia mendorong para lulusan untuk mentransformasikan ilmu yang diperoleh selama kuliah menjadi sesuatu yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

    Wisuda kali ini berlangsung dalam suasana peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan bertepatan dengan momentum kelahiran Nabi Muhammad SAW.

    UIM Al-Gazali mengangkat tema “Wisudawan Merdeka dan Rahmatan Lil ‘Alamin.”

    Prof Muammar menjelaskan, tema tersebut mengandung pesan agar para alumni mampu membawa nilai-nilai kemerdekaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

    Menurutnya, kemerdekaan tidak semata-mata dimaknai sebagai kebebasan. Lebih dari itu, kemerdekaan harus diwujudkan melalui kemampuan setiap lulusan dalam mengamalkan ilmu yang diperoleh sehingga memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.

    “Pada momentum kemerdekaan ini, kami berharap para alumni UIM bisa membawa nilai-nilai kemerdekaan bagi bangsa dan negara, termasuk bagaimana mentransformasi ilmu pengetahuan dalam kehidupan yang nyata dan riil sehingga bisa berdampak di tengah masyarakat,” ujar Prof Muammar.

    Ia menegaskan, wisuda bukanlah akhir dari proses pendidikan. Gelar akademik yang diperoleh harus menjadi bekal bagi para alumni untuk menghadapi berbagai persoalan sekaligus memberikan kontribusi bagi masyarakat.

    UIM Beri Perhatian kepada Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

    Dalam kesempatan yang sama, Prof Muammar turut menyinggung perhatian UIM Al-Gazali terhadap mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana gempa.

    Sebelumnya, UIM turut memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian dan empati kepada mahasiswa yang menjadi bagian dari keluarga besar kampus.

    “Ini bagian dari kebersamaan dan bagian dari empati kita pada anak-anak kita sebagai satu keluarga besar UIM. Kita UIM ini seperti rahim bagi seluruh sivitas akademika,” katanya.

    Prof Muammar menyebut terdapat puluhan mahasiswa asal NTT yang sedang menempuh pendidikan di UIM Al-Gazali.

    Ia memastikan kepedulian terhadap mahasiswa akan terus menjadi bagian dari semangat kebersamaan dan solidaritas di lingkungan kampus.

    Pesan untuk Alumni dan Penghormatan kepada Orang Tua

    Prof Muammar juga berharap para wisudawan mampu menggunakan kompetensi yang dimiliki untuk memberikan manfaat kepada masyarakat sekaligus memenuhi harapan orang tua dan wali.

    Ia memberikan perhatian khusus kepada para wisudawan yang harus menyelesaikan pendidikan tanpa didampingi orang tua karena telah kehilangan orang tua selama menjalani masa perkuliahan.

    Menurutnya, perjuangan tersebut memiliki makna yang mendalam. Ilmu dan kebaikan yang diamalkan seorang anak setelah orang tuanya meninggal dunia dapat menjadi bagian dari amal jariyah bagi orang tua yang telah lebih dahulu berpulang.

    “Bukan berarti mereka yang telah mendahului, para orang tua yang telah mendahului, tidak menikmati anak-anaknya ilmu pengetahuan yang dimiliki. Justru dengan kepergiannya, mereka akan menikmati hasil dari amal jariyah yang dilakukan oleh anak-anaknya dari ilmu pengetahuan dan kebaikan-kebaikan yang ditinggalkan,” tuturnya.

    Prof Muammar mengungkapkan, sedikitnya terdapat dua alumni dalam momentum wisuda tersebut yang kehilangan orang tua ketika masih menjalani pendidikan di UIM.

    Ia berharap kisah perjuangan tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian gelar akademik.

    Lebih dari itu, pendidikan diharapkan mampu melahirkan insan berilmu yang dapat menghadirkan manfaat dan kebaikan secara berkelanjutan.

    Dengan semangat Merdeka dan Rahmatan Lil ‘Alamin, UIM Al-Gazali berharap para lulusan tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga memiliki kepedulian sosial serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan masyarakat.

    (AAR)

  • 180 Kepala Sekolah Makassar Belajar Transformasi Sekolah di Athirah

    180 Kepala Sekolah Makassar Belajar Transformasi Sekolah di Athirah

     

    FOBIZ.ID, MAKASSAR – Sebanyak 180 kepala sekolah TK, SD, dan SMP se-Kota Makassar mengikuti Workshop Transformasi Sekolah bertema “Strategi Transformasi Sekolah di Era Digital” di Auditorium Sekolah Islam Athirah Kajaolalido, Kamis (20/8/2026).

     

    Kegiatan ini tidak sekadar membahas teori. Para kepala sekolah diajak mengidentifikasi persoalan di sekolah masing-masing, menetapkan target, hingga menyusun langkah perbaikan yang bisa diukur.

     

    Sekolah Islam Athirah memperkenalkan pendekatan Objectives and Key Results (OKR) untuk membantu peserta mengelola perubahan sekolah secara lebih terarah.

     

    Direktur Sekolah Islam Athirah, Syamril, mengatakan transformasi sekolah harus dimulai dari kemampuan kepala sekolah membaca kondisi secara objektif.

     

    “Para kepala sekolah belajar melakukan transformasi dengan mengacu pada delapan Standar Nasional Pendidikan. Athirah juga sudah menyusun instrumen dan alat ukur sehingga bisa diketahui bagian mana yang bermasalah. Setelah itu dianalisis, diperbaiki, dan dikontrol,” ujar Syamril.

     

    Menurut Syamril, hasil workshop diharapkan tidak berhenti pada pemahaman peserta. Setiap sekolah perlu memiliki rencana tindak lanjut yang jelas.

     

    “Semoga program ini tidak sekadar workshop, tetapi juga ada rencana tindak lanjut sehingga sekolah bisa menjadi lebih baik. Athirah siap mendampingi sekolah negeri menjadi lebih baik. Prinsipnya, maju bersama bangsa,” katanya.

     

    Kepala SMP Negeri 30 Makassar, Hijriah, mengaku mendapat perspektif baru terkait kepemimpinan dan evaluasi sekolah.

     

    “Kami mendapatkan banyak pengetahuan bagaimana menjadi leader di era yang semakin berkembang. Kami juga mendapatkan ilmu bagaimana mengevaluasi sekolah sehingga bisa melihat berbagai kekurangan dan langkah perbaikan ke depannya,” ujarnya.

     

    Sementara itu, Kepala SD Negeri Barombong, Hasbillah, menilai materi workshop relevan dengan kebutuhan kepala sekolah dalam mendorong perubahan di satuan pendidikan.

     

    “Workshop ini sangat berguna bagi kami para kepala sekolah yang ingin melakukan transformasi dalam dunia pendidikan. Materi yang diberikan memberikan banyak manfaat untuk kemajuan masing-masing sekolah ke depan,” katanya.

     

    Workshop tersebut sekaligus menjadi ruang berbagi praktik pengelolaan sekolah antara Sekolah Islam Athirah dan satuan pendidikan di Makassar.

     

    Melalui pendekatan evaluasi, target, dan pengukuran hasil, kepala sekolah didorong tidak hanya mengenali masalah, tetapi juga memastikan setiap program perubahan memiliki sasaran yang jelas dan dapat dipantau.

  • Bantuan Unhas Tiba di Manggarai, Wakil Rektor Pimpin Tim KKN-TB

    Bantuan Unhas Tiba di Manggarai, Wakil Rektor Pimpin Tim KKN-TB

     

    FOBIZ.ID, MANGGARAI – Universitas Hasanuddin (Unhas) mengirim bantuan logistik dan tim kemanusiaan ke Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk membantu masyarakat terdampak bencana.

     

    Bantuan tersebut diserahkan di Posko BNPB Ruteng, Manggarai, Rabu (19/8/2026). Penyerahan dipimpin Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas Prof drg Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D., Sp.BM(K).

     

    Ruslin didampingi Dr Eng Ilham Alimuddin serta 10 mahasiswa KKN Tematik Tanggap Bencana (KKN-TB) Angkatan 117. Bantuan diterima Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Lambertus Paput.

     

    “Bantuan ini merupakan bagian dari respons Unhas untuk mendukung masyarakat yang terdampak bencana,” demikian keterangan Unhas, Kamis (20/8/2026).

     

    Setelah menyerahkan bantuan, tim Unhas berkoordinasi dengan Pemkab Manggarai dan pihak terkait untuk memetakan kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak.

     

    Tim sebelumnya berangkat dari Makassar menuju Labuan Bajo. Dari sana, rombongan melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.

     

    Setelah menyelesaikan agenda di Manggarai, tim dijadwalkan bergerak menuju Kecamatan Lambaleda, Kabupaten Manggarai Timur. Di wilayah tersebut, mahasiswa bersama tim Unhas akan melanjutkan koordinasi dan kegiatan kemanusiaan sesuai kebutuhan di lapangan.

     

    10 mahasiswa yang terlibat berasal dari sejumlah disiplin ilmu, yakni Fisika, Geofisika, Hubungan Internasional, Teknik Pertambangan, Pendidikan Dokter, Peternakan, Pendidikan Dokter Gigi, dan Ilmu Hukum.

     

    Keterlibatan lintas disiplin ini menjadi bagian dari upaya Unhas mengerahkan sumber daya akademik untuk membantu penanganan kondisi darurat sekaligus mendukung proses pemulihan masyarakat pascabencana di NTT.

  • Poltekbos Terima Pencatatan Hak Cipta, Dorong Karya Kampus Tak Berhenti di Seremoni

    Poltekbos Terima Pencatatan Hak Cipta, Dorong Karya Kampus Tak Berhenti di Seremoni

    FOBIZ.ID, MAKASSAR – Politeknik Bosowa (Poltekbos) menerima Surat Pencatatan Hak Cipta dari Kementerian Hukum dalam rangka Peringatan Hari Pengayoman ke-81 Tahun 2026. Momentum tersebut disebut sebagai bagian dari upaya kampus memperkuat perlindungan terhadap karya intelektual yang lahir dari lingkungan akademik.

     

    Penyerahan surat pencatatan itu berlangsung pada Rabu (19/8/2026) dalam kegiatan yang diselenggarakan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan. Poltekbos diwakili Ketua Program Studi Teknik Mekatronika, Nur Azhary Iriawan Eka Putra, S.ST., M.T.

     

    Pencatatan hak cipta menjadi langkah administratif penting untuk memberikan perlindungan hukum terhadap karya. Namun, bagi perguruan tinggi vokasi, tantangan berikutnya bukan berhenti pada kepemilikan sertifikat, melainkan memastikan karya tersebut terus dikembangkan dan memiliki manfaat nyata.

     

    Nur Azhary mengatakan perlindungan hukum merupakan bagian dari perjalanan sebuah inovasi.

     

    “Bagi kami di pendidikan vokasi, inovasi bukan hanya bagaimana menciptakan sebuah karya. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana karya tersebut mendapatkan perlindungan sehingga dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ujarnya.

     

    Ia mengatakan pencatatan hak cipta diharapkan mendorong mahasiswa dan dosen lebih berani mengembangkan ide menjadi karya yang memiliki nilai kekayaan intelektual.

     

    “Kami ingin mahasiswa dan dosen semakin berani berkarya. Jangan sampai sebuah ide yang sudah melalui proses panjang berhenti begitu saja,” katanya.

     

    Meski demikian, pencatatan hak cipta pada dasarnya baru menjadi salah satu tahapan dalam perjalanan sebuah inovasi. Sebuah karya belum otomatis memiliki dampak luas hanya karena telah memperoleh perlindungan hukum.

     

    Di lingkungan pendidikan vokasi, ukuran keberhasilan inovasi juga dapat dilihat dari sejauh mana karya tersebut mampu menjawab persoalan nyata, diterapkan di masyarakat atau industri, serta dikembangkan menjadi produk atau solusi yang berkelanjutan.

     

    Karena itu, keterlibatan perguruan tinggi dalam ekosistem kekayaan intelektual tidak cukup hanya melalui pencatatan karya. Diperlukan pula penguatan riset, hilirisasi, kolaborasi dengan industri, hingga pendampingan agar karya yang dihasilkan tidak berhenti sebagai dokumen administratif.

     

    Poltekbos menyatakan akan terus mendorong lahirnya karya dari sivitas akademika yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat serta dunia industri.

     

    Momentum Hari Pengayoman ke-81 menjadi pengingat bahwa perlindungan hukum terhadap karya merupakan bagian penting dari ekosistem inovasi. Namun, nilai sesungguhnya sebuah karya tetap ditentukan oleh kemampuannya untuk berkembang dan memberikan manfaat setelah proses pencatatan selesai.

  • Dari Benchmarking ke Kolaborasi, Politeknik Bosowa Intip Sistem Vokasi UT

    Dari Benchmarking ke Kolaborasi, Politeknik Bosowa Intip Sistem Vokasi UT

     

    FOBIZ.ID, TANGERANG SELATAN – Politeknik Bosowa menjajaki penguatan kerja sama dengan Sekolah Vokasi Universitas Terbuka (SV UT) melalui kunjungan kerja dan benchmarking di Pondok Cabe. Agenda tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi diarahkan pada pertukaran praktik pengelolaan pendidikan vokasi.

     

    Kunjungan dipimpin Direktur Politeknik Bosowa, Dr. Ir. Isminarti, S.T., M.T., didampingi Ketua Program Studi Perhotelan, Riska Veronika, M.Par. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan jajaran SV UT ke kampus Politeknik Bosowa sebelumnya.

     

    Kedua institusi kemudian menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) sebagai pijakan kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

     

    Delegasi Politeknik Bosowa disambut pimpinan SV UT, Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A., bersama jajaran pengelola. Dalam kunjungan tersebut, rombongan melihat sejumlah fasilitas yang menopang proses pembelajaran di UT, termasuk Pusat Produksi Bahan Ajar Multimedia (P2BAM) dan Pusat Distribusi Bahan Ajar (PDBA).

     

    Di P2BAM, rombongan mempelajari proses pengembangan bahan ajar berbasis digital, mulai dari produksi konten hingga pemanfaatan media interaktif. Sementara di PDBA, mereka melihat tata kelola distribusi bahan ajar cetak dan noncetak yang digunakan dalam sistem pembelajaran UT.

     

    Direktur Politeknik Bosowa, Isminarti, mengatakan pengalaman UT dalam mengelola bahan ajar dan distribusi pembelajaran menjadi salah satu hal yang menarik untuk dipelajari.

     

    “Kami sangat terkesan dengan sistem pengelolaan bahan ajar multimedia dan tata kelola distribusi logistik yang ada di UT. Melalui kesepakatan MoA ini, kami berharap Politeknik Bosowa dan SV UT dapat segera merealisasikan langkah konkret, khususnya dalam kolaborasi pengembangan bahan ajar interaktif modern serta pelaksanaan kolaborasi riset antar dosen,” kata Isminarti.

     

    Namun, penandatanganan MoA menjadi awal, bukan akhir dari kerja sama. Tantangannya adalah memastikan kesepakatan tersebut diterjemahkan menjadi program yang terukur, mulai dari pengembangan kurikulum dan bahan ajar hingga riset terapan yang benar-benar menghasilkan luaran bagi kedua institusi.

     

    Kerja sama ini pada akhirnya akan diuji dari seberapa jauh pertukaran praktik tersebut mampu meningkatkan kualitas pembelajaran vokasi dan memperkuat keterkaitan pendidikan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja.

  • Sekolah Islam Al Azhar Hertasning Makassar Gelar Upacara dan Lomba HUT ke-81 RI

    Sekolah Islam Al Azhar Hertasning Makassar Gelar Upacara dan Lomba HUT ke-81 RI

    FOBIZ.ID, MAKASSAR – Sekolah Islam Al Azhar Hertasning Makassar memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan upacara bendera dan berbagai perlombaan pada Senin (17/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti siswa, guru, serta orang tua murid.

     

    Upacara berlangsung di lingkungan sekolah. Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) merupakan siswa SMP Islam Al Azhar yang mendapat tugas mengibarkan bendera Merah Putih dalam rangkaian upacara.

     

    Pelaksanaan upacara disaksikan jajaran pengurus yayasan, kepala sekolah, guru, serta perwakilan orang tua murid yang tergabung dalam pengurus Jamiyyah.

     

    Setelah upacara, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai perlombaan dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Sejumlah perlombaan yang digelar antara lain tarik tambang, balap karung, lari estafet, dan bakiak.

     

    Kepala SD Islam Al Azhar 34 Makassar, Munawir Salman, mengatakan perlombaan tidak hanya menjadi kegiatan hiburan, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk menanamkan nilai kebersamaan dan sportivitas kepada siswa.

     

    “Perlombaan tersebut bukan sekadar hiburan atau ajang mencari siapa yang menang dan kalah. Ada makna perjuangan di balik setiap lomba yang dibuat sekolah. Tarik tambang mengajarkan pentingnya persatuan dan kerja sama, balap karung mengajarkan kegigihan dan cara bangkit, sedangkan lari estafet mengajarkan kepercayaan dan keberlanjutan,” ujar Munawir.

     

    Menurutnya, peringatan kemerdekaan juga menjadi momentum bagi siswa untuk memahami perjuangan para pahlawan dan mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif.

     

    “Tugas kita adalah belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga persatuan, dan mengukir prestasi demi masa depan Indonesia. Melalui lomba ini, mari kita pupuk rasa kebersamaan, sportivitas, dan semangat pantang menyerah. Menang atau kalah adalah hal biasa, namun rasa saling menghargai dan persahabatan di antara kalian adalah juara yang sebenarnya,” katanya.

     

    Salah satu perlombaan yang menarik perhatian siswa adalah bakiak. Permainan tersebut dilakukan secara berkelompok sehingga membutuhkan kekompakan, koordinasi, dan kerja sama antaranggota tim.

     

    Rangkaian kegiatan ditutup dengan suasana kebersamaan antarsiswa dan guru. Peringatan HUT ke-81 RI di lingkungan sekolah tersebut menjadi bagian dari kegiatan untuk mengenalkan nilai perjuangan, persatuan, dan semangat kebersamaan kepada para siswa.

  • Gubernur Lemhannas di Unhas: Pendidikan Tak Cukup Cetak Lulusan Pintar, Karakter Kebangsaan Juga Penting

    Gubernur Lemhannas di Unhas: Pendidikan Tak Cukup Cetak Lulusan Pintar, Karakter Kebangsaan Juga Penting

    FOBIZ.ID, MAKASSAR – Pendidikan tinggi tak cukup hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik. Di tengah persaingan geopolitik global, kampus juga dituntut membentuk karakter kebangsaan sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan strategis Indonesia.

    Hal itu disampaikan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si, saat menghadiri kegiatan Lemhannas Goes to Campus di Baruga Andi Pangerang Pettarani, Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Kamis (13/8/2026).

    Di hadapan mahasiswa, Ace Hasan mengatakan pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran kebangsaan generasi muda. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya dibekali kompetensi akademik, tetapi juga perlu memiliki karakter dan wawasan kebangsaan.

    “Dunia pendidikan bukan hanya untuk mencetak peserta didik yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga penting untuk membentuk karakter kebangsaan,” ujarnya.

    Ia mengatakan situasi geopolitik global saat ini ditandai persaingan antarnegara yang semakin kompleks. Kondisi tersebut menuntut Indonesia memiliki sumber daya manusia unggul yang mampu memahami posisi dan kepentingan nasional di tengah dinamika global.

    Menurut Ace Hasan, kebutuhan terhadap SDM unggul semakin penting karena Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Potensi tersebut harus dikelola dengan kemampuan dan pengetahuan yang memadai agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

    “Penguatan SDM unggul merupakan prasyarat bagi pemajuan suatu bangsa,” katanya.

    Ace Hasan juga menyinggung target Indonesia Emas 2045. Menurutnya, bonus demografi harus dikelola secara serius dengan mempersiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi sekaligus karakter kebangsaan.

    Dalam konteks tersebut, ia menilai Unhas memiliki posisi strategis sebagai salah satu perguruan tinggi utama di kawasan Indonesia Timur.

    “Unhas menjadi sangat penting dan strategis untuk mencetak SDM unggul di Indonesia Timur yang dapat memanfaatkan sumber kekayaan alam kita,” ujarnya.

    Ia menyebut sejumlah sektor yang membutuhkan dukungan SDM unggul, antara lain pertanian, kelautan, pertambangan, energi, serta berbagai sektor strategis lainnya.

    Ace Hasan berharap lulusan Unhas tidak hanya mampu bersaing di dunia kerja, tetapi juga dapat menjadi pionir dalam mengelola potensi Indonesia dan mendorong kemajuan bangsa.

    Menurutnya, berbagai prestasi yang telah diraih Unhas harus menjadi modal untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan menghasilkan lulusan yang semakin kompetitif.

    “Terus meningkatkan kualitas lulusannya menjadi lulusan yang lebih kompetitif dan berdaya saing,” katanya.

    Kegiatan Lemhannas Goes to Campus menjadi ruang pembekalan bagi mahasiswa untuk memahami isu ketahanan nasional, geopolitik, pembangunan SDM, serta tantangan Indonesia di tengah perubahan global.

    Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi insan akademik, tetapi juga generasi yang memiliki wawasan kebangsaan dan kesiapan mengambil peran dalam pembangunan Indonesia menuju 2045.