Kategori: News

  • Kapal Kemanusiaan Kalla Bawa 800 Paket Bantuan ke NTT

    Kapal Kemanusiaan Kalla Bawa 800 Paket Bantuan ke NTT

     

    FOBIZ.ID, MAKASSAR – KALLA mengirim kapal kemanusiaan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membantu masyarakat terdampak bencana. Kapal tersebut membawa 800 paket bantuan sekaligus tim relawan yang terdiri dari tenaga medis, guru, hingga personel Kalla Rescue.

     

    Kapal KM Rania berangkat dari Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar pada Kamis (27/8/2026). Keberangkatan misi kemanusiaan itu dilepas langsung CEO Kalla Solihin Jusuf Kalla.

     

    Pengiriman bantuan ini merupakan kolaborasi Lembaga Amil Zakat (LAZ) Hadji Kalla, Kalla Translog, Kalla Toyota, dan Palang Merah Indonesia (PMI).

     

    Program Manager Humanity and Environment Care LAZ Hadji Kalla Sapril Akhmady mengatakan bantuan diprioritaskan untuk masyarakat yang belum atau masih terbatas mendapatkan dukungan.

     

    “Prioritas diberikan kepada masyarakat di wilayah yang membutuhkan dan belum atau masih terbatas mendapatkan dukungan bantuan,” kata Sapril.

     

    Bantuan yang dikirim berupa kebutuhan pangan, di antaranya beras, mi instan, ikan kaleng, minyak goreng, dan air minum. Bantuan tersebut disiapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa darurat.

     

    Selain bantuan logistik, KALLA juga mengirim relawan untuk mendukung penanganan di lapangan. Tim tersebut melibatkan Kalla Rescue, tenaga medis, guru, serta personel dari sejumlah unit usaha KALLA.

     

    Corporate Communication & Sustainability Department Head KALLA Nadya Tyagita mengatakan tim Kalla Rescue juga dibekali perlengkapan operasional untuk membantu pengolahan dan penyediaan makanan di lokasi.

     

    “Untuk mendukung penyaluran bantuan di lapangan, Kalla Rescue yang mengawal misi kemanusiaan ini juga dibekali perlengkapan operasional untuk pengolahan dan penyediaan makanan,” ujar Nadya.

     

    Dukungan kendaraan juga disiapkan untuk memperlancar distribusi. Kalla Toyota mengirim dua unit kendaraan operasional, yakni Toyota Hilux Double Cabin dan Toyota Hilux Rangga, serta dua mekanik.

     

    Sementara Kalla Translog memberangkatkan enam unit mobil komersial untuk mendukung distribusi bantuan. Sebelumnya, tujuh unit kendaraan box juga telah diberangkatkan bersama tim PMI.

     

    PMI dan RS Faisal turut mendukung misi tersebut dengan mengirim tenaga medis, relawan, obat-obatan, antibiotik, serta vitamin dan suplemen.

     

    Tim relawan Kalla Rescue yang diberangkatkan antara lain Kurniawan Djaya dan Muhammad Jumadi dari LAZ Hadji Kalla, Zainuddin Soadiq dari Bumi Karsa, Ilham dari SMA Islam Athirah Bone, Muhammad Julianto dari Kalla Toyota Palu Martadinata, A. Muhammad Ali Kadri dari Kalla Aspal Mamuju, A. Mufthie Tri Anugrah dari Kalla Translog Manado, serta Muhammad Ali dari Kalla Toyota Baubau.

     

    Sementara tenaga medis RS Faisal yang turut bergabung yakni dr. Muhammad Haekal, dr. Andi Faisal Sp.B., dan Ilham Amd.Kep.

     

    Melalui misi tersebut, KALLA tidak hanya mengirim bantuan logistik, tetapi juga mengerahkan sumber daya dan personel untuk mendukung proses distribusi serta pelayanan kepada masyarakat terdampak bencana di NTT.

  • Kajari Gowa Buka Ruang Komunikasi, Keterbukaan Informasi Hukum Jadi Sorotan

    Kajari Gowa Buka Ruang Komunikasi, Keterbukaan Informasi Hukum Jadi Sorotan

    GOWA, FOBIZ.ID — Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gowa, Bambang Dwi Murcolono, S.H., M.H., menggelar Coffee Morning bersama insan pers di Aula Kejaksaan Negeri Gowa, Senin (24/8/2026).

    Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi dan komunikasi antara jajaran Kejari Gowa dengan wartawan dari berbagai media online dan televisi.

    Bambang hadir didampingi Kasi Intel Andi Ardiman, S.H., M.H., Kasi Barang Bukti dan Barang Rampasan Andi Noviati Andriani, S.H., M.H., serta Kasi Pidsus Andi Dian Bausad, S.H.

    Dalam pertemuan tersebut, Kajari Gowa menekankan pentingnya membangun komunikasi yang terbuka dengan insan pers. Forum itu juga menjadi ruang diskusi dan pertukaran informasi terkait tugas kejaksaan, pelayanan publik, serta penyampaian informasi hukum kepada masyarakat.

    Bambang mengatakan, komunikasi yang baik dengan media diharapkan dapat mempererat hubungan antara Kejari Gowa dan insan pers.

    Menurutnya, media memiliki peran penting dalam membantu menyampaikan informasi kepada masyarakat, khususnya informasi yang berkaitan dengan tugas dan fungsi kejaksaan.

    “Melalui Coffee Morning ini, kami berharap silaturahmi dengan rekan-rekan media semakin erat. Ini menjadi ruang untuk berdiskusi, bertukar informasi dan membangun komunikasi yang lebih terbuka,” ujar Bambang, sebagaimana diberitakan Faktual.net.

    Dalam dialog tersebut, wartawan juga mendapat kesempatan menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan tugas kejaksaan serta keterbukaan informasi publik.

    Hubungan antara kejaksaan dan media dinilai penting dalam memastikan informasi yang diterima masyarakat dapat disampaikan secara akurat dan berimbang.

    Di sisi lain, komunikasi yang terbuka tetap perlu berjalan dengan menghormati independensi dan profesionalitas masing-masing pihak. Kejaksaan menjalankan tugas berdasarkan kewenangan dan ketentuan hukum, sementara media menjalankan fungsi jurnalistik serta kontrol sosial.

    Kegiatan Coffee Morning tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda silaturahmi, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi publik yang lebih baik antara Kejari Gowa dan insan pers.

    Dengan komunikasi yang semakin terbuka, masyarakat diharapkan dapat memperoleh informasi mengenai proses dan kinerja penegakan hukum secara lebih jelas, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. (*)

  • IPTU Firman Emban Amanah Baru sebagai Kasat Reskrim Polres Soppeng

    IPTU Firman Emban Amanah Baru sebagai Kasat Reskrim Polres Soppeng

    FOBIZ.ID, SOPPENG – IPTU Firman, S.H., M.H. resmi mengemban amanah baru sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Soppeng. Ia menggantikan AKP Dodie Ramaputra, S.H., M.H. dalam rangkaian Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) yang digelar di Halaman Mapolres Soppeng, Kamis (20/8/2026).

    Sertijab tersebut dipimpin langsung Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H. selaku Inspektur Upacara. Kegiatan dimulai sekitar pukul 08.15 Wita dan diikuti para Kabag, Kasat, Kasi, Kapolsek jajaran, perwira serta bintara Polres Soppeng.

    Dalam pergantian tersebut, IPTU Firman resmi menerima tugas dan tanggung jawab sebagai Kasat Reskrim Polres Soppeng dari AKP Dodie Ramaputra. Jabatan tersebut menjadi salah satu posisi strategis dalam pelaksanaan fungsi penegakan hukum di lingkungan Polres Soppeng.

    Selain pergantian Kasat Reskrim, Sertijab juga mencakup tiga jabatan lainnya. Jabatan Wakapolres Soppeng diserahterimakan dari Kompol Sudarmin, S.Sos. kepada Kompol Tamar, S.Sos.

    Kemudian, jabatan Kasi Keu diserahterimakan dari IPTU Andi Muhammad Padhil, S.Sos. kepada IPDA Jusman Susilo. Sementara jabatan Kapolsek Liliriaja beralih dari IPTU Alimuddin, S.Sos. kepada AKP Mahmuddin, A.Md., S.Sos.

    Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto mengatakan, pergantian jabatan merupakan bagian dari dinamika dan kebutuhan organisasi Polri. Menurutnya, setiap pejabat yang menerima amanah baru harus mampu segera beradaptasi dengan tugas, karakter wilayah serta tanggung jawab yang melekat pada jabatannya.

    “Pergantian jabatan merupakan hal yang biasa dalam dinamika organisasi Polri. Namun, tanggung jawab yang melekat pada jabatan tersebut bukan sesuatu yang ringan. Kepada pejabat baru, saya minta segera beradaptasi, pahami tugas dan karakter wilayah serta tunjukkan kinerja melalui tindakan yang nyata,” ujar AKBP Hari Budiyanto.

    Khusus kepada pejabat baru, Kapolres Soppeng meminta agar hal-hal positif yang telah dibangun pejabat sebelumnya tetap dipertahankan. Di sisi lain, pejabat baru juga diharapkan tidak ragu melakukan pembenahan apabila masih terdapat aspek yang perlu ditingkatkan.

    Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada para pejabat lama atas dedikasi dan kontribusi selama menjalankan tugas di lingkungan Polres Soppeng.

    “Kepada pejabat yang meninggalkan jabatan, saya menyampaikan terima kasih atas pengabdian dan kontribusinya. Setiap hasil kerja yang telah diberikan menjadi bagian dari perjalanan Polres Soppeng,” katanya.

    Usai upacara Sertijab, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan acara kenal pamit pejabat lama dan pejabat baru di Aula Tantya Sudhirajati Polres Soppeng.

    Dalam acara tersebut, IPTU Firman turut diperkenalkan sebagai pejabat baru yang akan melanjutkan tugas sebagai Kasat Reskrim Polres Soppeng.

    Suasana kenal pamit berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan sebagai bentuk penghormatan kepada pejabat yang mengakhiri penugasan sekaligus penyambutan bagi pejabat yang menerima amanah baru.

    Selain empat pejabat yang melaksanakan Sertijab, turut dikenalkan pergantian penugasan Kanit Regident. IPTU Cietra Ariesta, S.Psi. menyerahkan tugas kepada IPDA Muh. Ramli Maulid, S.E., M.M.

    Kegiatan kenal pamit tersebut turut dihadiri Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, S.E., Wakil Bupati Soppeng Ir. Selle KS Dalle, Dandim 1423 Soppeng Letkol Inf. Eko Yulianto, Kejari Soppeng Sulta D. Sitohang, S.H., M.H., Ketua DPRD Kabupaten Soppeng H. Andi Muhammad Farid, S.Sos., Wakil Ketua I DPRD Soppeng H. Nasfiding dan Wakil Ketua II DPRD Soppeng Muhammad Taufan.

    Hadir pula Ketua Bhayangkari Cabang Soppeng Ny. Anie Hari Budiyanto bersama jajaran pengurus dan anggota Bhayangkari serta tamu undangan lainnya.

    Kapolres Soppeng menegaskan bahwa soliditas internal, integritas personel dan hubungan yang baik dengan pemerintah daerah maupun masyarakat merupakan bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.

    “Yang kita bangun bukan hanya keberhasilan dalam pelaksanaan tugas, tetapi juga kepercayaan. Karena itu, setiap anggota harus memahami bahwa sekecil apa pun tugas yang dijalankan akan memberi pengaruh terhadap wajah institusi Polri di tengah masyarakat,” ungkapnya.

    Kepada IPTU Firman dan pejabat baru lainnya, Kapolres berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas dan komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

    “Jadikan setiap amanah sebagai kesempatan untuk memberikan yang terbaik. Bekerjalah dengan integritas, jaga kehormatan institusi dan pastikan kehadiran Polri benar-benar memberikan rasa aman serta manfaat bagi masyarakat,” pungkas AKBP Hari Budiyanto.

    Rangkaian Sertijab dan kenal pamit pejabat Polres Soppeng berlangsung aman, tertib dan lancar. (Arya)

  • Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Makassar Peringati HUT ke-81 RI, Muh.Syahid Masyhudi Serukan Pengabdian dan Integritas

    Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Makassar Peringati HUT ke-81 RI, Muh.Syahid Masyhudi Serukan Pengabdian dan Integritas

    FOBIZ.ID, GOWA – Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Makassar memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui upacara bendera yang berlangsung khidmat di halaman kantor, Jalan Raya Malino KM 18, Desa Bontomanai, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (17/8/2026).

    Upacara yang dimulai pukul 07.30 WITA tersebut diikuti seluruh pejabat dan pegawai di lingkungan Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Makassar.

    Rangkaian kegiatan meliputi pengibaran Bendera Merah Putih, pembacaan Teks Proklamasi Kemerdekaan, serta penyampaian amanat oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Makassar, Muh. Syahid Masyhudi, selaku pembina upacara.

    Dalam amanatnya, Muh. Syahid Masyhudi mengajak seluruh jajaran menjadikan momentum HUT ke-81 RI sebagai pengingat atas perjuangan para pahlawan sekaligus momentum untuk meningkatkan pengabdian kepada bangsa dan negara.

    Menurutnya, kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah, melainkan hasil perjuangan, pengorbanan, darah, dan keringat para pahlawan.

    “Kemerdekaan yang kita nikmati saat ini bukanlah hadiah yang datang begitu saja, melainkan buah tetesan darah, keringat, dan pengorbanan jiwa raga para pahlawan bangsa. Oleh karena itu, menjaga dan mengisinya dengan karya nyata adalah bentuk penghormatan tertinggi yang dapat kita berikan,” ujarnya.

    Jaga Kedaulatan di Ruang Digital

    Muh. Syahid Masyhudi menegaskan bahwa menjaga kedaulatan negara tidak hanya dilakukan di wilayah darat, laut, dan udara. Menurutnya, ruang digital serta spektrum frekuensi radio juga menjadi bagian strategis yang perlu dijaga.

    Ia mengingatkan jajaran Balai Monitor Makassar untuk memastikan penggunaan spektrum frekuensi radio berlangsung tertib, aman, dan sesuai ketentuan.

    Spektrum frekuensi radio, kata dia, merupakan sumber daya alam strategis nasional sehingga ketersediaan, ketertiban, dan keamanannya harus terus dijaga.

    Selain itu, ia meminta seluruh pegawai menjalankan tugas dengan mengedepankan integritas dan profesionalisme, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

    Pelayanan publik diharapkan berlangsung cepat, transparan, dan akuntabel serta bebas dari pungutan liar, penyalahgunaan kewenangan, dan pelanggaran disiplin.

    Perkuat Persatuan dan Literasi Digital

    Dalam seruan kebangsaannya, Muh. Syahid Masyhudi juga mengajak seluruh pegawai menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

    Ia meminta jajaran menolak ujaran kebencian, berita bohong atau hoaks, serta berbagai tindakan yang dapat memicu perpecahan.

    Peningkatan literasi dan keamanan digital juga menjadi salah satu perhatian yang disampaikan dalam amanat tersebut.

    Pegawai didorong berperan aktif menyebarkan informasi yang benar dan mengedukasi masyarakat agar menggunakan teknologi secara bijak.

    “Mari kita jadikan semangat Proklamasi 17 Agustus 1945 sebagai api penyemangat untuk terus bekerja tulus, bersih, dan berdedikasi. Kemerdekaan memiliki makna ketika kita mampu memberikannya makna lewat pengabdian dan kinerja terbaik kita untuk bangsa dan negara,” tegasnya.

    Upacara peringatan HUT ke-81 RI di Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Makassar berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga selesai.

    Momentum tersebut menjadi bagian dari komitmen jajaran Balai Monitor Makassar untuk memperkuat semangat kebangsaan sekaligus meningkatkan kualitas pengabdian, integritas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas negara. (ARYA)

  • Warga Jatuh dari Kapal di Perairan Selayar, Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian Hari Ketiga

    Warga Jatuh dari Kapal di Perairan Selayar, Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian Hari Ketiga

    FOBIZ.ID, SELAYAR – Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian terhadap seorang warga bernama Patikkai (60) yang dilaporkan terjatuh dari kapal KMN Maria Nusa di perairan sekitar Pulau Pasitallu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

    Operasi pencarian kini memasuki hari ketiga setelah korban dilaporkan jatuh dari kapal pada Selasa, 18 Agustus 2026, sekitar pukul 10.00 WITA.

    Informasi mengenai insiden tersebut sebelumnya telah diberitakan oleh “MakassarToday.com“.

    Informasi musibah ini diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar pada sore hari sekitar pukul 16.35 WITA melalui laporan dari BPBD Bulukumba.

    Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan Tim SAR Gabungan kembali memperluas area penyisiran dengan berpedoman pada perhitungan rencana operasi pencarian dan pertolongan atau SARMAP.

    «“Hari ini Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap korban di sekitar perairan Pulau Jampea sesuai dengan rencana operasi yang telah ditentukan. Kami terus mengoptimalkan seluruh unsur dan sarana yang tersedia untuk menemukan korban,” ujar Arif.»

    Pencarian Fokus di Perairan Pulau Jampea

    Lokasi awal korban dilaporkan terjatuh berada pada koordinat 07°06.156′ LS – 121°13.990′ BT. Titik tersebut berjarak sekitar 73 nautical mile (NM) dari Pos SAR Selayar.

    Memasuki hari ketiga, area pencarian difokuskan pada koordinat 07°09’00.09″ LS – 120°44’22.63” BT.

    Penentuan area pencarian dilakukan berdasarkan kalkulasi rencana operasi pencarian dan pertolongan dengan mempertimbangkan kemungkinan pergerakan korban di perairan.

    Operasi melibatkan gabungan 7 personel Pos SAR Selayar dan 4 personel TNI AL, serta mendapat bantuan dari masyarakat setempat.

    Tim gabungan melakukan penyisiran di area pencarian untuk menemukan tanda-tanda keberadaan Patikkai. Pencarian terus dioptimalkan dengan menyesuaikan kondisi perairan dan dinamika cuaca di sekitar lokasi operasi.

    Arif menegaskan seluruh unsur SAR akan terus berupaya maksimal dalam menemukan korban.

    Pengguna Jalur Laut Diminta Beri Informasi

    Basarnas Makassar juga mengimbau masyarakat dan pengguna transportasi laut yang melintas di sekitar wilayah operasi agar segera memberikan informasi apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

    «“Kami mengimbau seluruh unsur yang berada di sekitar wilayah pencarian, termasuk masyarakat dan pengguna transportasi laut, agar turut memberikan informasi apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Setiap informasi sangat berarti bagi upaya pencarian,” kata Arif.»

    Hingga hari ketiga operasi pencarian, Tim SAR Gabungan masih terus melakukan penyisiran di perairan sekitar Pulau Jampea dan wilayah yang telah ditetapkan berdasarkan perhitungan SARMAP.

    Operasi akan terus dievaluasi sesuai perkembangan situasi di lapangan dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terlibat dalam pencarian.

    FOBIZ.ID akan terus memantau perkembangan pencarian terhadap Patikkai yang dilaporkan jatuh dari KMN Maria Nusa di perairan Kepulauan Selayar.

    Sumber terkait: “Kakek Patikkai Hilang Usai Terjatuh dari Kapal di Pulau Pasitallu, Tim SAR Perluas Area Pencarian”

  • 18 Provinsi Ikuti Kejurnas Kun Khmer IV di Makassar

    18 Provinsi Ikuti Kejurnas Kun Khmer IV di Makassar

    FOBIZ.ID – MAKASSAR — Persiapan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kun Khmer IV dan Fight Day II Kun Khmer Indonesia 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan, memasuki tahap akhir. Technical meeting digelar Kamis (13/8/2026) malam dengan dihadiri perwakilan camp, sementara panitia juga melakukan persiapan dan pemasangan ring pertandingan.Ajang nasional tersebut dijadwalkan berlangsung pada 13–15 Agustus 2026 di Makassar dan diikuti peserta dari 18 provinsi di Indonesia.

    Panitia menargetkan jumlah peserta dapat mencapai sekitar 100 atlet. Hingga tahap persiapan sebelumnya, sekitar 50 peserta telah terdata dan jumlah tersebut masih berpotensi bertambah.

    Technical Meeting Dihadiri Perwakilan Camp

    Technical meeting berlangsung pada Kamis malam dan dihadiri perwakilan camp yang akan mengikuti Kejurnas Kun Khmer IV.

    Pertemuan tersebut menjadi bagian penting dalam persiapan pertandingan. Panitia menyampaikan berbagai ketentuan dan teknis pertandingan kepada perwakilan camp sebelum atlet memasuki tahapan kompetisi.

    Sejumlah kelas pertandingan juga telah dipersiapkan, termasuk kelas C dan kelas D.

    Suasana technical meeting berlangsung dalam suasana koordinasi antara panitia, perwakilan camp dan peserta. Persiapan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh pertandingan dapat berjalan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

    Ring Pertandingan Mulai Dipasang

    Persiapan ring pertandingan Kejurnas Kun Khmer IV Makassar
    Panitia dan kru menyiapkan arena serta memasang perlengkapan ring pertandingan menjelang Kejurnas Kun Khmer IV dan Fight Day II di Makassar, Kamis (13/8/2026) malam.

    Selain technical meeting, panitia dan kru juga melakukan persiapan arena pertandingan. Ring dan sejumlah perlengkapan pendukung mulai dipasang pada Kamis malam.

    Persiapan arena dilakukan hingga malam hari. Sejumlah panitia terlihat bekerja menata area pertandingan agar siap digunakan ketika rangkaian pertandingan dimulai.

    Pemasangan ring menjadi salah satu tahapan akhir persiapan sebelum atlet menjalani pemeriksaan kesehatan dan timbang berat badan.

    18 Provinsi Ikut Kejurnas Kun Khmer

    Kejurnas Kun Khmer IV tahun 2026 di Makassar diikuti peserta dari 18 provinsi.

    Sejumlah daerah yang tercatat dalam persiapan peserta antara lain Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Aceh, DKI Jakarta dan sejumlah daerah lainnya.

    Kehadiran peserta dari berbagai wilayah tersebut menunjukkan semakin luasnya perkembangan olahraga Kun Khmer di Indonesia.

    Panitia juga masih membuka peluang bertambahnya jumlah peserta hingga mendekati target yang telah ditetapkan.

    Pemeriksaan Kesehatan dan Timbang Badan

    Setelah technical meeting, atlet akan menjalani pemeriksaan kesehatan dan penimbangan berat badan.

    Pemeriksaan kesehatan dan timbang badan dijadwalkan berlangsung pada Jumat (14/8/2026) mulai pukul 08.00 hingga 10.00 WITA.

    Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan atlet sekaligus menyesuaikan berat badan dengan kelas pertandingan yang diikuti.

    Setelah seluruh tahapan pemeriksaan dan penimbangan selesai, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan upacara pembukaan.

    Pembukaan Digelar Pukul 14.00 WITA

    Upacara pembukaan Kejurnas Kun Khmer IV dan Fight Day II dijadwalkan berlangsung pada Jumat (14/8/2026) pukul 14.00 WITA.

    Seluruh atlet yang mengikuti kejuaraan diwajibkan hadir dalam upacara pembukaan tersebut.

    Setelah pembukaan, pertandingan akan memasuki agenda kompetisi sesuai jadwal dan kelas yang telah dipersiapkan panitia.

    Target 100 Peserta

    Panitia pelaksana, Muhammad Ichida Sudirman, mengatakan jumlah peserta masih berpotensi bertambah menjelang pelaksanaan pertandingan.

    Panitia menargetkan sekitar 100 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

    Peserta dari luar Sulawesi Selatan juga mulai berdatangan. Sejumlah peserta berasal dari wilayah Indonesia timur dan daerah lainnya yang telah mempersiapkan atlet untuk mengikuti kejuaraan.

    Ichida mengatakan panitia juga tengah mempersiapkan mekanisme untuk mendapatkan atlet-atlet terbaik Indonesia yang nantinya dapat dikembangkan menuju agenda Kun Khmer pada level Asia dan internasional.

    Penguatan Organisasi Kun Khmer Indonesia

    Sementara itu, Sekretaris Jenderal PB FKKI, Drs. Salim A. Halik, M.Si., mengatakan perkembangan organisasi Kun Khmer Indonesia terus dilakukan di berbagai provinsi.

    Menurut Salim, saat ini terdapat sekitar 12 mandataris di 12 provinsi.

    Dari jumlah tersebut, tiga provinsi telah melaksanakan musyawarah sehingga tidak lagi berstatus sebagai mandataris, yakni Aceh, Maluku Utara dan Jawa Barat.

    “Ada 12 mandataris di 12 provinsi. Tiga sudah melaksanakan musyawarah, yaitu Aceh, Maluku Utara, dan Jawa Barat,” kata Salim.

    Sementara provinsi lainnya masih dalam proses menuju pembentukan kepengurusan definitif.

    Perkembangan organisasi tersebut berjalan bersamaan dengan upaya memperluas pembinaan atlet dan kompetisi Kun Khmer di berbagai daerah.

    Makassar Jadi Ajang Konsolidasi Atlet dan Organisasi

    Dengan keikutsertaan peserta dari 18 provinsi dan target mencapai 100 peserta, Kejurnas Kun Khmer IV dan Fight Day II menjadi salah satu agenda penting dalam perkembangan olahraga Kun Khmer di Indonesia.

    Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi momentum mempertemukan atlet, camp, pengurus dan komunitas Kun Khmer dari berbagai daerah.

    Persiapan ring pertandingan yang dilakukan hingga Kamis malam menandai bahwa pelaksanaan kejuaraan telah memasuki tahap akhir.

    Selanjutnya, atlet akan menjalani pemeriksaan kesehatan dan timbang badan pada Jumat pagi sebelum mengikuti upacara pembukaan pada pukul 14.00 WITA.

    Kejurnas Kun Khmer IV dan Fight Day II di Makassar dijadwalkan berlangsung hingga 15 Agustus 2026.

  • Kejurnas Kun Khmer IV Digelar di Makassar, Target 100 Peserta

    Kejurnas Kun Khmer IV Digelar di Makassar, Target 100 Peserta

    FOBIZ.ID, MAKASSAR — Pengurus Besar Federasi Kun Khmer Indonesia (PB FKKI) akan menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Ke-IV dan Fight Day Ke-2 Kun Khmer Indonesia Tahun 2026 di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

    Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 14–15 Agustus 2026 di Café Tetes Kopi, Makassar. Sejumlah peserta dari berbagai daerah di Indonesia dipastikan ambil bagian dalam agenda nasional tersebut.

    Panitia pelaksana Muhammad Ichida Sudirman, Rabu (12/8/2026), mengatakan persiapan terus dilakukan menjelang pelaksanaan Kejurnas. Jumlah peserta juga masih berpotensi bertambah karena pendaftaran dari sejumlah daerah masih berjalan.

    Menurut Ichida, panitia menargetkan sekitar 100 peserta. Hingga saat ini, sekitar 50 peserta telah terdata.

    “Target kita 100 peserta. Sampai saat ini baru sekitar 50 peserta,” ujar Ichida.

    Ichida mengatakan peserta yang masuk berasal dari sejumlah wilayah di Indonesia. Beberapa di antaranya berasal dari Sumatera, Papua Selatan, dan Papua Barat.

    Kehadiran peserta dari berbagai wilayah tersebut menunjukkan semakin luasnya partisipasi dalam agenda nasional Kun Khmer Indonesia.

    Panitia, kata Ichida, juga masih mematangkan sejumlah persiapan untuk memastikan pelaksanaan Kejurnas berjalan baik. Salah satu perhatian adalah mekanisme untuk mendapatkan peserta atau atlet terbaik yang nantinya dapat diproyeksikan ke agenda yang lebih tinggi.

    Persiapan tersebut berkaitan dengan pengembangan atlet Kun Khmer Indonesia, termasuk peluang mengikuti agenda di tingkat Asia maupun internasional.

    12 Mandataris di 12 Provinsi

    Selain agenda pertandingan, PB FKKI juga terus melakukan penguatan struktur organisasi di berbagai daerah.

    Sekretaris Jenderal PB FKKI Drs. Salim A. Halik, M.Si. mengatakan saat ini terdapat sekitar 12 mandataris yang tersebar di 12 provinsi.

    Mandataris tersebut menjalankan proses pembentukan dan penguatan organisasi Kun Khmer di tingkat provinsi.

    Dari 12 provinsi tersebut, tiga daerah telah menyelesaikan musyawarah sehingga tidak lagi berstatus sebagai mandataris.

    Ketiga provinsi tersebut adalah Aceh, Maluku Utara, dan Jawa Barat.

    “Ada 12 mandataris di 12 provinsi. Tiga sudah melaksanakan musyawarah, yaitu Aceh, Maluku Utara, dan Jawa Barat. Jadi, tiga itu sudah tidak lagi mandataris,” kata Salim.

    Sementara provinsi lainnya masih berstatus sebagai mandataris. Proses musyawarah akan dilakukan secara bertahap untuk membentuk kepengurusan definitif di masing-masing daerah.

    Jadi Ajang Konsolidasi

    Kejurnas Kun Khmer di Makassar tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga menjadi momentum konsolidasi organisasi dan pembinaan atlet.

    Kehadiran peserta dan pengurus dari berbagai wilayah menjadi bagian dari upaya memperkuat jaringan Kun Khmer Indonesia di tingkat daerah.

    Sejumlah perwakilan dari daerah juga telah hadir di Makassar, termasuk dari Maluku Utara dan Papua Barat.

    Dengan target 100 peserta, panitia masih membuka peluang bertambahnya jumlah peserta menjelang pelaksanaan. Hingga saat ini, sekitar separuh dari target peserta telah terdata.

    Kejurnas Ke-IV dan Fight Day Ke-2 Kun Khmer Indonesia Tahun 2026 akan berlangsung selama dua hari. Panitia berharap kegiatan tersebut berjalan lancar sekaligus menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan memperluas perkembangan Kun Khmer di Indonesia.

    Selain mempertemukan atlet dari berbagai daerah, agenda tersebut diharapkan dapat memperkuat struktur organisasi PB FKKI di tingkat provinsi serta membuka peluang bagi atlet terbaik Indonesia untuk berkembang  menuju kompetisi tingkat Asia dan internasional. (*)

  • KKNT UNHAS 116 Cappa Galung Usulkan Revitalisasi PantaiKu Sektor 3 Terintegrasi TPS3R

    KKNT UNHAS 116 Cappa Galung Usulkan Revitalisasi PantaiKu Sektor 3 Terintegrasi TPS3R

    FOBIZ.ID, PAREPARE — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Hasanuddin (UNHAS) Angkatan 116 Kelurahan Cappa Galung, Kota Parepare, menghadirkan gagasan penataan kawasan pesisir melalui program kerja “Revitalisasi Kawasan Nelayan (PantaiKu Sektor 3) Terintegrasi dengan Sistem Pengelolaan Sampah TPS3R.”

    Program tersebut dipresentasikan dalam kegiatan Seminar Hasil KKNT UNHAS 116 Kelurahan Cappa Galung yang berlangsung di Kantor Lurah Cappa Galung, Selasa (11/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Lurah Cappa Galung, Bhabinkamtibmas, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.

    mahasiswa Program Studi Arsitektur Universitas Hasanuddin angkatan 2023 yang tergabung dalam KKNT UNHAS 116 Kelurahan Cappa Galung.
    mahasiswa Program Studi Arsitektur Universitas Hasanuddin angkatan 2023 yang tergabung dalam KKNT UNHAS 116 Kelurahan Cappa Galung. Ist

    Program kerja ini digagas oleh Moch. Syahmi Putra Pangestu, mahasiswa Program Studi Arsitektur Universitas Hasanuddin angkatan 2023 yang tergabung dalam KKNT UNHAS 116 Kelurahan Cappa Galung. Gagasan tersebut berangkat dari kondisi kawasan PantaiKu Sektor 3 yang memiliki aktivitas masyarakat nelayan dan potensi sebagai ruang publik kawasan pesisir, namun masih dapat dikembangkan dari sisi penataan ruang, kualitas lingkungan, serta sistem pengelolaan sampah.

    Melalui pendekatan perancangan kawasan, program ini menawarkan konsep revitalisasi yang mengintegrasikan aktivitas nelayan, ruang komunal masyarakat, dan sistem pengelolaan sampah berbasis TPS3R. Integrasi tersebut diharapkan dapat menciptakan kawasan yang lebih tertata dan nyaman digunakan, sekaligus mendukung aktivitas masyarakat serta meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan pesisir.

    Konsep yang ditawarkan menempatkan pengelolaan sampah sebagai bagian dari perencanaan kawasan. Sistem TPS3R diintegrasikan dengan penataan ruang sehingga aktivitas masyarakat, ruang publik, dan pengelolaan lingkungan dapat berjalan secara lebih terarah. Pendekatan ini diharapkan dapat mendukung terciptanya kawasan PantaiKu Sektor 3 yang tidak hanya berfungsi sebagai kawasan aktivitas nelayan, tetapi juga sebagai ruang interaksi bagi masyarakat.

    Dalam kegiatan Seminar Hasil, rancangan tersebut dipaparkan sebagai salah satu alternatif pengembangan kawasan nelayan di Kelurahan Cappa Galung. Penyusunan konsep dilakukan dengan mempertimbangkan potensi kawasan serta kebutuhan masyarakat yang beraktivitas di lingkungan pesisir.

    Presentasi program kerja tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat yang hadir. Sejumlah tokoh masyarakat memberikan respons positif terhadap gagasan revitalisasi yang ditawarkan dan menilai bahwa hasil perancangan tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut.

    Dalam diskusi setelah pemaparan, masyarakat juga menyarankan agar hasil perancangan tidak berhenti sebagai luaran program kerja KKNT. Salah satu masukan yang disampaikan adalah agar proposal desain revitalisasi tersebut dapat diajukan kepada Wali Kota Parepare untuk menjadi bahan pertimbangan Pemerintah Kota Parepare dalam upaya pengembangan kawasan PantaiKu Sektor 3.

    Masukan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan masyarakat terhadap gagasan yang dikembangkan melalui program kerja KKNT UNHAS 116. Usulan tersebut sekaligus membuka peluang agar hasil perancangan dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait.

    Bagi Moch. Syahmi Putra Pangestu, program ini menjadi salah satu bentuk penerapan keilmuan arsitektur dalam merespons persoalan dan potensi yang ditemukan di lingkungan masyarakat selama pelaksanaan KKNT. Perancangan kawasan diarahkan tidak hanya untuk menghasilkan gagasan visual, tetapi juga menawarkan pendekatan penataan yang dapat menjadi bahan diskusi dan pertimbangan dalam pengembangan kawasan.

    Melalui program “Revitalisasi Kawasan Nelayan (PantaiKu Sektor 3) Terintegrasi dengan Sistem Pengelolaan Sampah TPS3R”, KKNT UNHAS 116 Kelurahan Cappa Galung diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas kawasan pesisir serta mendorong pengembangan PantaiKu Sektor 3 menjadi kawasan yang lebih tertata, fungsional, dan berkelanjutan.

    Dengan adanya apresiasi dan masukan dari masyarakat, hasil perancangan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu bahan masukan bagi Pemerintah Kota Parepare dalam melihat potensi pengembangan kawasan PantaiKu Sektor 3, sehingga gagasan yang dihasilkan melalui kegiatan KKNT dapat memiliki peluang untuk dikembangkan lebih lanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kelurahan Cappa Galung.

  • Dulu Tolak, Kini Acis Dukung Investasi PT IHIP demi Kemajuan Luwu Timur

    Dulu Tolak, Kini Acis Dukung Investasi PT IHIP demi Kemajuan Luwu Timur

    FOBIZ.ID, LUWU TIMUR – Dinamika rencana pembangunan kawasan industri PT Indonesia Huali Industry Park (IHIP) di Dusun Laoli dan Lampia, Desa Harapan, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, terus mengalami perkembangan. Setelah sempat diwarnai penolakan dari sebagian eks pengelola lahan, kini salah seorang di antaranya, Acis, menyatakan dukungannya terhadap pemerintah daerah dan investasi yang akan dijalankan PT IHIP.

    Acis sebelumnya dikenal sebagai salah satu eks pengelola lahan yang vokal bersama lebih dari seratus pengelola lainnya menyuarakan penolakan terhadap proses penanganan lahan di kawasan Laoli. Namun kini, ia menilai investasi tersebut merupakan peluang bagi kemajuan daerah.

    “Dukungan ini sebagai bentuk kami ingin melihat daerah kami lebih berkembang,” kata Acis, Rabu (29/7/2026).

    Menurutnya, kehadiran kawasan industri diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal, menggerakkan perekonomian, serta menciptakan peluang usaha baru bagi warga Kabupaten Luwu Timur.

    Ia berharap seluruh proses investasi dapat berjalan dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat dan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat sekitar.

    Perubahan sikap Acis menjadi salah satu perkembangan terbaru di tengah perjalanan panjang polemik lahan di Laoli.

    Sebelumnya, rencana pembangunan kawasan industri PT IHIP sempat memunculkan penolakan dari sejumlah petani dan eks pengelola lahan yang mempertanyakan mekanisme penanganan lahan serta kompensasi yang diberikan.

    Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menegaskan kawasan tersebut merupakan aset daerah yang dipersiapkan untuk mendukung pembangunan kawasan industri dan telah menempuh berbagai tahapan, mulai dari sosialisasi, pendataan, penilaian oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), pembayaran kepada pihak yang menerima, hingga mekanisme konsinyasi melalui Pengadilan Negeri Malili bagi pihak yang menolak menerima pembayaran.

    Belakangan, perhatian publik kembali tertuju pada kawasan Laoli setelah beredar dokumen internal mengenai persiapan pengosongan lahan pascaproses konsinyasi. Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menyatakan langkah tersebut merupakan bagian dari tahapan penyediaan lahan untuk pembangunan kawasan industri, sementara berbagai pihak masih menyampaikan pandangan yang berbeda terkait pelaksanaannya.

    Di tengah perbedaan pandangan tersebut, dukungan yang disampaikan Acis menambah dinamika baru dalam perjalanan investasi PT IHIP di Luwu Timur. Ia berharap pembangunan kawasan industri nantinya mampu memberikan manfaat nyata melalui peningkatan kesempatan kerja, pertumbuhan ekonomi daerah, dan kesejahteraan masyarakat. (*)

  • Sudaryono Jadi Kepala BGN, Siap Hadapi Kritik Program MBG

    Sudaryono Jadi Kepala BGN, Siap Hadapi Kritik Program MBG

    FOBIZ.ID, JAKARTA – Sudaryono resmi menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Nanik S Deyang. Mengemban tugas memimpin lembaga yang bertanggung jawab terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sudaryono menyatakan siap menerima kritik dari masyarakat. Sudaryono mengatakan, masukan dari berbagai pihak menjadi bagian penting dalam upaya memperbaiki tata kelola program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut. “Saya tentu saja mendengarkan inputan, masukan dari semua stakeholder. Dari mulai internal kita, dari mulai mitra, dari mulai siapapun itu, supaya tata kelola ini bisa terlaksana dengan baik,” ujar Sudaryono di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2026).

    Sudaryono Siap Hadapi Kritik Program MBG

    Menurut Sudaryono, kritik terhadap pelaksanaan MBG merupakan hal yang diperlukan selama bertujuan memperbaiki sistem dan pelayanan kepada masyarakat. Namun, ia membedakan antara kritik dengan tuntutan untuk menghentikan program tersebut. “Kalau misalnya ada yang atas nama kritik, kemudian kritiknya sama dengan hentikan atau bubarkan MBG, saya kira itu bukan kritik,” kata Sudaryono. Ia menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan program yang telah dirancang sejak masa kampanye Pemilihan Presiden 2024 dan kini menjadi tanggung jawab BGN untuk memastikan implementasinya berjalan baik.

    Akui Ada Persoalan di Tubuh BGN

    Dalam hari pertamanya memimpin BGN, Sudaryono mengakui masih terdapat sejumlah persoalan yang harus diselesaikan. Ia meminta seluruh jajaran BGN tidak menghindari masalah, tetapi mencari solusi agar program dapat berjalan sesuai tujuan. “Kita mengetahui dan kita tahu, kita menyadari ada persoalan dan kita harus mau menyelesaikan persoalan, tidak boleh kita lari dari masalah,” ujar Sudaryono. Sudaryono menegaskan, tugas utama BGN adalah memastikan penyediaan makanan bergizi dan aman bagi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.

    Dipilih Karena Ikuti Perjalanan MBG Sejak Awal

    Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menunjuk Sudaryono sebagai Kepala BGN menggantikan Nanik S Deyang yang mengundurkan diri dari jabatan tersebut. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan, Sudaryono dipilih karena sejak awal telah mengikuti proses perencanaan hingga penyusunan konsep teknis Program Makan Bergizi Gratis. Pengalaman Sudaryono sebagai Wakil Menteri Pertanian juga dinilai berkaitan dengan keberlangsungan MBG, terutama dalam penyediaan bahan pangan sebagai bagian dari ekosistem program.

    Tantangan Baru Kepala BGN

    Dengan jabatan barunya, Sudaryono menghadapi tantangan besar untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan efektif, transparan, dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Perbaikan tata kelola, pengawasan distribusi, serta memastikan kualitas makanan menjadi sejumlah pekerjaan utama yang harus diselesaikan BGN ke depan. Baca juga: Berita Politik dan Ekonomi Terbaru FOBIZ.ID