Dimsum Rumahan Jadi Andalan, UMKM Perempuan Makassar Dapat Suntikan Ilmu Digital dari Kalla Institute

Written by

in

, ,

FOBIZ.ID, MAKASSAR – Aroma harum dimsum yang baru saja diangkat dari kukusan menyeruak di sebuah rumah sederhana di BTN Minasaupa, Kecamatan Rappocini, Makassar. Di sudut dapur, Siti Maryam tampak sibuk menata dimsum kreasinya ke dalam wadah. Dari dapur kecil inilah, lahir produk kuliner yang kini dikenal dengan nama Istana Dimsum Makassar.

Usaha rumahan yang digerakkan ibu rumah tangga ini menjadi bagian dari program pengabdian masyarakat Kalla Institute. Lewat pendampingan intensif, Siti Maryam dan tim kecilnya mendapat bekal pengetahuan seputar digital marketing, manajemen produksi, hingga pemanfaatan teknologi tepat guna agar usaha kuliner mereka bisa lebih efisien dan berdaya saing.

Dosen Kalla Institute, Yogi Hadi Afrizal, mengatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelatihan, tetapi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Kami harap ini menjadi cikal bakal UMKM di sekitar perguruan tinggi dapat berkembang dan berdampak nyata pada pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Selain Yogi, pendampingan ini juga melibatkan Muhammad Fahrul Salam dari Kalla Institute serta Achmad Zulfajri Syaharuddin dari Politeknik Negeri Ujung Pandang. Materi yang diberikan meliputi strategi pemasaran digital, pembuatan konten promosi, pengelolaan media sosial, hingga cara memanfaatkan platform penjualan online.

Bagi Siti Maryam, kesempatan ini menjadi pengalaman berharga. Ia mengaku banyak terbantu, tidak hanya dari sisi peralatan, tetapi juga wawasan baru dalam mengembangkan bisnis. “Program ini mengajarkan kami ternyata di era digital saat ini kita bisa memulai bisnis dari rumah. Dengan bantuan pemasaran digital bisa lebih memudahkan orang-orang mengenal produk kami,” ujarnya.

Dimsum racikan tangan Maryam memang punya daya tarik tersendiri. Teksturnya lembut, dengan isian ayam dan udang yang terasa gurih. Banyak pelanggan setia yang memesan untuk camilan keluarga maupun sajian di acara. Dengan sentuhan strategi pemasaran digital, Maryam optimistis produknya bisa menjangkau lebih banyak penikmat kuliner di Makassar.

Program yang didukung melalui hibah dari Kemendiktisaintek ini diharapkan tidak hanya menguatkan usaha Istana Dimsum Makassar, tetapi juga menjadi inspirasi bagi ibu rumah tangga lain untuk berani memulai usaha kuliner rumahan. Kalla Institute menargetkan kegiatan ini dapat menjadi pintu pembuka bagi pemberdayaan ekonomi keluarga sekaligus pengembangan UMKM lokal.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *