Kategori: Ekonomi

  • BI Sulsel Dukung Kajian IMTI 2026, Pariwisata Ramah Muslim Diperkuat

    BI Sulsel Dukung Kajian IMTI 2026, Pariwisata Ramah Muslim Diperkuat

    FOBIZ.ID, MAKASSAR – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Selatan bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mendorong penguatan pariwisata ramah muslim melalui kajian Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2026.

    Dukungan itu dibahas dalam Forum Diskusi Kajian IMTI 2026 yang digelar di Ruang Rapat Sipakainge, Kantor Perwakilan BI Sulsel, Makassar, Rabu (2/9/2026). Forum tersebut menjadi bagian dari rangkaian kajian dan asesmen IMTI 2026 di Sulawesi Selatan.

    Deputi Kepala Perwakilan BI Sulsel Firman Hidayat mengatakan pelaksanaan IMTI menjadi momentum bagi Sulsel untuk melihat sejauh mana kesiapan ekosistem pariwisata ramah muslim di daerah.

    “Pelaksanaan IMTI menjadi momentum penting bagi Sulawesi Selatan untuk memperoleh pemetaan yang lebih komprehensif mengenai kesiapan dan perkembangan ekosistem Pariwisata Ramah Muslim, sekaligus mengidentifikasi ruang penguatan ke depan,” ujar Firman.

    Sulawesi Selatan merupakan satu dari 14 provinsi yang mengikuti asesmen IMTI 2026. Sulsel juga telah masuk dalam 15 besar tahap penentuan rating dan ranking Destinasi Wisata Halal Unggulan Indonesia 2026.

    Menurut Firman, hasil pemetaan tersebut dapat menjadi pijakan untuk memperkuat sejumlah aspek pariwisata ramah muslim di Sulsel. Salah satunya terkait pengalaman wisatawan, mulai dari konektivitas, kebersihan, keamanan, akses informasi hingga kemudahan transaksi.

    Selain itu, destinasi di Sulsel didorong memiliki standar layanan berkelas global. Konsepnya tidak hanya memenuhi kebutuhan wisatawan muslim, tetapi juga tetap nyaman bagi wisatawan dari berbagai negara dan latar belakang.

    Penguatan juga diarahkan pada keterkaitan sektor pariwisata dengan potensi ekonomi lokal, khususnya UMKM dan kuliner. Dengan demikian, perkembangan pariwisata diharapkan ikut memberikan dampak terhadap rantai nilai halal di Sulsel.

    Forum tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulsel Andi Mirna, Ekonom Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI Annisa Elma Nabila, Tim Kajian IMTI Pusat dari Enhai Halal Tourism Center (EHTC) Politeknik Pariwisata NHI Bandung dan CrescentRating, asosiasi pariwisata serta sejumlah pemangku kepentingan.

    KPwBI Sulsel berharap hasil asesmen IMTI 2026 tidak berhenti pada penilaian rating dan ranking. Kajian tersebut diharapkan menjadi referensi bersama dalam menyusun kebijakan dan program pengembangan pariwisata ramah muslim di Sulsel.

    Sinergi pemerintah, pelaku industri pariwisata, UMKM, komunitas, asosiasi dan lembaga terkait dinilai menjadi kunci untuk membangun ekosistem pariwisata yang terintegrasi, inklusif dan berkelanjutan.

    Dengan penguatan tersebut, Sulawesi Selatan diharapkan tidak hanya semakin kompetitif dalam peta destinasi ramah muslim nasional, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata dan pengembangan rantai nilai halal.

  • OJK Dorong UMKM Makin Mudah Dapat Pembiayaan Lewat Teknologi

    OJK Dorong UMKM Makin Mudah Dapat Pembiayaan Lewat Teknologi

     

    FOBIZ.ID, BATAM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong pemanfaatan teknologi sektor keuangan untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

     

    Upaya itu dilakukan melalui Forum Sinergi Pengembangan Ekonomi Daerah melalui Pemanfaatan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK) yang digelar di Batam, Kepulauan Riau, pada 31 Agustus hingga 1 September 2026.

     

    Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, mengatakan teknologi keuangan dapat membuka akses pembiayaan bagi pelaku usaha yang selama ini belum terjangkau layanan keuangan.

     

    “Teknologi keuangan kita dapat membuka akses pembiayaan yang sebelumnya belum terjangkau oleh sektor keuangan,” kata Adi dalam sambutannya, Senin (31/8/2026).

     

    Menurutnya, pemanfaatan teknologi tidak cukup dilakukan oleh industri keuangan saja. Dibutuhkan kolaborasi antara regulator, pemerintah daerah, pelaku industri, perguruan tinggi, pelaku UMKM, hingga masyarakat.

     

    OJK menilai perkembangan ekonomi digital harus memberikan manfaat yang lebih luas. Namun, inovasi tetap harus dibarengi dengan kepercayaan, keamanan, dan keberlanjutan ekosistem.

     

    Kredit UMKM Masih Punya Ruang untuk Didorong

     

    Ekonomi Kepulauan Riau pada triwulan II 2026 tumbuh 6,99 persen secara tahunan. Namun, penyaluran kredit di daerah tersebut masih didominasi korporasi.

     

    Kondisi itu membuat pembiayaan UMKM masih memiliki ruang untuk dikembangkan.

     

    Per Juni 2026, tercatat 132.380 pengguna Penyelenggara Agregasi Jasa Keuangan (PAJK) dari Kepulauan Riau. Jumlah itu sekitar 2,68 persen dari total pengguna PAJK secara nasional.

     

    Sebanyak 15 BPR dan BPRS di Kepulauan Riau juga telah menjalin kemitraan dengan PAJK.

     

    Sementara itu, belum ada penyelenggara Pemeringkat Kredit Alternatif (PKA) yang menjalin kemitraan dengan lembaga jasa keuangan di Kepulauan Riau.

     

    OJK melihat kondisi tersebut sebagai peluang. PKA dapat membantu memberikan informasi tambahan dalam menilai calon debitur, sedangkan PAJK dapat memperluas kemitraan dengan lembaga jasa keuangan.

     

    Data Transaksi Bisa Bantu UMKM Dapat Kredit

     

    Salah satu model yang dikembangkan OJK adalah digitalisasi ekosistem sapi perah di Jawa Timur melalui Enterprise Resource Planning (ERP).

     

    Sistem tersebut membuat pencatatan aktivitas usaha menjadi lebih terstruktur. Data yang dihasilkan kemudian dapat dimanfaatkan sebagai data alternatif untuk membentuk pemeringkatan kredit atau credit scoring.

     

    Model tersebut melibatkan pelaku usaha, koperasi, lembaga keuangan, offtaker, perusahaan asuransi, serta penyelenggara ITSK seperti PKA dan PAJK.

     

    OJK menilai model serupa dapat diterapkan di Kepulauan Riau dengan menyesuaikan karakteristik ekonomi daerah.

     

    OJK Ingatkan Generasi Muda Tak Asal Ikut Tren Digital

     

    Selain mendorong pembiayaan UMKM, OJK juga memperkuat literasi keuangan digital.

     

    OJK menggelar Digital Financial Literacy (DFL) di Politeknik Negeri Batam pada 31 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 500 mahasiswa dari enam perguruan tinggi di Kota Batam.

     

    Adi mengingatkan generasi muda agar tidak sekadar mengikuti tren dalam menggunakan produk keuangan digital.

     

    “Yang kita butuhkan adalah memastikan partisipasi itu dilandasi pemahaman yang kuat, bukan sekadar ikut arus,” ujarnya.

     

    Menurut OJK, perkembangan keuangan digital juga membawa risiko, mulai dari fluktuasi harga, keamanan digital, penipuan, hingga Fear of Missing Out (FOMO).

     

    Karena itu, masyarakat diminta memahami mekanisme, manfaat, dan risiko sebelum menggunakan produk keuangan digital maupun melakukan investasi.

     

    Transaksi Kripto Capai Rp171,12 Triliun

     

    OJK mencatat ekosistem keuangan digital terus berkembang.

     

    Hingga Juli 2026, terdapat 16 PAJK dengan total pengguna lebih dari 19 juta dan nilai transaksi mencapai Rp15,35 triliun.

     

    Kemudian terdapat delapan PKA dengan total hit mencapai 184 juta dan total aset Rp564 miliar.

     

    Di sektor aset kripto, jumlah akun konsumen di Indonesia mencapai 22,93 juta akun. Nilai transaksi perdagangan aset kripto sepanjang 2026 tercatat Rp171,12 triliun.

     

    OJK juga terus memperkenalkan perkembangan ekosistem ITSK, aset kripto, tokenisasi Real-World Assets (RWA), hingga stablecoin.

     

    Masyarakat diingatkan untuk menggunakan platform yang legal dan berizin serta memahami risiko sebelum melakukan transaksi.

     

    Forum Sinergi di Batam turut mempertemukan pemerintah daerah, Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, BPD, BPR, BPRS, asosiasi industri, akademisi, dan penyelenggara ITSK.

     

    Pembahasan diarahkan pada pengembangan pembiayaan UMKM, pariwisata, ekonomi kreatif, industri digital, dan perikanan.

     

    OJK berharap kolaborasi tersebut dapat memperluas akses keuangan, meningkatkan daya saing UMKM, memperkuat perlindungan konsumen, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

  • Satgas PASTI Setop 2 Entitas Investasi Kripto Ilegal, Aksesnya Diblokir

    Satgas PASTI Setop 2 Entitas Investasi Kripto Ilegal, Aksesnya Diblokir

     

    FOBIZ.ID, JAKARTA – Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) menghentikan kegiatan YWWSDC dan RTHAE. Keduanya diduga menawarkan investasi aset kripto dan aset keuangan digital secara ilegal.

     

    Penghentian dilakukan setelah Satgas PASTI menemukan sejumlah indikasi pelanggaran. Salah satunya, kedua entitas tersebut tidak mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD).

     

    Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan pihaknya juga menemukan sejumlah persoalan lain dalam kegiatan kedua entitas tersebut.

     

    “Satgas PASTI telah menghentikan kegiatan YWWSDC dan RTHAE serta melakukan pemblokiran akses terhadap aplikasi dan/atau tautan (URL) terkait,” kata Hudiyanto dalam keterangan resmi, Senin (31/8/2026).

     

    YWWSDC Klaim Punya Izin di AS

     

    YWWSDC mengklaim sebagai bagian dari YWWSDC Group US Ltd, perusahaan yang disebut memiliki izin di Colorado, Amerika Serikat.

     

    Entitas ini menawarkan skema investasi trading aset kripto dan pembelian token aset keuangan digital melalui platform YWWSDC.

     

    Namun, hasil klarifikasi dan verifikasi Satgas PASTI menunjukkan YWWSDC tidak memiliki izin OJK sebagai PAKD.

     

    Kegiatan usahanya juga dinilai tidak sesuai dengan izin yang diterbitkan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.

     

    Tak hanya itu, aplikasi dan/atau situs web yang digunakan YWWSDC tidak tercatat sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) di Kementerian Komunikasi dan Digital.

     

    Satgas PASTI juga menemukan indikasi perubahan alamat tautan atau URL dengan menggunakan nama berbeda, tetapi memiliki tampilan serupa. Kondisi tersebut diduga memiliki keterkaitan dengan YWWSDC.

     

    RTHAE Tawarkan Investasi dan Token

     

    Sementara itu, RTHAE menawarkan investasi aset kripto dan aset keuangan digital melalui platform Retail Trader Hosted Automates Engine (RTHAE).

     

    Penawaran dilakukan antara lain melalui penawaran perdana token yang diklaim akan listing di bursa RTHAE.

     

    Investor bahkan dijanjikan dana yang telah disetorkan akan dikembalikan apabila token tersebut tidak jadi listing.

     

    Namun, Satgas PASTI menemukan RTHAE tidak memiliki badan hukum di Indonesia dan tidak mengantongi izin OJK sebagai PAKD.

     

    Kegiatan usahanya juga disebut tidak sesuai dengan izin yang diterbitkan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.

     

    Aplikasi dan/atau situs web RTHAE juga tidak tercatat sebagai PSE di Kementerian Komunikasi dan Digital.

     

    Satgas Koordinasi dengan Aparat Penegak Hukum

     

    Setelah menghentikan kegiatan kedua entitas, Satgas PASTI melakukan pemblokiran akses terhadap aplikasi dan/atau URL terkait.

     

    Satgas juga akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk proses penindakan lebih lanjut.

     

    Masyarakat yang merasa dirugikan diminta segera melapor kepada aparat penegak hukum setempat agar proses penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

     

    Hudiyanto mengingatkan masyarakat tidak mudah tergiur tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan tinggi dan tidak logis.

     

    Terlebih, jika penawaran tersebut mengatasnamakan perusahaan asing atau mengklaim sedang dalam proses mengurus izin OJK.

     

    Masyarakat diminta memastikan legalitas pihak yang menawarkan investasi sebelum menempatkan dana serta memahami karakteristik, manfaat, dan risiko produk yang ditawarkan.

     

    Jika menemukan indikasi investasi ilegal atau aktivitas keuangan ilegal, masyarakat dapat melapor melalui situs SIPASTI OJK, Kontak OJK 157, WhatsApp 081157157157, atau email konsumen@ojk.go.id.

     

    Sementara korban penipuan transaksi keuangan dapat melapor melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) untuk mendukung upaya pemblokiran rekening pelaku secara cepat.

  • OJK Dorong Budaya Menabung, 679 Ribu Rekening Pelajar Dibuka

    OJK Dorong Budaya Menabung, 679 Ribu Rekening Pelajar Dibuka

     

    FOBIZ.ID, BEKASI – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong budaya menabung sejak dini untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Hingga Juni 2026, sebanyak 679 ribu rekening pelajar baru telah dibuka melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).

     

    Hal itu disampaikan dalam puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, Jumat (28/8/2026).

     

    Kegiatan mengusung tema “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan” dan diikuti lebih dari 1.100 pelajar serta mahasiswa.

     

    Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan kebiasaan menabung perlu dibangun sejak dini. Menurutnya, menabung tidak harus menunggu memiliki uang dalam jumlah besar.

     

    “Menabung itu jangan menunggu uang kita banyak dulu. Justru supaya uangnya banyak, kita harus menabung sedikit demi sedikit. Jadi, kita harus membiasakan diri menabung sejak dini,” kata Friderica.

     

    Secara nasional, tingkat literasi keuangan masyarakat telah mencapai 69,57%, sedangkan inklusi keuangan mencapai 93,61%. Meski telah melampaui target, tingkat literasi dan inklusi pada segmen pelajar dan mahasiswa masih perlu diperkuat.

     

    OJK pun terus memperluas Program KEJAR bersama industri jasa keuangan dan pemangku kepentingan. Pada periode September 2025-Juni 2026, tercatat 679 ribu rekening pelajar baru dibuka.

     

    Selain itu, lebih dari 270 ribu kegiatan Bank Goes to School telah dilaksanakan di 122 ribu sekolah. Kegiatan sosialisasi dan edukasi juga telah menjangkau lebih dari 16 ribu pelajar di 40 kabupaten/kota.

     

    Sekolah Rakyat Jadi Sasaran Utama

     

    Tahun ini, Sekolah Rakyat menjadi salah satu sasaran utama program HIM dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan.

     

    Peserta didik Sekolah Rakyat yang berasal dari keluarga prasejahtera dinilai menjadi segmen penting untuk memperluas akses layanan keuangan sekaligus menanamkan budaya menabung.

     

    Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono mengatakan menabung bukan sekadar persoalan menyimpan uang.

     

    Menurutnya, kebiasaan menabung juga membentuk karakter disiplin, sabar, mampu mengendalikan diri, serta mengelola keuangan.

     

    “Tujuan peningkatan literasi dan inklusi keuangan yang dilakukan OJK adalah membangun karakter pribadi yang disiplin, sabar, mampu mengendalikan diri, dan mampu mengelola keuangan sehingga dapat terhindar dari kebiasaan FOMO dan FOPO di tengah perkembangan ekonomi dan keuangan digital,” kata Dicky.

     

    Ia mengingatkan masyarakat untuk membiasakan diri menyisihkan uang, bukan sekadar menunggu uang tersisa untuk ditabung.

     

    Edukasi Keuangan Jangkau Jutaan Orang

     

    Dari sisi literasi, OJK terus menjalankan berbagai program edukasi melalui Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN).

     

    Sepanjang 2026 hingga Agustus, OJK telah menggelar 3.557 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau 12,2 juta peserta.

     

    Melalui kolaborasi GENCARKAN, juga telah dilakukan 18.308 kegiatan edukasi langsung dengan 3,2 juta peserta dan 22.797 kegiatan edukasi digital yang menjangkau 167,8 juta peserta.

     

    OJK juga telah membentuk 51.030 Duta Literasi Keuangan Indonesia melalui program OJK PEDULI.

     

    Selain itu, LMS Edukasi Keuangan telah digunakan 142.613 pengguna, sedangkan minisite Sikapi Uangmu telah menerbitkan 253 konten dengan total 2,4 juta tayangan.

     

    Dalam puncak HIM dan BLK 2026, OJK turut memberikan KEJAR Award dan Financial Literacy Award kepada industri jasa keuangan, satuan pendidikan, pemerintah daerah, komunitas, serta pihak lain yang aktif mendorong literasi dan inklusi keuangan.

     

    OJK berharap budaya menabung semakin mengakar di kalangan generasi muda. Masyarakat juga diharapkan semakin mampu mengelola keuangan dan menggunakan produk serta layanan jasa keuangan secara tepat.

     

    “Melalui peringatan Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026, OJK berharap budaya menabung dapat semakin mengakar di kalangan generasi muda serta diiringi dengan kemampuan mengelola keuangan secara bijak,” demikian OJK.

  • 570 Siswa Sekolah Rakyat di Makassar Mulai Menabung, OJK Dorong Cerdas Finansial

    570 Siswa Sekolah Rakyat di Makassar Mulai Menabung, OJK Dorong Cerdas Finansial

    FOBIZ.ID, MAKASSAR – Sebanyak 570 siswa Sekolah Rakyat di Kota Makassar mulai menabung dalam rangkaian Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026.

     

    Kegiatan digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat bersama industri jasa keuangan dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 (SRT 3) Sulsel, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Kamis (27/8/2026).

     

    Ratusan siswa tersebut berasal dari tiga Sekolah Rakyat, yakni SRT 3 Sulsel, Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 23 Makassar, dan SRMP 26 Makassar.

     

    Kepala OJK Sulselbar Moch. Muchlasin mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk membangun budaya menabung dan meningkatkan literasi keuangan sejak usia sekolah.

     

    “Menabung tidak harus menunggu memiliki uang dalam jumlah besar. Kebiasaan ini dapat dimulai dari hal-hal kecil, seperti menyisihkan sebagian uang saku atau uang jajan secara rutin,” kata Muchlasin.

     

    Menurutnya, yang paling penting bukan jumlah uang yang ditabung, melainkan kebiasaan dan kedisiplinan menyisihkan uang secara konsisten.

     

    “Yang terpenting bukan seberapa besar uang yang ditabung, tetapi kebiasaan dan kedisiplinan untuk menyisihkan sebagian uang secara konsisten,” ujarnya.

     

    570 Siswa Buka Rekening SimPel

     

    Dalam kegiatan tersebut, Bank Sulselbar membuka Rekening Simpanan Pelajar (SimPel) iB bagi seluruh pelajar yang hadir.

     

    Pembukaan rekening itu diharapkan menjadi langkah awal bagi para siswa untuk membiasakan diri menabung sekaligus mengenal layanan perbankan yang aman dan legal.

     

    Selain Bank Sulselbar, LPS turut memberikan edukasi mengenai keamanan dan penjaminan simpanan di bank. Sementara OJK memberikan pemahaman tentang pentingnya mengelola keuangan sejak dini.

     

    Muchlasin mengatakan budaya menabung penting ditanamkan karena pengelolaan keuangan yang baik menjadi salah satu bekal generasi muda untuk merencanakan masa depan.

     

    Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks literasi keuangan kelompok pelajar usia 15-17 tahun tercatat 56,04%. Sementara indeks inklusi keuangan pelajar/mahasiswa mencapai 89,13%.

     

    Data tersebut menunjukkan akses dan pemanfaatan produk serta layanan keuangan di kalangan pelajar sudah cukup tinggi. Namun, pemahaman terhadap produk dan layanan keuangan masih perlu diperkuat.

     

    Karena itu, pelajar didorong tidak hanya mampu menabung, tetapi juga memahami cara mengelola uang, membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun prioritas, serta mengenali layanan keuangan resmi dan berizin.

     

    Kegiatan tersebut dibuka Kepala Dinas Sosial Sulsel Abdul Malik Faisal yang mewakili Gubernur Sulsel. Hadir pula Kepala OJK Sulselbar Moch. Muchlasin, Direktur Utama Bank Sulselbar Yulis Suandi, dan Deputi Kepala Perwakilan LPS III Sulampua Prayitno Amigoro.

     

    OJK berharap sinergi bersama industri jasa keuangan dan LPS terus diperkuat untuk memperluas akses sekaligus meningkatkan pemahaman keuangan di kalangan generasi muda.

     

    Melalui momentum Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026, pelajar diajak mulai menabung secara rutin, mengelola uang dengan bijak, dan mempersiapkan masa depan sejak dini.

  • OJK Perkuat Ekosistem Keuangan Digital Lewat Digination Day 2026

    OJK Perkuat Ekosistem Keuangan Digital Lewat Digination Day 2026

    FOBIZ.ID, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat ekosistem inovasi teknologi sektor keuangan, aset keuangan digital, dan aset kripto (IAKD). Upaya itu dilakukan melalui penguatan regulasi, kolaborasi, pengembangan inovasi hingga peningkatan pelindungan konsumen.

     

    Langkah tersebut diwujudkan melalui Digital Financial Innovation Day (OJK Digination Day) 2026 di Jakarta, Kamis (27/8/2026).

     

    Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Hernawan Bekti Sasongko mengatakan masa depan sektor keuangan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, inovasi keuangan digital kini telah menjadi bagian dari sistem keuangan nasional.

     

    “Inovasi keuangan digital tidak lagi berdiri di pinggir atau di luar sistem keuangan, tapi telah menjadi bagian di dalamnya. Prinsip yang kami pegang adalah same activity, same risk, same regulation,” kata Hernawan.

     

    Ia menegaskan standar tata kelola, manajemen risiko, dan pelindungan konsumen harus diterapkan pada sektor keuangan digital sebagaimana sektor keuangan lainnya.

     

    Dalam kegiatan tersebut, OJK juga memperkenalkan program OJK Fintech Startup Accelerator. Program ini menjadi jembatan antara perusahaan rintisan, industri jasa keuangan, investor, dan regulator untuk mendorong lahirnya solusi keuangan digital yang inovatif dan bertanggung jawab.

     

    Program tersebut ditandai dengan demo day dan business matching yang mempertemukan inovator dengan investor serta pelaku industri.

     

    “Melalui demo day dan business matching, kita juga mempertemukan inovator dengan pendanaan mitra dan industri sekaligus menjadikan Digination sebagai etalase karya anak bangsa,” ujarnya.

     

    OJK juga terus menyiapkan regulasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial, tokenisasi aset, blockchain, dan aset kripto.

     

    Penguatan tersebut turut ditopang berlakunya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 yang menyempurnakan kerangka hukum pengembangan dan penguatan sektor keuangan. Arah pengembangan IAKD selanjutnya akan dituangkan dalam Peta Jalan IAKD 2026-2031.

     

    Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun mengapresiasi langkah OJK melalui Digination Day 2026. Menurutnya, inovasi teknologi sektor keuangan, aset keuangan digital, dan aset kripto berpotensi menjadi sumber pembiayaan baru.

     

    “Inovasi teknologi sektor keuangan, aset keuangan digital, dan aset kripto juga menjadi salah satu sumber pembiayaan baru yang berpotensi menjawab tantangan struktural pembiayaan di Indonesia,” kata Misbakhun.

     

    Sementara itu, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Nezar Patria menilai kolaborasi Komdigi dan OJK menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem keuangan digital yang inovatif sekaligus aman.

     

    “Komdigi menyiapkan prasarana digital, kebijakan AI, dan talenta digital, sementara OJK memastikan inovasi bisa bertumbuh dalam koridor kehati-hatian, perlindungan konsumen, dan stabilitas sistem keuangan,” ujarnya.

     

    Transaksi Kripto Rp20,52 Triliun

     

    OJK mencatat perkembangan signifikan pada sektor aset keuangan digital dan kripto. Hingga Juli 2026, jumlah akun konsumen perdagangan aset keuangan digital mencapai 22,93 juta akun.

     

    Nilai transaksi aset kripto tercatat Rp20,52 triliun, sementara transaksi derivatif mencapai Rp3,41 triliun.

     

    Infrastruktur pasar juga semakin lengkap dengan dua bursa aset keuangan digital, dua lembaga kliring penjaminan dan penyelesaian, dua pengelola tempat penyimpanan, serta 26 pedagang aset keuangan digital berizin.

     

    Pada bursa CFX tercatat 1.214 aset dan 49 derivatif, sedangkan bursa ICEX mencatat 871 aset yang dapat diperdagangkan.

     

    Di sisi inovasi teknologi sektor keuangan, OJK mencatat terdapat delapan penyelenggara pemeringkat kredit alternatif dan 16 penyelenggara agregasi jasa keuangan per Juli 2026. Seluruhnya telah menjalin 1.357 kemitraan dengan lembaga jasa keuangan.

     

    Dalam kesempatan yang sama, OJK meluncurkan Buku Saku 2.0 Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto. Buku tersebut disusun bersama industri sebagai panduan masyarakat untuk memahami karakteristik, manfaat, dan risiko aset keuangan digital serta aset kripto.

     

    Kepala Eksekutif Pengawas IAKD OJK Adi Budiarso mengatakan peningkatan literasi menjadi bagian penting dalam pengembangan ekosistem keuangan digital.

     

    “Ini bertujuan untuk meningkatkan awareness serta kecerdasan finansial. Jangan lupa, kecerdasan finansial adalah tonggak utama untuk mencapai financial well-being,” kata Adi.

     

    Ke depan, OJK akan memusatkan pengembangan IAKD pada tiga agenda utama, yakni memperdalam ekosistem yang telah terbentuk (deepening), memperluas jangkauan dan pemanfaatan inovasi (widening), serta memperkuat pelindungan konsumen dan mitigasi risiko (safeguarding).

     

    “Digination Day kami hadirkan bukan sebagai seremonial tahunan, tetapi sebagai ruang kerja bersama untuk regulator, industri, akademisi, dan pembuat kebijakan untuk bertemu dan berdiskusi menyelaraskan arah dan masa depan sektor keuangan digital Indonesia,” ujar Adi.

     

    OJK berharap penguatan regulasi, inovasi yang bertanggung jawab, dan pelindungan konsumen dapat mempercepat transformasi digital sektor keuangan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi perekonomian dan masyarakat.

  • BI Sulsel Dorong 3 Proyek Investasi Unggulan Lewat SSIC 2026

    BI Sulsel Dorong 3 Proyek Investasi Unggulan Lewat SSIC 2026

    FOBIZ.ID, MAKASSAR – Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menetapkan tiga proyek investasi terbaik dalam Final South Sulawesi Investment Challenge (SSIC) 2026.

     

    Proyek Industri Minyak Ikan dari Kabupaten Sinjai keluar sebagai IPRO Terbaik I. Posisi kedua diraih Industri Pengolahan Udang Terintegrasi Berbasis Ekonomi Sirkular dari Kabupaten Barru, sedangkan Industri Pakan Ternak dari Kabupaten Jeneponto menjadi Terbaik III.

     

    Final SSIC 2026 digelar di Ruang Baruga Phinisi, Kantor Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Selatan, Makassar, Kamis (27/8/2026). Kegiatan mengusung tema “Transformasi Ekonomi Sulawesi Selatan melalui Hilirisasi dan Penguatan Investasi Berkelanjutan”.

     

    Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Selatan, Firman Hidayat, mengatakan SSIC tidak berhenti pada penetapan pemenang. Proyek yang terpilih akan didorong agar benar-benar mampu menarik minat investor.

     

    “Penghargaan yang diberikan pada hari ini bukanlah titik akhir, melainkan titik awal menuju tahapan yang lebih menentukan, yaitu mempertemukan proyek dengan investor, memperoleh komitmen, dan mewujudkannya menjadi investasi,” kata Firman.

     

    Menurutnya, realisasi investasi tersebut diharapkan memberikan dampak langsung terhadap perekonomian daerah, termasuk membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

     

    SSIC merupakan program tahunan Forum Percepatan Investasi, Perdagangan, dan Pariwisata Sulawesi Selatan (PINISI SULTAN) yang telah digelar sejak 2021.

     

    Pada SSIC 2026, sebanyak 22 usulan Investment Project Ready to Offer (IPRO) dari 21 kabupaten/kota berhasil lolos seleksi Executive Summary proyek Clean and Clear (CnC).

     

    Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang menghasilkan 18 usulan IPRO dari 16 kabupaten/kota.

     

    Setelah melalui verifikasi lapangan dan pendampingan teknis penyusunan IPRO bersama PT SMI, lima proyek kemudian masuk tahap final.

     

    Kelima proyek itu yakni Industri Pakan Ternak dari Jeneponto, Industri Tepung Beras dari Sidrap, Industri Minyak Ikan Andalan dari Sinjai, Perkebunan Kopi Arabika Specialty Terintegrasi dari Toraja Utara, serta Industri Pengolahan Udang Terintegrasi Berbasis Ekonomi Sirkular dari Barru.

     

    Lima finalis mempresentasikan proyek masing-masing di hadapan Dewan Juri yang terdiri dari Prof Marsuki, DEA, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin; Kepala Dinas PMPTSP Provinsi Sulawesi Selatan Asrul Sani; serta Team Leader Divisi Pengembangan Proyek PT SMI Tata Sumirat.

     

    Firman mengatakan proyek-proyek yang dihasilkan melalui SSIC selanjutnya masih akan diperkuat agar semakin siap ditawarkan kepada investor.

     

    “Ke depan, proyek investasi unggulan Sulawesi Selatan perlu diarahkan untuk memperkuat basis industri daerah, mengintegrasikan UMKM ke dalam rantai pasok, memperluas pasar ekspor, serta menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru,” jelasnya.

     

    Penguatan proyek akan mencakup kesiapan lahan, legalitas dan perizinan, infrastruktur pendukung, skema bisnis dan pembiayaan, kepastian off-taker, hingga kelayakan finansial.

     

    BI bersama Pemprov Sulsel melalui PINISI SULTAN juga akan melakukan market sounding, business matching dan forum promosi investasi untuk mempertemukan proyek dengan calon investor dan mitra strategis.

     

    Salah satu agenda yang disiapkan adalah Sulampua Investment Forum (SIF) yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 di Makassar.

     

    Firman berharap rangkaian tersebut dapat mempercepat realisasi proyek investasi sekaligus memperkuat posisi Sulawesi Selatan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan tujuan investasi di kawasan timur Indonesia.

  • BI Sulsel Tingkatkan Kapasitas Jurnalis di Tengah Dinamika Ekonomi

    BI Sulsel Tingkatkan Kapasitas Jurnalis di Tengah Dinamika Ekonomi

     

    FOBIZ.ID, BALI – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan mengumpulkan sebanyak 53 jurnalis dari berbagai media dalam pelatihan jurnalistik di Hotel Pullman Legian, Kabupaten Badung, Bali, Kamis, 27 Agustus 2026.

    Para peserta berasal dari media cetak, online, dan radio. Pelatihan tersebut menjadi bagian dari program pengembangan kapasitas jurnalis, terutama untuk memperkuat kemampuan dalam membaca dan meliput isu ekonomi serta bisnis.

    Kepala Perwakilan BI Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, mengatakan perkembangan ekonomi yang cepat menuntut jurnalis terus memperbarui pengetahuan. Pelatihan itu juga menjadi ruang untuk melihat kembali kondisi ekonomi global, nasional, dan Sulawesi Selatan.

    “Jadi ini untuk meng-update ilmu teman-teman sekalian, dan bagaimana kondisi global, nasional, maupun di Sulawesi Selatan,” ujar Rizki.

    Menurut dia, jurnalis memiliki peran penting dalam menerjemahkan berbagai perkembangan ekonomi kepada masyarakat. Pemberitaan yang baik diharapkan tidak hanya memberi informasi, tetapi juga ikut menjaga kepercayaan publik dan menggairahkan aktivitas ekonomi di Sulawesi Selatan.

    Rizki juga berharap peningkatan kapasitas tersebut dapat memperluas pemahaman masyarakat terhadap berbagai kebijakan Bank Indonesia.

     

    Deputi Kepala Divisi BI Sulsel, Lidyawatie Lamakampali.

    Deputi Kepala Divisi BI Sulsel, Lidyawatie Lamakampali, mengatakan media mempunyai posisi strategis dalam menjelaskan isu ekonomi dan kebanksentralan yang kerap memiliki istilah dan persoalan teknis.

    “Bagi kami di Bank Indonesia, teman-teman media bukan hanya sekadar rekan kerja, tetapi juga sahabat sekaligus garda terdepan kami,” kata Lidyawatie.

    Karena itu, menurut Lidyawatie, hubungan antara bank sentral dan media tidak berhenti pada kebutuhan publikasi. Media juga menjadi jembatan antara kebijakan ekonomi dengan masyarakat yang menerima dampaknya secara langsung.

    Pelatihan tersebut menghadirkan Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Hery Trianto dan Chief Economist The Indonesia Economic Intelligence (IEI) Sunarsip sebagai pemateri.

    Materi yang diberikan diarahkan untuk memperkaya perspektif jurnalis dalam membaca data dan perkembangan ekonomi. Dengan begitu, isu ekonomi yang kompleks dapat disajikan secara lebih tajam, kontekstual, dan mudah dipahami pembaca.

    Bagi BI Sulsel, peningkatan kualitas jurnalisme ekonomi menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi kebijakan. Di tengah perubahan ekonomi global dan nasional yang cepat, informasi yang akurat menjadi salah satu kebutuhan publik.

     

  • BNI wondrX 2026 Hadirkan Hampir 400 Tenant dan 100 Ribu Pengunjung, dari Rumah Impian hingga Solusi Pengembangan Usaha

    BNI wondrX 2026 Hadirkan Hampir 400 Tenant dan 100 Ribu Pengunjung, dari Rumah Impian hingga Solusi Pengembangan Usaha

    FOBIZ.ID, JAKARTA – BNI wondrX 2026 menghadirkan hampir 400 tenant dari berbagai sektor untuk menjawab beragam kebutuhan masyarakat.

    Digelar pada 21–23 Agustus 2026 di ICE BSD City, Tangerang, ajang ini tidak hanya menjadi tempat masyarakat mencari produk, tetapi juga ruang untuk memperoleh edukasi, berkonsultasi, dan menyiapkan rencana finansial maupun bisnis.

    Lebih dari 100 ribu pengunjung hadir selama tiga hari penyelenggaraan BNI wondrX 2026.

    Mereka datang dengan kebutuhan yang beragam, mulai dari mencari rumah impian bersama keluarga, mengeksplorasi kendaraan dan kebutuhan perjalanan, meningkatkan pemahaman pengelolaan keuangan, hingga mencari solusi pembiayaan untuk mengembangkan usaha.

    Mengusung tema “One Ecosystem, Continuous Motion”, BNI wondrX 2026 mempertemukan berbagai kebutuhan tersebut dengan solusi finansial dan gaya hidup dalam satu ekosistem.

    Konsep ini memungkinkan pengunjung bergerak dari mencari inspirasi, mengeksplorasi pilihan, berkonsultasi, hingga mulai menyiapkan keputusan sesuai kebutuhannya.

    CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menilai transformasi perbankan harus berangkat dari kebutuhan masyarakat.

    Menurutnya, peran BNI tidak hanya terlihat dari kinerja bisnis, tetapi juga dari kemampuan menghubungkan kebutuhan masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah.

    “Kehadiran wondr by BNI dan penguatan layanan digital BNI menunjukkan bagaimana transformasi perbankan harus berangkat dari kebutuhan manusia, bukan hanya dari kepentingan BNI. Semoga BNI terus tumbuh sehat, melayani dengan sepenuh hati, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia,” ujar Rosan saat membuka BNI wondrX 2026.

    Hampir 400 Tenant dalam Satu Ekosistem

    Keragaman tenant menjadi salah satu daya tarik BNI wondrX 2026. Sebanyak 31 tenant Automotive memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk melihat berbagai pilihan kendaraan sekaligus memperoleh informasi mengenai alternatif pembiayaan.

    Di sektor perjalanan, terdapat 25 tenant Travel yang membantu masyarakat mempersiapkan perjalanan, mulai dari tiket dan akomodasi hingga kebutuhan paspor dan visa.

    Sementara itu, 141 tenant Retail and Lifestyle menghadirkan berbagai produk gaya hidup dan kebutuhan sehari-hari. Pengunjung juga dapat menikmati beragam pilihan kuliner dari 130 tenant Food and Beverage.

    BNI turut menghadirkan tujuh tenant di Emerald Lounge yang menyediakan layanan khusus bagi nasabah BNI Emerald.

    Komposisi tenant tersebut membuat kebutuhan finansial hadir dalam konteks kehidupan sehari-hari.

    Masyarakat tidak hanya ditawarkan produk perbankan, tetapi juga dapat melihat bagaimana layanan finansial dapat digunakan untuk mendukung berbagai rencana, mulai dari memiliki kendaraan hingga mengembangkan usaha.

    Rumah Impian Jadi Bagian dari Rencana Keluarga

    Salah satu area yang menjadi perhatian pengunjung adalah Housing. Sebanyak 20 tenant Housing menghadirkan pilihan properti dari berbagai pengembang.

    Sela, pengunjung asal Jakarta yang datang bersama keluarganya, mengaku tertarik dengan berbagai pilihan rumah yang ditampilkan.

    “Ada lagi yang menarik perhatian aku di BNI wondrX, yaitu banyak booth rumah impian yang kayaknya cocok banget untuk rumah masa depan. Aku sudah lihat-lihat, bahkan anak aku juga ikut memilih rumah mana yang cocok untuk kami,” kata Sela.

    Bagi Sela, kunjungan tersebut tidak hanya menjadi kesempatan melihat properti. Beragam pilihan rumah justru menjadi bahan diskusi bersama keluarga untuk membicarakan hunian yang ingin dimiliki pada masa mendatang.

    Di area Housing, pengunjung dapat membandingkan berbagai pilihan properti sekaligus memperoleh informasi mengenai KPR BNI Griya.

    Masyarakat juga dapat melakukan pre-assessment untuk mendapatkan gambaran awal mengenai kemampuan pembiayaan sebelum menentukan pilihan properti.

    Dengan konsep tersebut, BNI wondrX 2026 membantu menghubungkan kebutuhan hunian dengan solusi pembiayaan sehingga pengunjung dapat lebih siap mempertimbangkan rencana kepemilikan rumah.

    Edukasi Finansial untuk Tingkatkan Pemahaman

    Selain menghadirkan produk dan layanan, BNI wondrX 2026 memberikan ruang bagi masyarakat untuk meningkatkan pemahaman mengenai keuangan.

    Mia, pengunjung asal Bandung, mengikuti sesi edukasi finansial bersama Theo Derick. Ia mengaku mendapatkan sejumlah wawasan yang membuatnya kembali memperhatikan cara mengelola keuangan.

    “Aku sempat dapat banyak tips dan trik tentang finansial bareng Theo Derick. Jujur, penjelasannya bikin aku benar-benar melek lagi soal keuangan,” ujar Mia.

    Bagi Mia, edukasi finansial yang disampaikan melalui konteks kehidupan sehari-hari membuat pembahasan keuangan terasa lebih dekat dan mudah dipahami.

    Sesi edukasi tersebut sekaligus melengkapi pengalaman pengunjung yang datang untuk mengeksplorasi berbagai tenant.

    Masyarakat tidak hanya memperoleh informasi mengenai produk, tetapi juga perspektif untuk membantu mempertimbangkan keputusan finansial secara lebih matang.

    Solusi Pengembangan Usaha

    BNI wondrX 2026 juga memberikan perhatian terhadap kebutuhan pelaku usaha. Mia, yang memiliki bisnis, memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai Kredit Usaha Rakyat (KUR).

    “Karena aku juga punya bisnis, aku sempat mampir untuk tanya-tanya soal Kredit Usaha Rakyat. Ternyata informasinya sangat membantu aku,” lanjut Mia.

    Kehadiran Mia menggambarkan bagaimana kebutuhan personal dan bisnis dapat bertemu dalam satu kunjungan. Setelah memperoleh edukasi mengenai pengelolaan keuangan, ia juga mendapatkan informasi pembiayaan yang dapat dipertimbangkan untuk mendukung bisnisnya.

    Semangat pemberdayaan UMKM turut terlihat melalui kehadiran 44 UMKM binaan di UMKM Center by Xpora.

    Kehadiran UMKM tersebut menunjukkan bahwa BNI wondrX 2026 tidak hanya membuka akses pasar dan transaksi, tetapi juga mempertemukan pelaku usaha dengan informasi mengenai pembiayaan dan layanan finansial.

    Bagi pelaku UMKM, kesempatan berkonsultasi secara langsung dapat membantu memahami pilihan pembiayaan serta persiapan yang diperlukan untuk mengembangkan usaha.

    Dari Rumah Impian hingga Pengembangan Bisnis

    Hampir 400 tenant yang hadir di BNI wondrX 2026 memperlihatkan luasnya kebutuhan masyarakat yang dapat difasilitasi dalam satu ekosistem.

    Mulai dari rumah impian, kendaraan, perjalanan, kebutuhan gaya hidup, kuliner, edukasi finansial, hingga pembiayaan usaha, seluruhnya ditempatkan dalam pengalaman yang memungkinkan pengunjung mencari informasi sekaligus berkonsultasi.

    Lebih dari 100 ribu pengunjung yang hadir juga menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap pengalaman yang menggabungkan kebutuhan sehari-hari dengan solusi finansial.

    Melalui tema “One Ecosystem, Continuous Motion”, BNI wondrX 2026 mendorong masyarakat bergerak dari sekadar melihat pilihan menjadi memahami kebutuhan, melakukan konsultasi, dan mulai menyusun rencana.

    Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, BNI terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menghubungkan kebutuhan masyarakat dengan edukasi, konsultasi, dan solusi finansial yang dapat mendukung rencana masa depan.

    Dengan demikian, keberhasilan BNI wondrX 2026 tidak hanya tercermin dari hampir 400 tenant dan lebih dari 100 ribu pengunjung. Lebih jauh, ajang ini menghadirkan pengalaman yang memungkinkan masyarakat menemukan solusi sesuai tahap kehidupan dan kebutuhan usaha masing-masing.

    BNI wondrX 2026 akhirnya menjadi ruang yang mempertemukan inspirasi, informasi, edukasi, dan solusi finansial dalam satu ekosistem.

    Dari keluarga yang mulai mencari rumah masa depan hingga pelaku usaha yang mencari dukungan pembiayaan, setiap kunjungan dapat menjadi langkah awal untuk mewujudkan rencana berikutnya. (*)

  • BNI wondrX 2026 Tuntas, 44 UMKM Binaan Didorong Tembus Pasar Global

    BNI wondrX 2026 Tuntas, 44 UMKM Binaan Didorong Tembus Pasar Global

    FOBIZ.ID, JAKARTA – Gelaran BNI wondrX 2026 resmi berakhir setelah berlangsung pada 21–23 Agustus 2026 di ICE BSD City, Tangerang.

    Meski acara telah tuntas, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memastikan dukungan terhadap 44 UMKM binaan terus berlanjut, termasuk untuk mendorong mereka memperluas pasar hingga ke tingkat global.

    Melalui UMKM Center by Xpora, BNI menghadirkan 44 UMKM dari berbagai sektor yang telah melalui proses kurasi dan pendampingan.

    Selama BNI wondrX 2026, para pelaku usaha mendapat kesempatan memperkenalkan produk secara langsung, meningkatkan transaksi melalui berbagai program promosi, serta menjangkau konsumen melalui live shopping.

    BNI menilai rangkaian tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan usaha yang tidak berhenti ketika acara berakhir.

    UMKM Center by Xpora menjadi pintu masuk bagi pelaku usaha untuk memperoleh dukungan lanjutan sesuai kebutuhan dan kesiapan masing-masing.

    Dukungan Terus Berlanjut Setelah wondrX 2026

    Setelah memperoleh eksposur, transaksi, dan pengalaman berinteraksi dengan konsumen selama BNI wondrX 2026, para pelaku UMKM akan mendapatkan tindak lanjut melalui ekosistem layanan BNI.

    Dukungan tersebut mencakup digitalisasi transaksi, akses pembiayaan, pendampingan usaha, hingga perluasan pasar.

    Pendekatan ini diarahkan agar pelaku UMKM mampu meningkatkan kapasitas dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
    Salah satu fasilitas yang dapat dimanfaatkan adalah wondr Merchant.

    Melalui platform tersebut, merchant dapat melakukan pendaftaran QRIS, menerima notifikasi transaksi secara real-time, serta memantau laporan transaksi harian dalam satu platform.

    wondr Merchant juga menyediakan fasilitas settlement hingga lima kali sehari. Fitur tersebut membantu pelaku usaha mengelola arus kas dan mempercepat ketersediaan dana untuk mendukung kebutuhan operasional.

    Data transaksi dan laporan harian juga dapat membantu UMKM melakukan pencatatan usaha secara lebih tertata, mengevaluasi performa penjualan, serta menyusun strategi pengembangan berdasarkan informasi yang lebih terukur.

    BNI Siapkan Solusi untuk Bisnis yang Berkembang

    Bagi UMKM yang mulai meningkatkan skala usaha dan membutuhkan pengelolaan transaksi lebih kompleks, BNI menyediakan BNIdirect Bisnis dengan New Feature Capability.

    Solusi tersebut mendukung pengelolaan transaksi dan cash management secara lebih terintegrasi. Fasilitas ini menjadi relevan bagi pelaku usaha yang mengalami peningkatan volume transaksi, memperluas kegiatan operasional, atau membutuhkan pengelolaan arus kas yang lebih terstruktur.

    Dengan kombinasi wondr Merchant dan BNIdirect Bisnis, BNI dapat mendampingi UMKM berdasarkan tahapan pertumbuhan bisnis, mulai dari digitalisasi penerimaan pembayaran hingga pengelolaan transaksi usaha yang semakin berkembang.

    Akses Pembiayaan untuk Tingkatkan Skala Usaha

    Dukungan terhadap 44 UMKM binaan juga diarahkan pada akses pembiayaan sesuai kebutuhan, kapasitas, dan kesiapan bisnis masing-masing.

    Pembiayaan dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan modal kerja maupun investasi guna meningkatkan kapasitas usaha.

    BNI mengarahkan pembiayaan agar tidak berdiri sendiri, tetapi dapat terhubung dengan riwayat transaksi, pengelolaan keuangan, dan rencana pertumbuhan bisnis.

    Akses pembiayaan diharapkan membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas produksi, memenuhi permintaan pasar, serta memperkuat operasional ketika usaha mulai berkembang.

    Xpora Buka Peluang Menuju Pasar Global

    Melalui Xpora, BNI melanjutkan pendampingan untuk meningkatkan kapabilitas usaha dan memperluas jangkauan pasar para pelaku UMKM.

    Pendampingan dapat mencakup kesiapan produk, pemasaran, pengelolaan bisnis, hingga kapasitas produksi sesuai dengan peluang pertumbuhan masing-masing usaha.

    Pengalaman berinteraksi langsung dengan konsumen dan memanfaatkan live shopping selama BNI wondrX 2026 menjadi bekal bagi pelaku usaha untuk memahami respons pasar.

    Informasi tersebut dapat digunakan untuk mengevaluasi produk dan menyusun strategi pemasaran yang lebih tepat.

    Dalam jangka panjang, BNI mendorong UMKM binaannya agar tidak hanya mampu berkembang di pasar domestik, tetapi juga semakin siap memanfaatkan peluang ekspansi ke pasar global.

    “Ke depan, kami akan terus memperkuat pendekatan end-to-end, tidak hanya melalui pembiayaan, tetapi juga solusi transaksi, digitalisasi, dan pendampingan usaha. Dengan demikian, UMKM Center by Xpora bukan sekadar event, tetapi bagian dari ekosistem untuk mendorong UMKM naik kelas, lebih produktif dan Go Global,” jelas SEVP Commercial & SME BNI Andy Yusdiman.

    Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, keberlanjutan dukungan tersebut sejalan dengan upaya pemberdayaan UMKM dan peningkatan kapabilitas pelaku usaha.
    BNI menegaskan, berakhirnya BNI wondrX 2026 bukan menjadi akhir dari dukungan bagi 44 UMKM binaan.

    Semangat “One Ecosystem, Continuous Motion” menjadi bagian dari upaya melanjutkan eksposur dan transaksi yang telah tercipta menjadi digitalisasi, pembiayaan, penguatan kapasitas, serta peluang pasar yang lebih luas.

    Dengan dukungan yang berkelanjutan tersebut, 44 UMKM binaan BNI diharapkan semakin produktif, berdaya saing, naik kelas, dan mampu menembus pasar global. (*)