Mengintegrasikan Ajaran Tamansiswa Tri Nga, Ngerti, Ngrasa, Nglakoni di PT Amerta Indah Otsuka dengan Kearifan Lokal dan Keberlanjutannya

FOBIZ.ID – Kunjungan perusahaan bagi mahasiswa merupakan pengalaman yang sangat berharga dalam pengembangan pengetahuan dan pemahaman praktis tentang dunia industri. Salah satu perusahaan yang menjadi tujuan kunjungan bagi mahasiswa kali ini adalah di PT. Amerta Indah Otsuka (Otsuka) di Malang KM11, Jl. Raya Pasuruan, Tromo Barat, Pacar Keling, Kec. Kejayan, Pasuruan, Jawa Timur. Selain mengeksplorasi operasional perusahaan, kunjungan tersebut juga menjadi kesempatan untuk menerapkan prinsip-prinsip pendidikan Tamansiswa, yaitu Ngerti, Ngrasa, dan Nglakoni, serta memahami produk-produk unggulan perusahaan seperti Pocari Sweat, Fibe Mini, dan Soyjoy.

Mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (FE UST) Yogyakarta melaksanakan kegiatan Kuliah Kunjungan Perusahaan (KKP) ke PT Amerta Indah Otsuka., di Malang, pada Selasa (4/3/2024). Dengan didampingi langsung oleh Dekan FE UST Dr. Suyanto, S.E., M.Si., AWP. Kaprodi Akuntansi FE UST Sri Ayem, S.E., M.Sc., Ak., CA., ACPA beserta perwakilan dosen di lingkungan civitas akademika FE UST.

Ngerti, prinsip pertama Tamansiswa, menekankan betapa pentingnya memahami dengan baik apa yang dipelajari. Mahasiswa dapat melihat bagaimana setiap langkah proses dilakukan dengan baik dan efisien, dari bahan baku hingga proses pengemasan dan distribusi. Ngrasa, sangat penting untuk merasakan, atau lebih tepatnya, menginternalisasi prinsip-prinsip yang dipegang teguh oleh sebuah organisasi. yang mengutamakan kualitas, inovasi, dan tanggung jawab sosial. Dengan berinteraksi secara langsung dengan karyawan perusahaan, mahasiswa dapat memahami semangat kerja keras dan dedikasi yang tertanam dalam setiap produk yang dibuat. Nglakoni, prinsip terakhir dari Tamansiswa, mengajak siswa untuk menerapkan pengetahuan mereka dalam kehidupan nyata. mahasiswa diharapkan dapat menggunakan konsep-konsep yang telah mereka pelajari untuk membuat produk atau strategi bisnis yang lebih baik di masa depan.

Selain itu, diharapkan mahasiswa mampu menjadi perubahan yang positif dalam industri jika mereka menerapkan prinsip-prinsip etika, keberlanjutan, dan inovasi dalam setiap tindakan mereka. Mereka memiliki kemampuan untuk menjadi katalisator untuk transformasi menuju industri yang lebih bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan.

Pelajari tentang Produk Terbaik: Pocari Sweat, Fibe Mini, dan Soyjoy;

penjelasan dari karyawan perusahaan PT Amerta Indah Otsuka tentang produknya

Kunjungan ke PT Amerta Indah Otsuka memberi Anda kesempatan untuk mempelajari produk-produk unggulan perusahaan secara langsung selain mempelajari proses produksi dan operasi perusahaan. Soyjoy, Fibe Mini, dan Pocari Sweat adalah tiga produk utama.

• Pocari Sweat minuman isotonik ini. Mahasiswa dapat mempelajari lebih lanjut tentang kandungan nutrisi, manfaatnya bagi tubuh, dan cara memasarkan produk ini.
• Fibe Mini, serat pangan yang memadukan kesenangan dan kesehatan dalam satu produk. Mahasiswa dapat memahami bagaimana ide ini menjadi produk yang inovatif dan menarik bagi pelanggan.
• Soyjoy: Makanan ringan ini rendah kalori dan sehat dengan kacang kedelai sebagai bahan utamanya.

foto bersama teman kelompok di depan perusahan Soyjoy

Kunjungan ke PT Amerta Indah Otsuka, terutama untuk menyelami produk-produk ikonik seperti Pocari Sweat dan Soyjoy, tidak hanya memberikan mahasiswa pengalaman yang berharga dalam memahami proses bisnis dan produk, tetapi juga menjadi platform yang sempurna untuk mengintegrasikan ajaran Tamansiswa Ngerti, mengukuhkan komitmennya dalam melakukan konservasi lingkungan dan pengembangan Masyarakat melalui program dan memberikan dukungan guna memperluas kegiatan dengan terbentuknya kesadaran diri dan mengerti di Masyarakat sekitarnya. Ngrasa, Otsuka ecovillage ini merupakan program yang diciptakan untuk mendorong terciptanya Masyarakat yang mampu mengelola sampah secara mandiri, menjadi bentuk nyata dukungan Otsuka kepada Masyarakat setempat untuk mempermudah pengelolaan sampah non organik. Nglakoni, gerakan mengurangi sampah plastik cenderung dikesampingkan karena ketakutan masyarakat bahwa virus dapat bertahan di benda-benda tertentu selama beberapa waktu. mengelola sampah organik yang nantinya akan menjadi kompos dan dapat dimanfaatkan untuk pupuk tanaman.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *