FOBIZ.ID, Sihanoukville, Kamboja — Prestasi membanggakan ditorehkan Tim Nasional Kun Khmer Indonesia pada Kejuaraan Dunia Kun Khmer ke-6 yang berlangsung di Sihanoukville, Kamboja, 10–14 Februari 2026. Atlet putri Indonesia, Jeisya Earlene Kalea Ozora, tampil gemilang dan sukses mempersembahkan medali emas, sekaligus menjadi sorotan utama Indonesia di ajang dunia tersebut.

Jeisya, atlet asal Jawa Barat, menunjukkan performa luar biasa sepanjang pertandingan. Dengan teknik matang, mental kuat, dan stamina prima, ia berhasil mengungguli lawan-lawannya hingga memastikan podium tertinggi dan mengibarkan Merah Putih di arena Kejuaraan Dunia Kun Khmer.
Keberhasilan Jeisya menjadi bukti bahwa pembinaan Kun Khmer di Indonesia mulai menunjukkan hasil nyata di level internasional. Medali emas ini juga menjadi simbol kebangkitan atlet putri Indonesia di cabang olahraga beladiri tradisional yang telah diakui UNESCO tersebut.

Selain emas dari Jeisya, Tim Nasional Kun Khmer Indonesia juga mencatatkan hasil membanggakan lainnya. Hingga hari ketiga pertandingan, Indonesia telah mengoleksi 1 medali emas, 2 medali perak, dan 3 medali perunggu dari total 7 atlet nasional yang diturunkan.
Raihan medali perak disumbangkan oleh Alimuddin dari Sulawesi Tenggara dan Muhammad Bintang dari Sulawesi Selatan. Sementara itu, medali perunggu diraih oleh Kambaja Rizky Al Hadi Hatan (Papua Tengah), Azriel Megan Dara (Jawa Barat), serta Muhammad Fauzan Ramdhan Ayyub Khan (DKI Jakarta).
Satu atlet Indonesia lainnya, Muhammad Asrul Rafsanjani asal Sulawesi Selatan, masih akan berlaga di partai final dan berpeluang menambah koleksi emas Indonesia saat menghadapi atlet Vietnam.

Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Kun Khmer Indonesia (PB FKKI), Dr. Sudirman, SH., MH., menilai capaian ini sebagai hasil yang sangat positif. Menurutnya, prestasi yang diraih pada kejuaraan dunia kali ini cukup memuaskan dibandingkan tahun sebelumnya dan telah melampaui target yang ditetapkan.
Sudirman juga meminta dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Indonesia agar Muhammad Asrul Rafsanjani dapat tampil maksimal dan meraih piala emas pada partai final melawan Vietnam.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa atlet-atlet Kun Khmer Indonesia memiliki daya saing di tingkat dunia. Kami berharap dukungan masyarakat terus mengalir agar para atlet dapat memberikan hasil terbaik,” ujar Sudirman.
Kejuaraan Dunia Kun Khmer ke-6 ini sekaligus menjadi momentum penting bagi PB FKKI untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional. Ke depan, PB FKKI juga mendorong agar Kun Khmer segera menjadi anggota resmi KONI dan KOI, serta menargetkan Indonesia sebagai tuan rumah Indonesia Open Kun Khmer pertama pada Juli 2026.
Keberhasilan Jeisya Earlene Kalea Ozora meraih emas menjadi inspirasi bagi atlet-atlet muda Indonesia, sekaligus menegaskan bahwa Kun Khmer Indonesia siap bersaing dan berprestasi di panggung dunia. (*)

Tinggalkan Balasan