Kejuaraan yang berlangsung di Tetes Kopi Makassar tersebut diikuti lebih dari 70 atlet yang berasal dari sekitar 18 provinsi di Indonesia. Para peserta tampil dalam kategori junior dan senior dengan membawa nama daerah, klub atau camp, serta terdapat pula peserta yang mengikuti pertandingan secara perorangan.
Sekretaris Jenderal PB FKKI, Drs. Salim A. Halik, M.Si., mengatakan Kejurnas Kun Khmer IV tidak hanya menjadi ajang kompetisi nasional, tetapi juga bagian dari proses seleksi atlet yang akan dipersiapkan mengikuti kejuaraan tingkat Asia di Vietnam.
“Kita harapkan memang kejuaraan ini merupakan kejuaraan untuk menyeleksi para atlet-atlet unggulan nanti yang akan kita pilih untuk kita berangkatkan mengikuti Kejuaraan Asia Kun Khmer Championship di Vietnam pada awal September yang akan datang,” ujar Salim.
Diikuti Atlet dari 18 Provinsi
Menurut Salim, peserta yang hadir dalam Kejurnas Kun Khmer IV berasal dari berbagai wilayah Indonesia. Sejumlah daerah yang telah disebutkan antara lain Aceh, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, DKI Jakarta, Papua Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan dan sejumlah daerah lainnya.
Komposisi peserta cukup beragam. Atlet dapat bertanding dengan membawa nama provinsi, kabupaten/kota, klub atau camp. Bahkan, PB FKKI juga membuka kesempatan bagi atlet perorangan untuk mengikuti kompetisi.
“Dia mewakili kabupaten, jadi kita ini akan mewakili provinsi, kabupaten juga bisa, kota dan camp bisa mengikuti, bahkan perorangan juga bisa. Ada yang ikut mewakili camp dan ada juga mewakili kabupaten, kota atau provinsi,” jelas Salim.
Dengan jumlah peserta yang telah mencapai lebih dari 70 atlet, penyelenggara masih melanjutkan pertandingan pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Seleksi Menuju Kejuaraan Asia di Vietnam
Salah satu fokus utama Kejurnas Kun Khmer IV adalah mencari atlet terbaik yang dinilai memiliki kemampuan dan kesiapan untuk membawa nama Indonesia pada kompetisi internasional.
Para atlet yang tampil akan menjadi bagian dari proses penilaian tim teknis PB FKKI. Atlet yang memenuhi kriteria diharapkan dapat masuk dalam skuad yang dipersiapkan menuju Asian Championship Kun Khmer di Vietnam pada 1–8 September 2026.
Sebelumnya, Ketua Umum PB FKKI, Dr. Sudirman, S.H., M.H., dalam sambutannya menegaskan bahwa atlet yang terpilih nantinya akan menjalani persiapan lebih lanjut sebelum diberangkatkan ke Vietnam.
“Begitu kalian terpilih, kalian tidak pulang lagi. Langsung berangkat ke Jakarta untuk pelatihan. Dan saya akan kirim, insyaallah, ke Vietnam tanggal 1 sampai tanggal 8 September,” kata Sudirman.
Ia meminta para atlet memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menunjukkan kemampuan terbaik selama pertandingan. Sportivitas dan nilai-nilai olahraga juga menjadi bagian penting yang ditekankan kepada seluruh peserta.
Empat Tahun Kun Khmer Berkembang di Indonesia
PB FKKI menyebut perkembangan Kun Khmer di Indonesia telah memasuki tahun keempat. Dalam periode tersebut, federasi secara konsisten menggelar pertandingan sebagai bagian dari upaya membangun pembinaan atlet dan memperluas perkembangan olahraga tersebut di Indonesia.
Kejuaraan pertama dan kedua sebelumnya digelar di Bandung. Sementara Kejurnas ketiga dan keempat berlangsung di Makassar.
Menurut Ketua Umum PB FKKI, konsistensi penyelenggaraan kejuaraan menjadi bagian penting dalam membangun fondasi organisasi sekaligus membuka ruang bagi lahirnya atlet-atlet berprestasi.
Ia juga menyampaikan bahwa PB FKKI terus melakukan proses kelembagaan dan pembenahan organisasi agar Kun Khmer Indonesia memiliki posisi yang semakin kuat dalam ekosistem olahraga nasional.
PB FKKI saat ini juga tengah menjalani proses menuju keanggotaan KONI. Salah satu bagian dari proses tersebut adalah pemenuhan persyaratan organisasi dan rekam jejak kegiatan olahraga.
Prestasi di Kejuaraan Dunia
Perjalanan Kun Khmer Indonesia di level internasional juga menjadi bagian dari perkembangan olahraga tersebut. Dalam sambutannya, Sudirman menyebut atlet Indonesia telah mengikuti Kejuaraan Dunia Kun Khmer di Kamboja.
Pada Kejuaraan Dunia Kun Khmer keempat, Indonesia membawa pulang satu medali emas, satu perak dan dua perunggu.
Sementara pada Kejuaraan Dunia Kun Khmer kelima pada 2025, Indonesia kembali mencatatkan prestasi dengan membawa pulang dua medali emas, dua perak dan tiga perunggu.
Prestasi tersebut menjadi salah satu modal bagi PB FKKI untuk terus meningkatkan pembinaan atlet dan memperluas partisipasi Indonesia dalam kompetisi internasional.
Target Indonesia Open Kun Khmer
Selain mengikuti kompetisi internasional, PB FKKI juga menyiapkan agenda kejuaraan internasional di Indonesia. Salah satu rencana yang disampaikan Ketua Umum adalah penyelenggaraan Indonesia Open Kun Khmer pada akhir 2026.
Makassar disebut sebagai salah satu kandidat kuat untuk menjadi lokasi penyelenggaraan event tersebut. Selain Makassar, terdapat pula daerah lain yang menjadi kandidat tuan rumah.
PB FKKI juga menyebut adanya rencana penyelenggaraan Kejuaraan Dunia Kun Khmer ketujuh di Indonesia. Salah satu daerah yang telah menyampaikan ketertarikan menjadi tuan rumah adalah Padang, Sumatera Barat.
Technical Meeting Digelar Sebelum Pertandingan
Persiapan Kejurnas Kun Khmer IV dan Fight Day II telah dilakukan sejak Kamis malam, 13 Agustus 2026. Technical meeting dihadiri perwakilan camp dan menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh peserta memahami ketentuan pertandingan.
Selain technical meeting, panitia juga melakukan persiapan arena pertandingan. Sejumlah pekerja dan panitia terlihat memasang serta menyiapkan ring pertandingan pada malam sebelum kejuaraan dimulai.
Suasana persiapan tersebut menunjukkan kesibukan panitia dalam memastikan arena siap digunakan. Para perwakilan peserta juga mengikuti pembahasan teknis sebelum atlet memasuki arena pertandingan.
Pemeriksaan Kesehatan dan Penimbangan Atlet
Sebelum bertanding, atlet menjalani pemeriksaan kesehatan dan penimbangan berat badan. Proses tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 10.00 WITA.
Pemeriksaan menjadi bagian penting untuk memastikan kesiapan atlet sekaligus kesesuaian kelas pertandingan yang diikuti.
Setelah rangkaian pemeriksaan dan persiapan teknis, seluruh atlet dijadwalkan mengikuti upacara pembukaan yang berlangsung pada pukul 16.00 WITA.
Atlet Junior dan Senior Jadi Bagian Pembinaan
Kejurnas Kun Khmer IV juga memberikan ruang bagi atlet dari kategori junior dan senior. Kehadiran dua kelompok usia tersebut menjadi bagian dari strategi pembinaan berjenjang yang dilakukan PB FKKI.
Ketua Umum PB FKKI meminta atlet tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga menunjukkan karakter, disiplin dan sportivitas selama pertandingan.
Ia menilai kompetisi nasional seperti ini menjadi tempat penting untuk menemukan atlet yang memiliki kemampuan dan mental bertanding sebelum diberikan kesempatan tampil pada level internasional.
“Berkompetisilah dengan baik di sini, junjung tinggi sportivitas dan nilai-nilai olahraga,” pesan Sudirman kepada para atlet. (*)











