FOBIZ.ID, MAKASSAR – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) terus mendorong hilirisasi hasil riset agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPMU-PPUPIK) 2026, FKM Unhas menggelar pelatihan pembuatan jus belimbing wuluh bagi peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Diabetes Melitus di Puskesmas Kassi-Kassi, Makassar.
Program yang didanai Hibah Internal LPPM Unhas ini mengintegrasikan edukasi kesehatan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Selain memperoleh pendampingan kesehatan dan pemantauan kadar gula darah, peserta juga dibekali keterampilan memproduksi jus belimbing wuluh sebagai pangan fungsional yang berpotensi menjadi usaha rumahan.
Kepala Puskesmas Kassi-Kassi yang diwakili Kepala Tata Usaha, Anwar Ganing, S.Kep., Ns., M.Adm.Kes, mengapresiasi kolaborasi tersebut.
“Kami berharap sinergi ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak inovasi hasil penelitian perguruan tinggi yang dapat diimplementasikan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Ketua Tim Pengabdian, Prof. Dr. Ida Leida M., SKM., M.KM., MSc.PH, menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen Unhas dalam menghilirisasikan hasil penelitian agar tidak berhenti pada publikasi ilmiah.
“Produk yang kami perkenalkan telah melalui kajian ilmiah, pengujian laboratorium, serta uji keamanan pangan. Harapannya, inovasi ini tidak hanya meningkatkan kualitas hidup penyandang diabetes melitus, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai produk usaha yang memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” kata Prof. Ida Leida.
Selain pelatihan produksi jus, peserta juga mendapatkan materi kewirausahaan, mulai dari strategi pemasaran, pengelolaan keuangan sederhana, hingga peluang kemitraan dalam pengembangan produk berbasis inovasi kampus.
Program ini turut melibatkan mahasiswa FKM Unhas dalam pendampingan peserta, edukasi kesehatan, serta monitoring dan evaluasi. Ke depan, tim pengabdian akan melakukan kunjungan lanjutan untuk menilai perubahan pengetahuan, keterampilan, dan peluang pengembangan usaha peserta.
Melalui program ini, Universitas Hasanuddin menegaskan komitmennya menghadirkan inovasi berbasis sains yang tidak hanya mendukung kesehatan masyarakat, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan melalui pemberdayaan ekonomi.

Tinggalkan Balasan