Penulis: armansajamo1@gmail.com

  • KAFISPOLGAMA Soroti Strategi Hijau UMKM: Kolaborasi Alumni UGM Dorong Ekonomi Berkelanjutan di Tengah Krisis Iklim

    KAFISPOLGAMA Soroti Strategi Hijau UMKM: Kolaborasi Alumni UGM Dorong Ekonomi Berkelanjutan di Tengah Krisis Iklim

    Jakarta, Fobiz.id — PT Global Edukasi Talenta Inkubator (GETI) bersama Keluarga Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (KAFISPOLGAMA) menggelar forum diskusi strategis bertajuk TGIF – Think Grow Inspire Fridays: Special Saturday Session dengan tema “Menjawab Tantangan Perubahan Iklim dan Ekonomi Hijau: Perspektif Alumni dan Strategi UMKM Berkelanjutan.”  Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini menjadi ruang temu strategis antar alumni, akademisi, pelaku UMKM, dan komunitas dalam memperkuat peran UMKM sebagai pendorong utama transisi menuju ekonomi hijau yang inklusif dan berkeadilan.

    UMKM di Tengah Krisis Iklim dan Tantangan Akses Pasar

    UMKM Indonesia saat ini berada di persimpangan penting. Meski berkontribusi sebesar 61,07% terhadap PDB nasional (BPS, 2023), hanya 15,7% yang telah terhubung ke ekosistem digital. Di sisi lain, potensi pasar ekspor produk hijau sangat besar: laporan International Trade Centre (2022) memperkirakan nilai pasar produk berkelanjutan secara global akan mencapai USD 9 triliun pada tahun 2030.

    Namun tantangan besar masih membayangi: keterbatasan akses pada teknologi, pembiayaan, sertifikasi internasional, hingga pasar ekspor yang mensyaratkan keberlanjutan secara holistik.

    Forum ini menghadirkan tiga pembicara utama dengan latar belakang yang berbeda namun saling melengkapi:

    • Dia Mawesti (Project Manager Oxfam Indonesia) mengingatkan, “Perubahan iklim bukan pilihan, tapi realitas yang kita hadapi hari ini. Kita butuh ekonomi komunitas yang tangguh, adil, dan berbasis solidaritas.”
    • Ade Siti Barokah (Project Coordinator ENABLE) menggarisbawahi pentingnya dukungan ekosistem: “UMKM sudah banyak yang berinovasi secara sosial dan lingkungan. Tapi tanpa akses pasar dan regulasi yang berpihak, potensi ini akan terus terhambat.”

    Forum ini dipandu oleh Divera Wicaksono, GM Business Development & Partnership GETI, yang menegaskan tiga pokok strategis dari forum ini:

    1. Perlu disegerakan dialog strategis antar pemangku kepentingan,
    2. Mengidentifikasi solusi atas hambatan struktural UMKM,
    3. Membangun kolaborasi alumni–komunitas–industri untuk menjawab krisis iklim secara terstruktur dan berkelanjutan.

    Diskusi ini juga menyoroti pentingnya sinergi multipihak. Pemerintah berperan sebagai regulator utama untuk memfasilitasi akses UMKM terhadap sertifikasi produk berkelanjutan yang diakui pasar global. CSO (civil society organizations) berkontribusi pada peningkatan kapasitas produksi UMKM untuk memenuhi tiga K utama: Kualitas, Kuantitas, dan Kontinuitas. Sementara swasta diharapkan mengambil peran strategis di hilir dalam menjembatani produk UMKM dengan global buyer.

    Sebagai penutup, Amalia S. Prabowo, President Director ExportHub.id, menyampaikan refleksi penting dari praktik di lapangan:

    “Kolaborasi adalah kunci. Terlalu kompleks tahapan yang harus dilalui sebuah produk untuk bisa diekspor, mulai dari uji mutu, legalitas, hingga sertifikasi hijau. UMKM tidak bisa berjalan sendiri. Peran pemerintah sangat dibutuhkan untuk membuka akses regulasi dan sertifikasi global, CSO untuk memperkuat kapasitas produksi, dan swasta untuk menghubungkan produk kita ke pasar dunia.”

    📞 Informasi & Kontak Media:
    Nadia Ratna Ayu Anindita
    Manager of Business Development & Partnership – GETI
    📱 0877-7279-8116
    ✉️ nadia.anindita@geti.id

  • Mengenal ExportHub: Platform Ekspor Digital untuk UMKM Indonesia

    Mengenal ExportHub: Platform Ekspor Digital untuk UMKM Indonesia

    JAKARTA, FOBIZ.ID — Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Namun, meskipun jumlahnya dominan, pelaku UMKM masih menghadapi tantangan besar untuk menembus pasar ekspor. Kendala seperti keterbatasan akses informasi, minimnya pengetahuan tentang prosedur ekspor, hingga belum adanya jaringan internasional, menjadi hambatan utama.

    Melihat hal tersebut, ExportHub hadir sebagai platform digital yang menawarkan solusi terpadu bagi UMKM Indonesia untuk menembus pasar global. Dengan memanfaatkan teknologi dan pendekatan berbasis komunitas, ExportHub memfasilitasi pelaku usaha untuk terhubung langsung dengan pasar internasional secara lebih efisien. Memperluas akses pasar global kini bukan lagi hal yang mustahil bagi pelaku UMKM. ExportHub hadir sebagai jembatan digital untuk mendukung ekspor nasional.

    Ekosistem Digital untuk Ekspor

    ExportHub dirancang sebagai ekosistem digital yang menyatukan berbagai layanan pendukung ekspor, mulai dari edukasi, kurasi produk, konsultasi bisnis, hingga penyediaan akses ke marketplace global. Melalui pendekatan ini, pelaku UMKM tidak hanya diperkenalkan pada pasar luar negeri, tetapi juga dibimbing dalam setiap tahap ekspor, mulai dari legalitas hingga logistik.
    Salah satu keunggulan ExportHub adalah kolaborasinya dengan mitra strategis, termasuk lembaga sertifikasi, perusahaan logistik, serta marketplace internasional. Kolaborasi ini memungkinkan pelaku UMKM untuk mengakses dukungan ekspor dalam satu platform terintegrasi.

    Pemberdayaan Melalui Edukasi dan Sertifikasi

    Tak sekadar memfasilitasi akses pasar, ExportHub juga menekankan pentingnya edukasi dan peningkatan kompetensi pelaku UMKM. Melalui berbagai pelatihan daring dan luring, pengguna platform ini dibekali dengan pemahaman tentang regulasi ekspor, strategi pemasaran global, dan pemanfaatan teknologi digital dalam perdagangan internasional.

    Bersama mitra pelatihan seperti GeTI (Global Edukasi Talenta Inkubator), ExportHub turut mendukung pelaku usaha untuk mendapatkan sertifikasi profesi BNSP di bidang ekspor, logistik, dan pemasaran digital. Sertifikasi ini menjadi bekal penting untuk memastikan produk dan pelaku UMKM mampu bersaing di tingkat global.

    Digitalisasi UMKM untuk Daya Saing Global

    Digitalisasi menjadi kunci utama dalam meningkatkan daya saing UMKM di era global. ExportHub menjawab tantangan ini dengan menyediakan layanan berbasis teknologi yang terjangkau dan mudah diakses. Fitur-fitur seperti katalog produk digital, business matchmaking, hingga dashboard ekspor membantu pelaku UMKM mengelola dan memantau aktivitas ekspor secara real time.

    Melalui pendekatan inklusif dan adaptif, ExportHub mendorong UMKM untuk tidak hanya bertahan di pasar domestik, tetapi juga bertransformasi menjadi pemain global.

    Mendorong Ekspor UMKM Berbasis Teknologi

    Dengan visi “Ekspor untuk Semua”, ExportHub berkomitmen menjadikan ekspor sebagai peluang yang terbuka lebar, bukan hanya bagi perusahaan besar, tetapi juga bagi UMKM di pelosok negeri. Di tengah persaingan global yang semakin kompetitif, kehadiran platform seperti ExportHub menjadi angin segar bagi UMKM Indonesia untuk naik kelas dan mengibarkan produk lokal di panggung dunia.

  • Bukan Sekadar Komunitas, Chrysanthindo Buktikan Jadi “Sekolah Rahasia” Para Kreator Sukses!

    Bukan Sekadar Komunitas, Chrysanthindo Buktikan Jadi “Sekolah Rahasia” Para Kreator Sukses!

    Surabaya,Fobiz.id — Siapa sangka, dari sebuah konsultan F&B sederhana, Chrysanthindo kini menjelma jadi pusat pemberdayaan kreator digital paling bersinar di Indonesia. Di tengah derasnya arus media sosial, Chrysanths begitu mereka biasa disebut hadir membawa misi besar: membantu kreator pemula naik kelas dan membangun karier dari dunia konten.

    “Awalnya kami ingin bantu UMKM memasarkan produk mereka lewat konten. Tapi ternyata, yang paling butuh dibina justru para kreatornya,” ungkap Ezra Dwi Noveandis, Founder dan CEO Chrysanthindo. Melihat potensi besar di balik para kreator kecil, Ezra bersama Co-Founder Roland Rai Wiranatha (yang juga dikenal sebagai Chef Nata Decocow) memutar haluan: membentuk komunitas kreator dari nol.

    Bersama Steven sebagai Head of Administration, mereka menyusun program pembinaan yang bukan hanya mengajarkan cara membuat konten menarik, tapi juga membekali para kreator dengan pengetahuan seputar manajemen, strategi monetisasi, hingga kerja sama dengan brand. Hasilnya? Ratusan kreator nano dan mikro mulai merasakan dampak nyata: engagement naik, brand masuk, dan penghasilan bertambah.

    Tak berhenti di situ, Chrysanths juga meluncurkan Chrysanth Agency — lini profesional yang menjadi jembatan antara para kreator terpilih dengan UMKM serta brand-brand lokal. Inilah titik di mana komunitas bukan hanya tempat belajar, tapi juga “pintu rezeki” bagi mereka yang serius membangun karier di dunia digital.

    Puncaknya terjadi pada 3–4 Mei 2024 lalu, ketika Chrysanths menggelar 2 Days Private Class eksklusif yang hanya diikuti oleh 15 peserta terpilih. Berlangsung di Andzero, Surabaya, kelas ini menggabungkan teori dan praktik dalam format intensif selama dua hari. Para peserta dibekali ilmu terkini langsung dari para founder.

    Roland Rai Wiranatha membuka kelas dengan materi “Optimalisasi Multi Akun untuk Meningkatkan Pendapatan di TikTok”. Ia mengupas tuntas bagaimana satu kreator bisa memaksimalkan lebih dari satu akun untuk meraih penghasilan berlipat. Sementara Ezra membawakan topik yang tak kalah penting: “Pentingnya Sisi Psikologis dalam Sebuah Hook”. Materi ini membongkar bagaimana menciptakan pembuka konten yang benar-benar bikin penonton tak bisa skip.

    “Kalau serius, jadi kreator itu bisa menggantikan kerja kantoran. Nggak ada lagi cerita takut kena PHK. Gaji bisa di atas UMR, dapat produk gratis, bahkan bisa jalan-jalan dibayarin brand,” kata Ezra dengan penuh semangat.

    Pesan yang dibawa oleh Chrysanthindo sederhana namun kuat: siapa pun bisa jadi kreator, asal mau belajar dan punya komunitas yang tepat. Dengan pendekatan yang modern, fun, dan penuh strategi, Chrysanths tidak hanya melahirkan kreator mereka mencetak profesional masa depan di industri digital.

    Kini, Chrysanths bukan sekadar komunitas. Mereka adalah “kampus” bagi kreator pemula, “jembatan” menuju brand ternama, dan “gerbang” menuju karier digital yang menjanjikan. Siap jadi bagian dari generasi kreator yang sukses dari passion?

  • TERIMA KASIH TUHAN, Lagu Rohani Ungkapan Syukur yang Dinyanyikan Debby Peony

    TERIMA KASIH TUHAN, Lagu Rohani Ungkapan Syukur yang Dinyanyikan Debby Peony

    Yogyakarta, Fobiz.id – Sebuah karya lagu rohani terbaru bertajuk “Terima Kasih Tuhan” resmi dirilis pada 20 April 2025, menambah khazanah musik rohani Indonesia. Lagu ini dinyanyikan oleh Debby Peony dengan syair karya Stientje Sendow, lagu ciptaan Soni Sumarsono, dan aransemen oleh Jenira.

    Lagu “Terima Kasih Tuhan” mengusung tema syukur dan kepercayaan kepada Tuhan dalam segala langkah hidup. Dalam syairnya, lagu ini menggambarkan pengalaman spiritual seseorang yang merasakan kedekatan dan kesetiaan Tuhan dalam setiap doa dan perjalanan hidup. Lirik seperti “Tak pernah sekalipun Kau kecewakanku” dan “Hanya Engkau yang kuhandalkan” menjadi inti pesan dari lagu ini.

    Proses produksi video musik dilakukan di Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran, Bantul – sebuah lokasi yang sarat makna religius dan spiritualitas. Sentuhan estetika turut diperkuat oleh make up dan penataan rambut dari Bernadia Salon.

    Visualisasi lagu ditangani oleh Andrey Arif selaku videografer, dengan proses penyuntingan dilakukan oleh Andrey Arif bersama Efriani Suganda. Keterlibatan para profesional ini menjadikan penyajian lagu “Terima Kasih Tuhan” tidak hanya menyentuh secara musikal, namun juga secara visual.

     

     

    Lagu ini menjadi persembahan rohani yang menguatkan iman serta menjadi pengingat akan kasih setia Tuhan yang tak pernah mengecewakan, sebagaimana tergambar dalam bagian reff-nya:

    “Kemanapun kakiku melangkah
    Engkau tiang awan dan apiku
    Tak pernah sedetik aku bimbang
    Hanya Engkau yang kuhandalkan.”

    Dengan kehadiran “Terima Kasih Tuhan”, para pecinta musik rohani kembali disuguhi karya yang menyejukkan jiwa dan mempertegas keyakinan akan penyertaan Tuhan dalam setiap musim kehidupan.

  • Di Tengah Ketidakpastian Pasar, Aural Jihad Soroti Peluang dan Resiko Akibat Perang Tarif

    Di Tengah Ketidakpastian Pasar, Aural Jihad Soroti Peluang dan Resiko Akibat Perang Tarif

    FOBIZ.ID – Dalam wawancara melalui sambungan telepon, analis investasi Aural Jihad membagikan pandangannya dengan Fobiz. Berbekal pengalaman di bidang riset investasi global dan pengelolaan aset digital untuk beberapa family office dan hedge fund, Aural memberikan pandangan mendalam terkait dampak kebijakan tarif impor Amerika Serikat terhadap iklim investasi global.

    Sejak tertundanya penerapan tarif resiprokal oleh Trump pada 9 April 2024, ketegangan antara Amerika Serikat dan China semakin meningkat. Tarif resiprokal yang merujuk 54% pada produk-produk asal China dan beberapa daftar kenaikan tarif terhadap negara di Asia dan Eropa, menyebabkan timbulnya kepanikan dan kekhawatiran secara global.

    Menangapi situasi perang dagang antara Amerika Serikat dan China, Aural menekankan pentingnya pendekatan investasi berbasis fundamental untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi.

    “Fluktuasi pasar yang dipicu oleh kebijakan politik biasanya bersifat sementara. Investor perlu kembali fokus pada analisis fundamental untuk membuat keputusan yang rasional,” ujar Aural

    Meskipun begitu Aural turut memberikan saran evaluasi risiko lebih lanjut bagi investor jangka pendek, terkhususnya yang berinvestasi di pasar obligasi Amerika Serikat.

    “Jika melihat pada bulan ini, pasar saham Amerika Serikat sudah mengalami koreksi sebesar -3%, dan suku bunga jangka pendek turut berfluktuasi secara signifikan” pungkasnya.

    Mengutip laporan International Monetary Fund (IMF), Aural menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi global turut terdampak dan diprediksikan menurun menjadi 2,8% pada tahun 2025, salah satunya didorong oleh faktor ketegangan perdagangan. Ia menilai kondisi ini disisi lain berpeluang mendorong pergeseran arus investasi ke pasar negara berkembang seperti India, Brasil, maupun Indonesia.

    Dalam penutup pembicaraan, Aural kembali menegaskan bahwa adaptabilitas dan ketelitian dalam melakukan analisis berbasis data akan menjadi faktor penentu dalam menghadapi ketidakpastian pasar.

    “Ketidakpastian akan selalu hadir di pasar, dan hal itulah yang membentuk pasar. Yang menjadi penentu adalah sejauh mana kita mampu membaca peluang dan mengelola risiko secara proporsional dan rasional,” tutupnya.

    Melalui pendekatan berbasis riset dan edukasi, upaya membangun komunitas investor yang lebih cerdas, rasional, dan siap menghadapi dinamika ekonomi global kini menjadi semakin relevan. Di tengah perubahan cepat dalam lanskap keuangan, investasi berbasis fundamental menjadi fondasi penting untuk membangun keputusan yang lebih berkelanjutan.

  • Kumas Adjie, Menari dengan Akar, Menginspirasi Lewat Gerak

    Kumas Adjie, Menari dengan Akar, Menginspirasi Lewat Gerak

    FOBIZ.ID – Di tengah geliat perkembangan seni modern, nama M. Fadjriansyah Kumara atau akrab disapa Kumas Adjie mencuri perhatian publik. Penari pria lulusan Universitas Negeri Padang ini berhasil menembus stereotip dan menghadirkan tarian Minangkabau ke panggung nasional maupun internasional, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk bangga akan akar budaya.

    Sejak kecil, Fadjri putra dari Negeri Laskar Pelangi yang menekuni studi Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik telah menunjukkan kecintaan pada tari tradisional. Dengan mendalami filosofi silat Minangkabau, ia memadukan kekuatan dan keanggunan dalam setiap gerakan.

    “Silat mengajarkan saya nilai hidup; tari adalah wujudnya,” ujarnya.

    “Setiap gerakan tari adalah cerita, dan setiap cerita adalah kekuatan yang mampu menggerakkan dunia,” ujar Fadjri, menyuarakan keyakinannya bahwa seni bukan hanya tentang keindahan fisik, tetapi tentang menggali kedalaman makna yang bisa menginspirasi banyak orang.

    Prestasi Kumas Adjie kian gemilang setelah dipercaya menjadi koreografer kontingen Universitas Andalas pada ajang PEKSIMINAS 2020, dan sukses meraih Juara 1 Nasional kategori Seni Tarii.

    “Menari bukan kelemahan. Menari adalah kekuatan. Ia membutuhkan keberanian untuk membuka diri, konsistensi untuk melatih jiwa dan raga, dan keyakinan bahwa apa yang kamu lakukan punya makna,” ungkap Fadjri.

    Sebagai konten kreator, Fadjri memanfaatkan platform Instagram dan TikTok untuk menebarkan kecintaan pada budaya Minangkabau melalui video kreatif yang menggabungkan cerita, gerak, dan musik tradisional. Lewat karyanya yang berjudul “KUMARA”, ia juga mengangkat isu psikologis anak korban perceraian, menunjukkan bahwa tari dapat menjadi alat penyembuhan dan pemberdayaan.

    “Jangan pernah merasa kecil hanya karena kita berasal dari daerah. Dari tempat kita berdiri, kita bisa mengguncang dunia dengan seni dan budaya kita,” tambahnya, mendorong anak muda untuk tidak membatasi impian mereka hanya karena asal-usul atau latar belakang.

    Dengan langkah mantap, Kumas Adjie membuktikan bahwa seni tradisional bukan hanya warisan masa lalu, melainkan energi masa depan. Ia mengajak generasi muda untuk menari bersama akar budaya, merajut identitas, dan menjadi agen perubahan.

    “Mimpi itu tak terbatas. Beranilah melangkah, karena dalam setiap langkah tari, kita tak hanya bergerak, tapi juga menulis sejarah.”

  • Mengenal Dista Ananda, Penyanyi Muda Klaten yang Rilis Single Perdana “Misah Misuh”

    Mengenal Dista Ananda, Penyanyi Muda Klaten yang Rilis Single Perdana “Misah Misuh”

    Klaten, Fobiz.id – Dunia musik Tanah Air kembali kedatangan talenta muda berbakat. Dista Ananda, penyanyi asal Klaten yang lahir pada 9 Januari 2005, resmi merilis single perdananya berjudul Misah Misuh. Lagu ini merupakan karya Ronald Dewa Hutomo Putro yang dikenal dengan gaya penulisan lirik lugas dan penuh makna kehidupan sehari-hari.

    Misah Misuh merupakan lagu bergenre pop-jawa yang liriknya memotret kebiasaan manusia modern yang kerap mengeluh dalam segala situasi. Dalam setiap bait, tersirat sindiran halus bagi mereka yang hidup tanpa rasa syukur, entah dalam keadaan susah maupun senang.

    Lirik lagu ini penuh pengulangan frasa “misah misuh”, menggambarkan rutinitas sehari-hari yang dipenuhi keluhan tanpa introspeksi diri. Reff-nya mengajak pendengar untuk merenung:

    > “Sakbendino isine mung sombat sambat, Ora tau bersyukur ora tau sabar…”
    Sebuah pesan sederhana namun kuat tentang pentingnya bersyukur dan sabar dalam menjalani hidup.

    Di balik karya perdananya ini, tersimpan perjalanan hidup yang tidak mudah. Dista Ananda, yang memiliki nama asli Dista Anggraini Novianing Ayu, tumbuh tanpa kehadiran sosok ayah sejak bayi. Sejak kecil, ia sudah terbiasa mandiri dan mulai mengenal dunia seni sejak duduk di bangku sekolah dasar.

    “Awalnya saya ikut lomba macapat waktu SD dan juara satu. Dari situ, saya merasa nyaman di dunia seni, apalagi nyanyi,” kenangnya.

    Ketertarikannya terhadap musik terus berkembang. Selama masa sekolah dasar hingga SMP, Dista aktif mengikuti pelatihan vokal. Saat memasuki jenjang SMK, ia mulai mendapatkan kesempatan tampil dalam berbagai job musik, yang kemudian memperkuat jalannya menuju dunia profesional.

    Kini, melalui Misah Misuh, Dista ingin menyuarakan suara generasi muda yang sering merasa terjebak dalam rutinitas dan tekanan hidup. Ia juga membawa pesan inspiratif bahwa latar belakang bukanlah penghalang untuk berkarya.

    “Jangan merasa lemah dan menyerah hanya karena peran ayah tidak pernah kuterima,” ujar Dista tegas, membagikan semangat kepada sesama anak muda yang mungkin mengalami hal serupa.

    Single Misah Misuh menjadi penanda awal perjalanan Dista Ananda di industri musik Indonesia, sekaligus pembuktian bahwa dari luka bisa lahir karya yang menginspirasi.

    Tags: Dista Ananda, Misah Misuh, Ronald Dewa Hutomo Putro, penyanyi muda, musik Indonesia, Klaten, lagu Jawa, musisi muda Indonesia, inspirasi anak muda, single perdana

  • Gadai Sakti: Jasa Gadai Aman, Mudah, Cepat & Terpercaya

    Gadai Sakti: Jasa Gadai Aman, Mudah, Cepat & Terpercaya

    Jakarta, Fobiz.id – Bisnis gadai terus menarik minat masyarakat, sebagaimana dibuktikan oleh peningkatan jumlah perusahaan pegadaian di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

    Kehadiran bisnis gadai yang dikelola oleh swasta bertujuan memberikan alternatif layanan finansial bagi calon nasabah, dengan menyediakan jasa gadai untuk barang-barang berharga seperti emas, kendaraan bermotor serta barang elektronik seperti HP dan laptop, melalui proses yang cepat dan mudah.

    Salah satu pegadaian swasta yang kini semakin diminati Masyarakat adalah Gadai Sakti, yang menawarkan pinjaman dengan jaminan tinggi serta prosedur yang lebih sederhana dan cepat dibandingkan perusahaan pegadaian lainnya. Strategi promosi berupa bunga yang kecil dengan tenggat waktu tebus 7 hari, 15 hari, dan 30 hari menjadi daya tarik efektif untuk menarik calon nasabah.

    Gadai Sakti menawarkan taksiran tinggi dan proses cepat dengan harapan dapat membantu masyarakat. Nasabah cukup datang dengan membawa barang yang ingin digadai, lalu setelah dilakukan penaksiran, mereka dapat langsung membawa pulang uang.

    Sebagai solusi pembiayaan cepat, Gadai Sakti hadir untuk membantu masyarakat yang membutuhkan dana mendesak namun memiliki kemampuan untuk segera melunasinya.

    Gadai Sakti adalah anggota dari PT Nusantara Sakti Group dan telah memiliki cabang yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Selain mengantongi izin resmi dari OJK, Gadai Sakti juga dikenal kreatif dalam menarik nasabah dengan menawarkan kemudahan, proses yang cepat, dan keamanan terjamin.

    Selain itu, Gadai Sakti kerap aktif dalam promosi digital, salah satunya melalui website yang dilengkapi dengan fitur Cek Taksiran Barang Online. Fitur ini memungkinkan nasabah untuk mengetahui perkiraan harga barang yang akan digadai sebelum datang ke outlet.

    Gadai Sakti telah mengalami perkembangan yang pesat, dengan jumlah nasabah yang kini mencapai ribuan. Pertumbuhan yang cepat ini didukung oleh penerapan aturan yang jelas terhadap barang yang digadaikan.

    Selain itu, sejak tahun 2020, Gadai Sakti telah mengantongi izin resmi dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

  • Lebih Dekat dengan Caca Lolita: Musisi Muda Klaten yang Siap Bersinar di Belantika Musik Indonesia dengan membawa Dangdut Jawa Modern

    Lebih Dekat dengan Caca Lolita: Musisi Muda Klaten yang Siap Bersinar di Belantika Musik Indonesia dengan membawa Dangdut Jawa Modern

    Klaten, Fobiz.id — Dunia Musik Indonesia khususnya Jawa mendapat warna baru dengan hadirnya Caca Lolita, penyanyi muda asal Klaten yang resmi meluncurkan single debut berjudul Muntir. Tidak hanya mengenalkan karya pertamanya, Caca juga memperkenalkan dirinya secara personal kepada publik sebagai sosok musisi muda yang penuh semangat, konsisten, dan berbakat.

    Anarima Nurmawati atau sering disapa dengan nama Caca Lolita lahir di Klaten, 28 Maret 2004. Sejak kecil, ia sudah menunjukkan ketertarikan besar terhadap musik. Meski baru memulai karier profesional pada usia 15 tahun, kecintaannya pada dunia tarik suara telah tumbuh sejak dini. Baginya, musik bukan sekadar hiburan, melainkan alat untuk menjaga semangat, mengingat tujuan hidup, dan mengangkat suasana hati.

    Kini, di tengah aktivitasnya sebagai mahasiswa Universitas Terbuka Yogyakarta, Caca terus mengasah kemampuannya sebagai penyanyi. Ia percaya bahwa pendidikan dan musik bisa berjalan beriringan. “Musik bagi saya adalah ruang untuk mengekspresikan diri dan menguatkan motivasi, baik dalam berkarya maupun menjalani kehidupan sehari-hari,” ujar Caca.

    Karier menyanyinya tak lepas dari prestasi yang pernah ia raih. Ia berhasil meraih Juara 2 lomba menyanyi tingkat SMK Muhammadiyah se-Kabupaten Klaten pada tahun 2021 dan Juara 3 tingkat Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2022. Penghargaan tersebut menjadi pijakan penting dalam proses tumbuhnya sebagai artis yang siap melangkah lebih jauh.

    Lagu Muntir yang dirilis pada 15 April 2025 di seluruh platform musik digital menjadi penanda debutnya di industri musik. Lagu berbahasa Jawa ini merupakan ciptaan Ronald Dewa Hutomo Putro dan menyuarakan kisah cinta yang gagal karena kehadiran orang ketiga. Caca menyanyikannya dengan penghayatan kuat, menjadikan lagu ini bukan sekadar curahan hati, tetapi juga karya yang sarat emosi dan kedalaman.

    Video klip Muntir bisa disaksikan melalui kanal YouTube IRAMA Production. Visualisasi yang sederhana namun menyentuh semakin memperkuat pesan yang dibawa lagu ini.

    Melalui Muntir, Caca Lolita tak hanya menunjukkan kualitas vokalnya, tapi juga memantapkan personal branding-nya sebagai musisi yang jujur, berkarakter, dan konsisten membawa warna lokal dalam karya-karyanya. Ia hadir sebagai representasi generasi muda yang berani bermimpi, bekerja keras, dan tetap membumi.

    Caca berharap kehadirannya di dunia musik bisa menjadi inspirasi bagi banyak anak muda lain yang tengah merintis jalan mereka. “Saya ingin karya saya menjadi pengingat bahwa setiap orang punya cerita yang layak didengar, dan musik adalah salah satu cara terbaik untuk menyampaikannya,” tutupnya.

    Penulis : Ali Mahfudh

  • PHRI BPC Kota Malang Gelar Pertemuan Rutin dan Buka Bersama Anak-Anak Pejuang Mimpi

    PHRI BPC Kota Malang Gelar Pertemuan Rutin dan Buka Bersama Anak-Anak Pejuang Mimpi

    Malang, FOBIZ.ID– Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) BPC Kota Malang menggelar pertemuan rutin yang diakhiri dengan acara buka bersama anak-anak Pejuang Mimpi. Acara ini diawali dengan penampilan fashion show dari anak-anak Pejuang Mimpi, yang menambah semarak suasana kebersamaan dalam rangkaian kegiatan tersebut.

    Ketua BPD PHRI Jawa Timur, Dwi Cahyono, dalam sambutannya menyoroti dampak kebijakan efisiensi anggaran pemerintah terhadap industri perhotelan. Menurutnya, kebijakan tersebut belum sepenuhnya terlihat pengaruhnya, namun pada periode Januari-Februari tercatat ada pembatalan pemesanan kamar hotel sebesar 10%-15%.

    “Meski demikian, pelaku industri perhotelan harus dapat merespons kebijakan ini dengan strategi yang tepat, mengingat kontribusi pemerintah terhadap pendapatan hotel cukup besar, yakni berkisar 30%-50%,” ungkapnya.

    Ia juga menegaskan pentingnya sektor pariwisata untuk dijadikan sebagai program prioritas pemerintah. Hal ini mengingat negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand telah menjadikan pariwisata sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi. “Industri ini memiliki multiplier effect yang luas dan langsung dirasakan oleh masyarakat, sehingga harus mendapat dukungan penuh dari pemerintah,” tambahnya.

    Sementara itu, Ketua PHRI Kota Malang, Agoes Basoeki, turut mengungkapkan bahwa kebijakan efisiensi anggaran yang tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) No 1 Tahun 2025 berdampak signifikan terhadap sektor perhotelan di Kota Malang. Salah satu dampak yang paling terasa adalah berkurangnya anggaran untuk rapat dan berbagai kegiatan yang sebelumnya sering dilakukan di hotel.

    “Penurunan pemanfaatan ruang pertemuan akibat kebijakan ini berdampak besar pada pendapatan dan operasional hotel, terutama yang bergantung pada sektor MICE (Meetings, Incentive, Convention, and Exhibition),” jelas Agoes Basoeki.

    Selain membahas isu industri perhotelan, acara ini juga diisi dengan tausiah bertema Bersinergi Menuju Kemenangan di Bulan Ramadhan yang disampaikan oleh Sertu M. Busri, S. Kep., Ners dari RS TNI AD Bhirawa Bhakti Malang. Dalam ceramahnya, ia mengajak para peserta untuk melakukan introspeksi diri selama bulan Ramadhan, serta menekankan pentingnya melaksanakan ibadah sunnah seperti sholat dhuha dan bersyukur atas berkah yang diterima. Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan selama menjalani ibadah puasa.

    Acara ditutup dengan buka puasa bersama yang berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan. Momen ini menjadi ajang silaturahmi antara anggota PHRI dan anak-anak Pejuang Mimpi, sekaligus mempererat hubungan antara industri perhotelan dengan masyarakat sekitar.