Jakarta, Fobiz.id — PT Global Edukasi Talenta Inkubator (GETI) bersama Keluarga Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (KAFISPOLGAMA) menggelar forum diskusi strategis bertajuk TGIF – Think Grow Inspire Fridays: Special Saturday Session dengan tema “Menjawab Tantangan Perubahan Iklim dan Ekonomi Hijau: Perspektif Alumni dan Strategi UMKM Berkelanjutan.” Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini menjadi ruang temu strategis antar alumni, akademisi, pelaku UMKM, dan komunitas dalam memperkuat peran UMKM sebagai pendorong utama transisi menuju ekonomi hijau yang inklusif dan berkeadilan.
UMKM di Tengah Krisis Iklim dan Tantangan Akses Pasar
UMKM Indonesia saat ini berada di persimpangan penting. Meski berkontribusi sebesar 61,07% terhadap PDB nasional (BPS, 2023), hanya 15,7% yang telah terhubung ke ekosistem digital. Di sisi lain, potensi pasar ekspor produk hijau sangat besar: laporan International Trade Centre (2022) memperkirakan nilai pasar produk berkelanjutan secara global akan mencapai USD 9 triliun pada tahun 2030.
Namun tantangan besar masih membayangi: keterbatasan akses pada teknologi, pembiayaan, sertifikasi internasional, hingga pasar ekspor yang mensyaratkan keberlanjutan secara holistik.
Forum ini menghadirkan tiga pembicara utama dengan latar belakang yang berbeda namun saling melengkapi:
- Dia Mawesti (Project Manager Oxfam Indonesia) mengingatkan, “Perubahan iklim bukan pilihan, tapi realitas yang kita hadapi hari ini. Kita butuh ekonomi komunitas yang tangguh, adil, dan berbasis solidaritas.”
- Ade Siti Barokah (Project Coordinator ENABLE) menggarisbawahi pentingnya dukungan ekosistem: “UMKM sudah banyak yang berinovasi secara sosial dan lingkungan. Tapi tanpa akses pasar dan regulasi yang berpihak, potensi ini akan terus terhambat.”
Forum ini dipandu oleh Divera Wicaksono, GM Business Development & Partnership GETI, yang menegaskan tiga pokok strategis dari forum ini:
- Perlu disegerakan dialog strategis antar pemangku kepentingan,
- Mengidentifikasi solusi atas hambatan struktural UMKM,
- Membangun kolaborasi alumni–komunitas–industri untuk menjawab krisis iklim secara terstruktur dan berkelanjutan.
Diskusi ini juga menyoroti pentingnya sinergi multipihak. Pemerintah berperan sebagai regulator utama untuk memfasilitasi akses UMKM terhadap sertifikasi produk berkelanjutan yang diakui pasar global. CSO (civil society organizations) berkontribusi pada peningkatan kapasitas produksi UMKM untuk memenuhi tiga K utama: Kualitas, Kuantitas, dan Kontinuitas. Sementara swasta diharapkan mengambil peran strategis di hilir dalam menjembatani produk UMKM dengan global buyer.
Sebagai penutup, Amalia S. Prabowo, President Director ExportHub.id, menyampaikan refleksi penting dari praktik di lapangan:
“Kolaborasi adalah kunci. Terlalu kompleks tahapan yang harus dilalui sebuah produk untuk bisa diekspor, mulai dari uji mutu, legalitas, hingga sertifikasi hijau. UMKM tidak bisa berjalan sendiri. Peran pemerintah sangat dibutuhkan untuk membuka akses regulasi dan sertifikasi global, CSO untuk memperkuat kapasitas produksi, dan swasta untuk menghubungkan produk kita ke pasar dunia.”
📞 Informasi & Kontak Media:
Nadia Ratna Ayu Anindita
Manager of Business Development & Partnership – GETI
📱 0877-7279-8116
✉️ nadia.anindita@geti.id












