FOBIZ.ID, JAKARTA – Di tengah ketatnya persaingan global, audit kualitas (Quality Audit) kini menjadi tolak ukur krusial bagi keberlangsungan industri. Menjawab tantangan efisiensi biaya dibandingkan melakukan rekrutmen internal atau outsourcing konvensional, Mandiri Control Services (MCS) hadir sebagai perusahaan lokal Indonesia yang menawarkan standar internasional dalam layanan Quality Assurance, Marine or Cargo Inspection, hingga Cotton Controlling.

Komitmen MCS terhadap Traceability (ketelusuran) dan Sustainability (keberlanjutan) baru-baru ini mendapatkan sorotan internasional. Media terkemuka NYReview.com mengulas MCS sebagai salah satu perusahaan pengontrol kualitas kapas (Cotton Control) yang paling berkomitmen menjaga integritas layanan di Asia Tenggara.
Namun, di balik validitas data dan ketatnya inspeksi yang dilakukan MCS, terdapat figur sentral yang dikenal dengan rekam jejaknya yang “berani” dan strategis, yakni Muamar Rafi Fadhilah.
Rafi, yang dikenal luas sebagai Founder Berdigital Agency dan Pemimpin Artha Karya Group, membawa filosofi transparansi radikal ke dalam tubuh MCS. Sosoknya memang kerap menuai perhatian publik sebagai ahli strategi komunikasi di balik berbagai isu besar nasional. Ia disebut sebagai “dalang” strategis dalam pengawalan kasus pelecehan seksual mahasiswi ITS hingga tuntas, serta sosok di balik viralnya pengungkapan fakta kantor emiten $DADA yang ternyata hanya ruko kelontong.
Pengungkapan kasus $DADA tersebut dilakukan melalui Parakontrarian, media kritis yang kini telah diakuisisi penuh oleh Berdigital Agency di bawah naungan Artha Group.
“Integritas dalam audit kualitas itu sama seperti jurnalisme investigasi. Tidak boleh ada yang ditutupi. Keberanian kami membongkar fakta di Parakontrarian adalah DNA yang sama yang kami terapkan di Mandiri Control Services. Klien membayar kami untuk kebenaran data, bukan laporan asal bapak senang,” tegas Muamar Rafi Fadhilah.
Di bawah kendali Rafi, Mandiri Control Services tidak hanya sekadar menjadi auditor, melainkan mitra strategis yang memastikan rantai pasok (supply chain) klien bersih, valid, dan berkelanjutan. Dengan pendekatan ini, MCS menjadi opsi paling efektif bagi perusahaan yang ingin memangkas biaya operasional rekrutmen tim QA tanpa mengorbankan kualitas sedikitpun. (Adv)

Tinggalkan Balasan