Wastra Ramah Lingkungan Polipangkep Diserbu Pengunjung, Cocodye Tuai Apresiasi di HUT Dekranas 2026

 

FOBIZ.ID, MAKASSAR  – Cocodye produk wastra ramah lingkungan hasil riset Politeknik Pertanian Negeri Pangkep (Polipangkep), menjadi salah satu daya tarik utama dalam Pameran Kriya dan Wastra Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) yang berlangsung di Atrium Trans Studio Mall (TSM) Makassar, 9–12 Juli 2026.

Pameran yang merupakan rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan HUT ke-46 Dekranas itu menghadirkan sekitar 200 stan dari berbagai daerah di Indonesia. Sebanyak 158 stan di antaranya diisi oleh Dekranasda provinsi, kabupaten, dan kota, serta kementerian, lembaga, dan mitra strategis yang menampilkan produk kriya, wastra Nusantara, fesyen etnik, hingga berbagai kerajinan unggulan daerah.

Di antara ratusan peserta, stan Polipangkep menjadi salah satu yang paling ramai dikunjungi. Pengunjung memadati booth untuk melihat berbagai produk wastra, seperti kain, syal, busana, dan tas yang menggunakan pewarna alami berbahan limbah sabut kelapa.

Ketua Tim Riset Cocodye Polipangkep, Zulfitriany D. Mustaka, mengatakan antusiasme masyarakat terhadap inovasi tersebut melampaui ekspektasi tim peneliti.

“Kami benar-benar tidak menyangka mendapat apresiasi sebesar ini. Ibu Alia Febyani Prabandari Jumhur Hidayat bersama jajaran berkunjung ke booth kami, berdiskusi cukup lama mengenai proses pewarnaan alami, bahkan ikut mencoba proses pewarnaan. Dukungan seperti ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan industri fesyen yang ramah lingkungan berbasis hasil riset,” kata Zulfitriany.

Menurut Ketua Tim Riset Sekaligus sebagai Pengurus Dekranasda Provinsi Sulsel Bidang Wirausaha Baru tersebut, Cocodye merupakan hasil riset yang memanfaatkan limbah sabut kelapa sebagai bahan baku pewarna alami untuk tekstil. Inovasi tersebut tidak hanya menghasilkan warna alami yang khas, tetapi juga menjadi upaya mendukung ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai tambah.

Selain mendapat perhatian dari jajaran Seruni Kabinet Merah Putih, stan Polipangkep juga dikunjungi Ketua Dekranasda Sulawesi Selatan, Naoemi Octarina. Dalam kunjungannya, Naoemi membeli salah satu kain hasil pewarnaan alami Cocodye sebagai bentuk dukungan terhadap produk inovasi lokal.

Alia Febyani Prabandari Jumhur Hidayat, istri Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Mohammad Jumhur Hidayat, menilai inovasi yang dikembangkan Polipangkep menunjukkan bahwa hasil riset perguruan tinggi dapat menjawab tantangan industri fesyen yang lebih ramah lingkungan.

“Inovasi seperti Cocodye menunjukkan bahwa kreativitas berbasis riset mampu melahirkan produk fesyen yang ramah lingkungan sekaligus memiliki nilai jual tinggi. Inovasi seperti ini perlu terus didorong agar semakin banyak pelaku UMKM menerapkan konsep pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Alia.

Sementara itu, Ketua Harian TP PKK Sulawesi Selatan, Melani Simon, mengatakan penyelenggaraan pameran di pusat perbelanjaan modern merupakan strategi untuk memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM dan industri kriya daerah.

“Kami berharap penyelenggaraan di Trans Studio Mall mampu menjangkau lebih banyak masyarakat. Produk-produk unggulan seperti wastra inovatif dari Polipangkep membuktikan bahwa karya daerah memiliki kualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” ujar Melani.

Menurut Melani, pameran tersebut tidak hanya menjadi ajang promosi produk kerajinan Nusantara, tetapi juga membuka peluang kolaborasi antara pelaku usaha, peneliti, dan pemerintah dalam memperkuat daya saing industri kreatif Indonesia.

Kehadiran Cocodye dalam ajang nasional itu menjadi bukti bahwa inovasi berbasis riset dari perguruan tinggi vokasi mampu menghasilkan produk yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga mendukung pelestarian lingkungan melalui pemanfaatan limbah sebagai bahan baku industri wastra berkelanjutan.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *