FOBIZ.ID, MAKASSAR – Lomba 17 Agustus yang identik dengan gang sempit, lapangan kampung, dan riuh warga kini dibawa ke pusat perbelanjaan. NIPAH PARK mengemas sejumlah permainan tradisional dalam kampanye “NIPAH Kampung Merdeka” pada 28–30 Agustus 2026.
Konsep tersebut menghadirkan berbagai lomba khas perayaan kemerdekaan, mulai dari tarik tambang, bakiak, makan kerupuk, lari kelereng, balap karung hingga memasukkan pensil ke dalam botol.
Ada pula lomba baca puisi, menyanyi, parade kemerdekaan dan TikTok Dance Challenge.
NIPAH PARK menyebut konsep tersebut sebagai upaya membawa kembali suasana kampung ke tengah kehidupan masyarakat urban Makassar. Namun, kemasan ini juga menunjukkan bagaimana tradisi perayaan 17 Agustus kini ikut bergeser menjadi bagian dari atraksi di ruang komersial.
Operational Manager NIPAH PARK & Office, Andi Muhammad Imam Rafsanjani, mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang perayaan yang bisa diikuti berbagai kelompok masyarakat.
“NIPAH PARK ingin menjadi ruang yang mendukung masyarakat dalam merayakan kemerdekaan dengan cara yang dekat dan menyenangkan,” ujarnya.
Menurut dia, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang berkumpul sekaligus menciptakan memori bersama.
Di sisi lain, konsep “kampung” yang dihadirkan di dalam pusat perbelanjaan menarik untuk dilihat dari sisi lain. Jika dahulu lomba 17 Agustus tumbuh secara organik dari inisiatif warga, kini suasana serupa dikemas secara terencana di ruang publik milik kawasan komersial.
Lomba tradisional yang biasanya berlangsung sederhana di lingkungan permukiman, lengkap dengan tawa, sorakan dan gotong royong warga, kini hadir sebagai bagian dari program pusat perbelanjaan dengan hadiah puluhan juta rupiah.
Meski demikian, NIPAH PARK menilai kegiatan tersebut tetap dapat menjadi ruang interaksi masyarakat. Pengunjung tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga dapat menyaksikan atau terlibat dalam berbagai pertandingan.
“Tidak hanya peserta lomba, pengunjung NIPAH PARK juga dapat turut menyaksikan berbagai pertandingan dan keseruan yang berlangsung selama rangkaian acara,” kata Imam.
NIPAH Kampung Merdeka juga menyasar anak-anak, sekolah, komunitas hingga instansi. Pendaftaran peserta dibuka secara daring melalui akun Instagram @nipahpark hingga 25 Agustus 2026.
Rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung pada 28–30 Agustus 2026.
Pada akhirnya, “NIPAH Kampung Merdeka” bukan sekadar soal menghidupkan kembali nostalgia lomba 17 Agustus. Program ini juga memperlihatkan bagaimana simbol, permainan, dan memori kolektif masyarakat kini semakin mudah masuk ke dalam kemasan ruang komersial.
Pertanyaannya, ketika suasana kampung dipindahkan ke pusat perbelanjaan, apakah yang benar-benar dihidupkan kembali adalah tradisinya, atau sekadar nostalgianya?

Tinggalkan Balasan