FOBIZ.ID, MAKASSAR – Di tengah meningkatnya kesadaran terhadap isu lingkungan, sebuah gerakan baru lahir dari ruang ibadah. Bosowa Peduli meluncurkan program “Teba untuk Masjid”, sebuah inisiatif yang menghadirkan wajah baru pengelolaan sampah organik berbasis komunitas. Program ini dimulai dari Masjid Nur Intan, yang kini menjadi pionir masjid ramah lingkungan dengan instalasi Teba Modern sebagai pusat pengolahan sampah organik.
Di era di mana sampah rumah tangga dan kegiatan masyarakat menjadi tantangan sehari-hari, inovasi Teba Modern mulai mencuri perhatian. Instalasi berbentuk sumur beton ini memanfaatkan proses alami untuk menguraikan sampah organik menjadi kompos tanpa bau dan tanpa menimbulkan tumpukan yang mengganggu. Konsep ini menjembatani kebutuhan akan teknologi sederhana yang mudah diterapkan, sekaligus tetap selaras dengan budaya dan kebiasaan masyarakat.
Head of Bosowa Peduli, Hafit Timor Mas’ud, melihat masjid sebagai ruang strategis untuk memulai gerakan lingkungan. “Kami ingin masjid bukan hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat edukasi lingkungan,” ungkapnya dalam sesi peluncuran. “TEBA Modern memberi contoh bahwa pengurangan sampah bisa dimulai dari hal paling dekat dengan masyarakat. Dampaknya tidak hanya terlihat pada kebersihan, tetapi juga kualitas lingkungan yang lebih sehat.”
Masyarakat sekitar dan jamaah Masjid Nur Intan pun mulai merasakan manfaatnya. Ramli, perwakilan pengurus masjid, menceritakan bagaimana instalasi ini mengubah cara mereka memandang sampah. “Program ini sangat membantu kami di masjid untuk membuang atau mengolah sampah organik menjadi kompos. Sebelumnya sampah organik hanya dibiarkan menumpuk, lalu dibuang begitu saja. Dengan teba ini, kami bisa memanfaatkannya kembali,” ujarnya.
Bagi lingkungan perkotaan, komposisi sampah organik yang bisa mencapai lebih dari 50 persen dari total limbah masyarakat menunjukkan potensi besar dalam pengurangan sampah. Dengan teknologi sederhana seperti Teba Modern, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran kolektif untuk gaya hidup ramah lingkungan.
Program ini juga menandai babak baru bagi Bosowa Peduli dalam mendorong perubahan perilaku ekologis melalui pendekatan komunitas. Sepanjang 2025, perusahaan menargetkan pemasangan 10 unit Teba Modern di berbagai masjid. Harapannya, inisiatif ini tidak hanya mengurangi sampah yang berakhir di TPA, tetapi juga menginspirasi komunitas lain untuk ikut berperan dalam gerakan zero waste.
Dengan peluncuran perdana di Masjid Nur Intan, “Teba untuk Masjid” membuka percakapan baru tentang bagaimana rumah ibadah dapat menjadi pionir keberlanjutan. Di tengah kota yang terus bergerak, masjid kini hadir bukan hanya sebagai tempat menemukan ketenangan spiritual, tetapi juga sebagai ruang untuk membangun masa depan yang lebih hijau, satu timbunan sampah organik yang berkurang, satu kompos yang dihasilkan, dan satu kebiasaan baik yang tumbuh di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan