JAKARTA – Perkembangan media sosial membuka peluang baru bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produknya kepada pasar yang lebih luas. Strategi tersebut dimanfaatkan oleh Sharul Art, owner brand streetwear SA&KO (Sadanko), yang secara konsisten menghadirkan konten kreatif di TikTok dan YouTube sebagai media promosi sekaligus membangun identitas merek.
Berbekal latar belakang sebagai desainer, seniman, dan lulusan perguruan tinggi seni di Jakarta, Sharul memadukan kemampuan desain visual dengan strategi pemasaran digital. Melalui konten bergaya cinematic, ia menampilkan koleksi streetwear SA&KO dengan pendekatan visual yang lebih menarik dibandingkan promosi produk pada umumnya.

Andalkan Konsep Cinematic Streetwear
Dalam setiap proses produksi konten, Sharul menggandeng teman-temannya sebagai model untuk mengenakan berbagai koleksi SA&KO. Video dikemas dengan konsep cinematic streetwear yang tidak hanya menampilkan produk, tetapi juga membangun suasana, karakter, serta cerita di balik setiap artwork yang diusung brand tersebut.
Pendekatan tersebut membuat konten berfungsi bukan hanya sebagai media promosi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat identitas SA&KO sebagai brand streetwear yang mengangkat budaya dan karakter Indonesia Timur.
“Media sosial bukan hanya tempat berjualan, tetapi juga ruang untuk memperkenalkan karya, membangun identitas brand, dan menjangkau lebih banyak anak muda melalui konten yang kreatif,” ujar Sharul.
Bangun Identitas Brand Lewat Konten Digital
Menurut Sharul, konsistensi menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap sebuah brand. Karena itu, SA&KO terus memproduksi konten secara rutin di berbagai platform digital, terutama TikTok yang dinilai memiliki jangkauan luas di kalangan generasi muda.
Melalui video pendek yang dikemas secara sinematik, SA&KO memperkenalkan berbagai koleksi streetwear dengan artwork orisinal sekaligus memperkuat pesan bahwa setiap desain membawa identitas Indonesia Timur.
“Kami ingin setiap konten yang dibuat tidak hanya menarik untuk ditonton, tetapi juga mampu memperkenalkan karya dan identitas Indonesia Timur kepada lebih banyak orang,” kata Sharul.
Strategi Perluas Jangkauan Pasar
Pemanfaatan media sosial menjadi bagian dari strategi pemasaran SA&KO dalam memperluas jangkauan pasar sekaligus membangun hubungan yang lebih dekat dengan calon pelanggan. Melalui konten yang konsisten, brand ini berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap produk streetwear lokal yang mengusung artwork orisinal bertema Indonesia Timur.
Selain aktif di media sosial, seluruh koleksi SA&KO juga tersedia melalui Shopee dan TikTok Shop dengan nama toko Sadanko.id, sehingga memudahkan masyarakat memperoleh berbagai koleksi resmi yang ditawarkan.
Sharul berharap strategi promosi berbasis konten digital dapat memperkuat posisi SA&KO sebagai brand streetwear lokal yang dekat dengan generasi muda, sekaligus menjadi media untuk memperkenalkan identitas Indonesia Timur melalui karya visual dan dunia fashion.

Tinggalkan Balasan