FOBIZ.ID – Setiap hari, Rupiah berpindah tangan tanpa pernah kita pikirkan ke mana ia akan pergi setelahnya. Dari pasar ke rumah, dari pembeli ke pedagang, dari satu transaksi ke transaksi berikutnya. Kita mungkin hanya memegangnya beberapa saat, tetapi selama berada di tangan kita, ada satu tanggung jawab sederhana yang bisa dilakukan: mengenal, merawat, dan menjaganya!
Satu lembar Rupiah mungkin hanya berada di tangan kita selama beberapa menit. Setelah itu, ia berpindah dari pembeli kepada pedagang, dari pedagang kepada pemasok, lalu kembali bergerak dalam transaksi berikutnya. Kita mungkin tidak pernah tahu berapa banyak tangan yang akan memegangnya setelah kita. Namun ada satu hal yang dapat kita pastikan: ketika Rupiah berada di tangan kita, kita memperlakukannya dengan baik.
Rupiah bukan sekadar benda yang digunakan untuk menyelesaikan transaksi. Rupiah merupakan mata uang Negara Kesatuan Republik Indonesia sekaligus satu-satunya alat pembayaran yang sah dalam kegiatan perekonomian nasional. Karena itu, mengenal Rupiah seharusnya menjadi bagian dari kebiasaan setiap masyarakat yang menggunakannya. Mengenali karakteristik dan desain Rupiah berarti memahami sesuatu yang hadir hampir setiap hari dalam kehidupan kita.
Mengenal saja belum cukup, karena Rupiah juga membutuhkan kepedulian. Kita dapat memulainya dari tindakan yang sangat sederhana: tidak melipat, tidak mencoret, tidak meremas, tidak menstapler, dan tidak membasahi Rupiah. Mungkin terlihat sepele, tetapi kebiasaan tersebut menentukan bagaimana kita memperlakukan Rupiah ketika berada dalam genggaman. Sebab merawat Rupiah sejatinya bukan hanya menjaga selembar uang, melainkan merawat wajah bangsa yang hadir di dalamnya.
Setelah mengenal dan merawat, ada satu hal lagi yang tidak kalah penting: menjaga. Ketika menerima Rupiah dalam sebuah transaksi, masyarakat dapat membiasakan diri mengenali ciri-ciri keasliannya melalui metode 3D: Dilihat, Diraba, dan Diterawang. Kebiasaan ini tidak harus lahir dari rasa curiga, tetapi dari kesadaran bahwa setiap orang memiliki peran dalam menjaga Rupiah. Apa yang kita terima hari ini pada akhirnya akan berpindah ke tangan orang lain.
Relevansi Mencintai Rupiah
Di sinilah makna Cinta Rupiah menjadi lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Cinta Rupiah bukan sekadar slogan atau pengetahuan yang disampaikan dalam sebuah kampanye, tetapi tercermin melalui kebiasaan yang dilakukan berulang kali. Mengenal agar kita memahami Rupiah, merawat agar tetap diperlakukan dengan baik, dan menjaga agar Rupiah tetap menjadi alat pembayaran yang dipercaya masyarakat. Tiga tindakan sederhana tersebut dapat dimulai dari siapa saja, kapan saja, dan setiap kali Rupiah berada di tangan kita.
Bayangkan jika satu lembar Rupiah dapat berpindah melalui puluhan, ratusan, bahkan ribuan tangan. Setiap tangan meninggalkan pilihan: memperlakukannya dengan baik atau membiarkannya rusak dan kehilangan perhatian. Kita mungkin tidak mampu mengendalikan bagaimana Rupiah diperlakukan setelah berpindah dari tangan kita. Tetapi setidaknya, kita dapat memastikan bahwa selama berada dalam genggaman kita, Rupiah mendapatkan perlakuan yang semestinya.
Pada akhirnya, kecintaan terhadap Rupiah tidak selalu membutuhkan tindakan besar. Ia dapat dimulai dari kebiasaan kecil yang mungkin hanya membutuhkan beberapa detik: mengenali, merawat, dan menjaga. Karena satu lembar Rupiah mungkin akan terus berjalan dari satu tangan ke tangan lainnya, membawa nilai yang sama dalam setiap transaksi. Dan jika satu lembar berada di tangan kita hari ini, mari pastikan ia berpindah kepada tangan berikutnya dalam keadaan yang tetap baik!
Penulis: Hendy Pebrian Azano Ramadhan Putra
Pekerjaan: Pegawai Bank Indonesia

















