Tag: Telkom

  • Telkom Pamer OCA Berbasis AI di DTI-CX 2026, Bisa Layani Jutaan Pelanggan

    Telkom Pamer OCA Berbasis AI di DTI-CX 2026, Bisa Layani Jutaan Pelanggan

    FOBIZ.ID, JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) memperkenalkan sejumlah solusi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam ajang Digital Transformation Indonesia Conference & Expo (DTI-CX) 2026 di Jakarta.

    Mengusung konsep AIcosystem, Telkom menampilkan ekosistem AI yang mengintegrasikan berbagai solusi untuk mendukung transformasi digital industri. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Omni Communication Assistant (OCA), platform yang dirancang untuk membantu perusahaan mengelola interaksi dengan pelanggan secara lebih terintegrasi.

    Telkom menghadirkan tiga zona dalam DTI-CX 2026, yakni Digital Transformation Zone, AI Zone, dan Cyber Security Zone. Pada AI Zone, pengunjung diperkenalkan dengan sejumlah solusi dari Telkom AI Center of Excellence (AI CoE), termasuk OCA, PrivateGPT, Decision Intelligence Platform (DIP), dan AI CCTV Analytics.

    Direktur IT Digital Telkom Faizal Rochmad Djoemadi mengatakan perkembangan AI membuat perusahaan perlu mulai melihat teknologi tersebut sebagai bagian penting dari strategi bisnis.

    “Adopsi kecerdasan buatan kini bukan lagi sekadar tren teknologi, melainkan fondasi kritikal bagi setiap industri untuk mendongkrak efisiensi operasional, mengakselerasi pertumbuhan bisnis, serta merancang pengalaman digital yang lebih responsif dan berpusat pada pelanggan,” ujarnya.

    OCA memiliki sejumlah fitur yang memungkinkan perusahaan mengelola komunikasi pelanggan melalui satu sistem. Salah satunya OCA Interaction yang mengintegrasikan berbagai saluran komunikasi dalam satu dasbor dan dilengkapi sistem tiket.

    Fitur tersebut juga didukung kemampuan AI seperti AI Reply, AI Translate, AI Enhance, dan AI Summary untuk membantu proses pengelolaan serta penyelesaian interaksi pelanggan.

    Tak hanya itu, Telkom menghadirkan OCA Automated Interaction yang memanfaatkan Generative AI dan Agentic AI. Teknologi tersebut memungkinkan asisten virtual menjalankan proses secara lebih mandiri dan melakukan tindakan berdasarkan alur operasional perusahaan.

    OCA juga memiliki fitur OCA Blast untuk membantu perusahaan mengirimkan pesan secara massal kepada jutaan pelanggan. Konten yang dikirim dapat dipersonalisasi sesuai kebutuhan perusahaan.

    Seluruh kapabilitas tersebut dapat diintegrasikan dengan sistem operasional perusahaan melalui OCA API. Dengan demikian, perusahaan dapat menyesuaikan penggunaan OCA dengan kebutuhan bisnis masing-masing.

    Melalui keikutsertaannya dalam DTI-CX 2026, Telkom menegaskan komitmennya memperkuat ekosistem digital berbasis AI untuk membantu pelaku industri meningkatkan produktivitas, efisiensi operasional, serta kualitas pengalaman pelanggan.

    Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi Telkom dalam menghadirkan solusi digital yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.

  • Kemenko Polkam, BSSN dan Telkom Siapkan Indonesia Hadapi Ancaman Komputasi Kuantum

    Kemenko Polkam, BSSN dan Telkom Siapkan Indonesia Hadapi Ancaman Komputasi Kuantum

     

    FOBIZ.ID, JAKARTA – Pemerintah mulai menyiapkan strategi menghadapi ancaman keamanan siber yang muncul seiring perkembangan teknologi komputasi kuantum. Kemenko Polkam, BSSN, dan Telkom mendorong penyusunan peta jalan nasional untuk migrasi menuju sistem kriptografi yang tahan terhadap serangan komputer kuantum.

     

    Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Urgensi Penyusunan Kebijakan Menghadapi Post-Quantum Computing (PQC) yang digelar pada Kamis (6/8/2026). Forum itu melibatkan pemerintah, BUMN, akademisi, industri, dan komunitas keamanan siber.

     

    Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi Kemenko Polkam Marsda TNI Eko Dono Indarto mengatakan ancaman komputasi kuantum perlu diantisipasi sejak sekarang.

     

    “Soal Post-Quantum Cryptography, dunia bergerak jauh lebih cepat dari yang kita bayangkan. Kita harus mengejar dan membuat lompatan,” ujar Eko dalam keterangan tertulis, Selasa (11/8/2026).

     

    Menurut Eko, persiapan menghadapi era post-quantum tidak lagi dapat dipandang sebagai persoalan sektoral. Pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas keamanan siber perlu bekerja sama untuk membangun kesiapan nasional.

     

    Komputer kuantum diproyeksikan mampu meningkatkan kemampuan komputasi secara signifikan. Teknologi ini membuka peluang baru di berbagai bidang, namun di sisi lain berpotensi mengancam sistem kriptografi yang saat ini digunakan untuk melindungi transaksi digital, komunikasi, dan data strategis.

     

    Karena itu, forum tersebut merumuskan sejumlah langkah prioritas. Salah satunya menyusun Peta Jalan Nasional Migrasi Post-Quantum Cryptography.

     

    Pemerintah juga akan menentukan data dengan tingkat kerahasiaan tinggi yang harus mendapat prioritas perlindungan. Selain itu, koordinasi lintas kementerian dan lembaga akan diperkuat.

     

    Dalam forum tersebut juga muncul usulan pembentukan National Quantum Center. Lembaga ini nantinya diharapkan menjadi pusat kolaborasi untuk riset, standardisasi, pengembangan talenta, hingga implementasi teknologi kuantum.

     

    Deputi Bidang Strategi dan Kebijakan Keamanan Siber dan Sandi BSSN Marsda TNI R. Tjahjo Kurniawan mengatakan keamanan siber merupakan fondasi transformasi digital. Menurut dia, pemangku kepentingan perlu mulai mempersiapkan migrasi kriptografi secara bertahap.

     

    BSSN, kata Tjahjo, telah membentuk Gugus Tugas Nasional Penyiapan Migrasi Post-Quantum Cryptography. Gugus tugas tersebut ditujukan untuk mendukung penyusunan peta jalan sekaligus mempercepat kesiapan Indonesia menghadapi ancaman keamanan di era komputasi kuantum.

     

    Dari sektor industri, Telkom menyatakan siap mendukung pemerintah. Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji mengatakan perusahaan tersebut telah melakukan sejumlah persiapan melalui riset dan pengembangan teknologi.

     

    Melalui Telkom University, Telkom mengembangkan riset terkait Post-Quantum Cryptography, termasuk quantum error correction. Telkom juga mengkaji pengembangan quantum-safe network dan quantum-safe data center.

     

    “Era komputasi kuantum akan mengubah paradigma keamanan digital secara fundamental. Karena itu, yang perlu dibangun bukan hanya kesiapan teknologi, tetapi juga kapabilitas nasional,” kata Seno.

     

    Sementara itu, Chairman CISSReC Pratama Persadha menilai organisasi tidak perlu menunggu sampai komputer kuantum mampu membobol sistem kriptografi saat ini untuk mulai melakukan persiapan.

     

    Menurut Pratama, langkah awal yang dapat dilakukan adalah menginventarisasi aset digital dan mengidentifikasi data paling kritis. Dengan cara tersebut, migrasi menuju sistem keamanan yang tahan terhadap ancaman kuantum dapat dilakukan secara bertahap tanpa harus mengganti seluruh infrastruktur teknologi yang sudah ada.

     

    Pemerintah berharap kolaborasi lintas sektor tersebut dapat mempercepat kesiapan Indonesia menghadapi era komputasi kuantum sekaligus membuka peluang pemanfaatan teknologi tersebut untuk memperkuat daya saing dan kedaulatan digital nasional.

  • Transformasi Telkom Mulai Berbuah, InfraNexia Kantongi Pendapatan Rp7,7 Triliun

    Transformasi Telkom Mulai Berbuah, InfraNexia Kantongi Pendapatan Rp7,7 Triliun

    FOBIZ.ID, JAKARTA – Transformasi bisnis yang dijalankan TelkomGroup mulai menunjukkan hasil. PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia), entitas yang mengelola bisnis infrastruktur telekomunikasi secara wholesale, mencatatkan kinerja positif pada semester I 2026 dengan pendapatan mencapai Rp7,7 triliun.

     

    Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan bisnis di sejumlah segmen, termasuk meningkatnya kontribusi pelanggan di luar ekosistem TelkomGroup. Pendapatan dari pelanggan eksternal tercatat sebesar Rp939 miliar atau tumbuh 31 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

     

    Pertumbuhan itu dinilai mencerminkan meningkatnya kepercayaan operator telekomunikasi, penyedia layanan internet (ISP), perusahaan digital, hingga pelanggan korporasi terhadap infrastruktur yang dikelola InfraNexia.

     

    Perusahaan memasuki babak baru setelah pengalihan sebagian bisnis dan aset wholesale fiber connectivity dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk efektif pada 1 Januari 2026. Langkah tersebut memperbesar kapasitas operasional sekaligus memperluas peluang monetisasi aset dan kerja sama dengan pelaku industri di luar TelkomGroup.

     

    Di sisi operasional, segmen Wholesale Network yang mencakup Metronexia, Wavenexia, dan IP Nexia membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 12,7 persen secara tahunan. Kenaikan itu didorong permintaan yang terus meningkat terhadap layanan jaringan inti serta kebutuhan kapasitas konektivitas yang semakin besar seiring berkembangnya aktivitas digital.

     

    Sementara itu, lini bisnis FTTx dan Infrastructure Sharing terus diperkuat untuk mendukung kebutuhan konektivitas sekaligus mendorong efisiensi pemanfaatan infrastruktur bersama di industri telekomunikasi.

     

    Dari sisi profitabilitas, InfraNexia mencatat margin EBITDA sebesar 54,5 persen pada semester pertama tahun ini. Perusahaan menyebut capaian tersebut ditopang oleh efisiensi operasional, optimalisasi biaya, digitalisasi proses bisnis, serta pengelolaan aset yang semakin terintegrasi.

     

    Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf mengatakan pertumbuhan pendapatan eksternal menjadi sinyal bahwa transformasi bisnis yang dijalankan mulai memperkuat daya saing perusahaan.

     

    “Pertumbuhan pendapatan eksternal dan kinerja positif InfraNexia menunjukkan bahwa proses bisnis yang kami jalankan mulai memperkuat daya saing InfraNexia. Selain memperbesar skala bisnis, fokus kami juga terus memastikan aset dan kapabilitas yang dimiliki dapat dikelola secara lebih produktif, efisien, dan relevan dengan kebutuhan industri,” ujarnya.

     

    Seiring bertambahnya skala usaha, jumlah karyawan InfraNexia juga meningkat dari 1.128 orang menjadi 1.338 orang sepanjang semester I 2026. Penambahan itu dilakukan untuk mendukung kompleksitas operasional, pengembangan layanan, dan percepatan agenda transformasi perusahaan.

     

    Menurut Lukman, semester pertama 2026 menjadi fase penting dalam membangun fondasi InfraNexia sebagai perusahaan infrastruktur digital yang lebih kompetitif. Perusahaan akan melanjutkan modernisasi jaringan, meningkatkan kualitas layanan, serta memperluas kolaborasi dengan berbagai pelaku industri.

     

    Sebagai bagian dari TelkomGroup, InfraNexia juga menyatakan transformasi yang dijalankannya selaras dengan upaya Danantara Indonesia dalam mendorong pengelolaan aset negara yang lebih produktif, efisien, dan mampu memberikan nilai tambah bagi penguatan ekonomi digital nasional.

  • Telkom Catat Kinerja Positif Semester I 2026, Pendapatan Tembus Rp75,9 Triliun

    Telkom Catat Kinerja Positif Semester I 2026, Pendapatan Tembus Rp75,9 Triliun

    FOBIZ.ID, JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan kinerja positif pada semester pertama 2026. Perseroan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp75,9 triliun atau tumbuh 3,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY).

     

    Pertumbuhan kinerja tersebut turut diikuti peningkatan EBITDA sebesar 3,8 persen YoY menjadi Rp37,5 triliun dengan EBITDA margin mencapai 49,4 persen. Sementara laba bersih tercatat Rp10,6 triliun atau meningkat 1,4 persen YoY.

     

    Adapun laba bersih yang telah dinormalisasi mencapai Rp11,3 triliun, tumbuh 6,2 persen YoY dengan margin 14,9 persen. Telkom juga mencatat arus kas operasional yang kuat sebesar Rp34,9 triliun atau meningkat 7 persen YoY.

     

    Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, mengatakan pencapaian tersebut mencerminkan keberhasilan akselerasi transformasi digital melalui strategi TLKM 30.

     

    “Komitmen dan dedikasi kami dalam mengakselerasi transformasi digital melalui strategi TLKM 30 tercermin dari pertumbuhan yang berhasil kami capai pada semester pertama tahun ini,” ujar Dian.

     

    Menurutnya, capaian tersebut memperkuat optimisme Telkom untuk terus mempercepat transformasi sekaligus mempertahankan posisi sebagai pemimpin ekosistem digital Indonesia.

     

    Segmen Konsumer Tumbuh, Telkomsel Perkuat Bisnis Digital

     

    Pada segmen B2C yang mencakup layanan mobile dan fixed broadband, Telkomsel membukukan pendapatan sebesar Rp55,6 triliun atau tumbuh 3,3 persen YoY.

     

    Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan pendapatan Digital Business Data yang tumbuh 11 persen pada semester pertama 2026. Average Revenue Per User (ARPU) mobile juga meningkat menjadi Rp45.600 atau naik 9 persen YoY.

     

    Telkom menyebut pemulihan industri mobile terus berlanjut melalui strategi komersial yang disiplin, optimalisasi portofolio produk, serta peningkatan kualitas pengalaman pelanggan.

     

    Sementara itu, layanan fixed broadband mencatat jumlah pelanggan 9,5 juta dengan rasio konvergensi meningkat menjadi 65 persen. Telkomsel juga terus memperkuat layanan melalui pemanfaatan teknologi AI dan 5G.

     

    Bisnis Infrastruktur Digital Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

     

    Segmen B2B Infrastructure mencatat pertumbuhan signifikan dengan total pendapatan mencapai Rp33,1 triliun atau meningkat 19 persen YoY.

     

    Pertumbuhan tersebut ditopang peningkatan bisnis Data, Internet, dan IT Service. Mitratel juga membukukan pendapatan Rp4,7 triliun dengan jumlah tenant menara mencapai 63.866 atau tumbuh 4,9 persen YoY.

     

    Di sektor data center, Telkom terus memperkuat NeutraDC sebagai penyedia infrastruktur digital regional. Konsolidasi aset data center TelkomGroup diharapkan mampu memperluas layanan dan meningkatkan monetisasi aset digital.

     

    Transformasi TLKM 30 Terus Berjalan

     

    Telkom memastikan strategi transformasi perusahaan melalui TLKM 30 terus berjalan dengan fokus pada empat pilar utama, yakni Operational & Service Excellence, Unlock Value, dan penguatan model bisnis Strategic Hold-Co.

     

    Pada semester pertama 2026, Telkom juga menyelesaikan streamlining terhadap 10 entitas melalui proses divestasi, merger, dan likuidasi untuk memperkuat fokus bisnis inti.

     

    Perseroan merealisasikan belanja modal sebesar Rp10,8 triliun, dengan lebih dari 96 persen dialokasikan untuk pengembangan bisnis prioritas di segmen B2C, B2B Infrastructure, dan International Business.

     

    Dian menegaskan, pembangunan infrastruktur digital menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

     

    “Telkom akan terus mengakselerasi transformasi dan memperkuat investasi pada kapabilitas digital guna menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutup Dian.

  • Telkom Raih Lestari Award 2026, Perkuat Pengembangan Talenta Digital Masa Depan

    Telkom Raih Lestari Award 2026, Perkuat Pengembangan Talenta Digital Masa Depan

    FOBIZ.ID, JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk kembali menorehkan prestasi dengan meraih Lestari Award 2026 pada kategori Talent Management. Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan program People Development Plan (PDP) yang berfokus pada pengembangan talenta untuk mencetak pemimpin digital masa depan.

    Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Telkom membangun ekosistem pengembangan sumber daya manusia yang terintegrasi dan berkelanjutan.

    People Development Plan menjadi strategi TelkomGroup dalam meningkatkan kompetensi karyawan melalui berbagai pendekatan, mulai dari pelatihan, coaching dan mentoring, experiential learning, riset dan inovasi, pemanfaatan platform pembelajaran digital, hingga assessment. Program ini dirancang agar talenta Telkom siap menghadapi tantangan industri digital yang terus berkembang.

    Direktur Human Capital Management Telkom, Willy Saelan, mengatakan pembangunan organisasi yang siap menghadapi masa depan dimulai dengan memberikan ruang bagi seluruh insan TelkomGroup untuk terus belajar, berkembang, dan berkontribusi bagi bisnis.

    Sementara itu, SVP Group Sustainability and Corporate Communication Telkom, Ahmad Reza, menilai penghargaan tersebut menjadi bukti konsistensi perusahaan dalam menjadikan pengembangan talenta sebagai fondasi keberlanjutan.

    “Keberlanjutan tidak hanya diwujudkan melalui inovasi teknologi maupun pengelolaan lingkungan, tetapi juga melalui investasi pada manusia. Ekosistem pengembangan talenta menjadi fondasi bagi Telkom dalam menyiapkan karyawan yang adaptif dan memiliki kompetensi masa depan,” ujarnya.

    Keberhasilan tersebut juga memperkuat implementasi pilar Empower Our People dalam inisiatif GoZero% Sustainable Action by Telkom Indonesia, yang menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai bagian penting dalam mendukung transformasi bisnis berkelanjutan.

    Atas capaian itu, Telkom juga akan mewakili Indonesia pada kompetisi tingkat regional bersama para pemenang dari kategori lainnya. Perusahaan optimistis penguatan kapabilitas talenta akan menjadi motor utama inovasi, transformasi digital, serta penciptaan nilai berkelanjutan bagi pelanggan, perusahaan, dan masyarakat.

  • HUT ke-61, Telkom Gelorakan Transformasi Digital Lewat Gerakan UMKM hingga Kompetisi AI

    HUT ke-61, Telkom Gelorakan Transformasi Digital Lewat Gerakan UMKM hingga Kompetisi AI

     

     

    FOBIZ.ID, JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk memperingati hari ulang tahunnya yang ke-61 dengan menggelar puncak perayaan bertajuk Siner61 Transformasi di kawasan The Telkom Hub, Jakarta, Senin (6/7/2026). Momentum tersebut dimanfaatkan perusahaan untuk menegaskan komitmennya dalam mempercepat transformasi digital nasional melalui pemberdayaan UMKM dan pengembangan kecerdasan buatan (AI).

    Perayaan diikuti Dewan Komisaris, jajaran direksi, senior leader, serikat karyawan, serta seluruh insan TelkomGroup secara hybrid dari berbagai wilayah operasional Telkom di Indonesia.

    Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, mengatakan usia ke-61 menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan langkah transformasi perusahaan melalui agenda TLKM 30.

    “Transformasi TLKM 30 bukan sekadar proyek perusahaan, tetapi pilihan untuk menjadi lebih cepat mengambil keputusan, lebih berani berinovasi, dan lebih fokus menghadirkan nilai. Dengan semangat sinergi transformasi, kami ingin memastikan Telkom tetap relevan, kompetitif, dan menjadi penggerak utama transformasi digital Indonesia,” ujar Dian.

    Komisaris Independen Telkom, Rofikoh Rokhim, menambahkan bahwa selama lebih dari enam dekade Telkom telah berkontribusi menyatukan Indonesia melalui konektivitas digital. Menurutnya, perusahaan harus terus bertransformasi agar tetap relevan, semakin berorientasi kepada pelanggan, serta menjaga integritas dalam menghadirkan layanan terbaik.

    Dalam rangkaian HUT tersebut, Telkom juga meluncurkan UMKM Aggregator Movement, sebuah gerakan digital yang mendorong promosi produk UMKM melalui media sosial menggunakan tagar #SpillUMKM. Program ini ditujukan bagi UMKM binaan TelkomGroup, mitra UKM Indibiz, maupun pelaku usaha lainnya agar memiliki jangkauan pasar yang lebih luas.

    Telkom menilai langkah tersebut penting karena sektor UMKM menyumbang lebih dari 61 persen Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja di Indonesia. Gerakan ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem bisnis digital sekaligus membantu pelaku usaha naik kelas, mulai dari Go Modern hingga Go Global.

    Di bidang teknologi, Telkom turut memperkuat pengembangan AI melalui AIcosystem, ekosistem kecerdasan buatan yang mengintegrasikan kapabilitas AI di lingkungan TelkomGroup. Sebagai bagian dari inisiatif tersebut, perusahaan menggelar kompetisi AI Tell You yang mengajak kreator lokal menghasilkan karya video berbasis AI.

    Kompetisi tersebut mendapat sambutan tinggi dengan sekitar 700 karya yang dikirim peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Telkom berharap program ini dapat mendorong lahirnya talenta digital yang kreatif, inovatif, dan mampu memanfaatkan AI secara bertanggung jawab.

    Selain fokus pada transformasi digital, Telkom juga menghadirkan berbagai program keberlanjutan dalam perayaan HUT ke-61, mulai dari pengelolaan sampah melalui kolaborasi dengan Rekosistem dan Plasticpay, donor darah, hingga berbagai kegiatan sosial dan olahraga yang melibatkan karyawan.

    Dian Siswarini menutup perayaan dengan menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan TelkomGroup, pelanggan, mitra, dan pemangku kepentingan yang telah menjadi bagian dari perjalanan Telkom selama 61 tahun.

    “Terima kasih kepada seluruh insan TelkomGroup, pelanggan, mitra, dan para pemangku kepentingan yang telah menjadi bagian dari perjalanan Telkom selama 61 tahun. Bersama kita melangkah dengan semangat sinergi dan inovasi agar Telkom dapat menghadirkan manfaat lebih besar bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” tutupnya.

  • Telkom Rampungkan Penyederhanaan 10 Anak Usaha, Percepat Transformasi Holding

    Telkom Rampungkan Penyederhanaan 10 Anak Usaha, Percepat Transformasi Holding

    FOBIZ.ID, JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menuntaskan penyederhanaan atau streamlining terhadap 10 entitas anak usaha hingga semester I 2026. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi perusahaan menuju strategic holding sekaligus mendukung program penataan BUMN yang diamanatkan Danantara Asset Management (DAM) dan Badan Pengaturan BUMN.

    Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, mengatakan penyederhanaan portofolio dilakukan untuk membangun organisasi yang lebih ramping, efisien, dan adaptif menghadapi dinamika industri digital. Strategi tersebut juga menjadi salah satu pilar transformasi TLKM 30 yang difokuskan pada optimalisasi portofolio bisnis.

    “Transformasi tidak hanya diwujudkan melalui pengembangan kapabilitas bisnis, tetapi juga keberanian untuk menata kembali organisasi agar semakin fokus pada bisnis inti yang menjadi kekuatan utama. Dengan struktur yang lebih ramping, Telkom memiliki fondasi yang lebih kuat untuk bergerak lebih agile, mengalokasikan investasi secara lebih optimal, serta menciptakan pertumbuhan yang lebih berkualitas,” kata Seno dalam keterangan tertulis, Senin, 6 Juli 2026.

    Hingga akhir Juni 2026, Telkom telah menyelesaikan streamlining terhadap 10 entitas melalui berbagai aksi korporasi. Sebanyak dua entitas dilepas melalui skema divestasi, dua entitas digabungkan melalui vertical merger, dan enam entitas memasuki proses likuidasi sebagai bagian dari optimalisasi portofolio bisnis.

    Menurut Seno, langkah tersebut bukan sekadar mengurangi jumlah anak usaha, melainkan memastikan setiap entitas memiliki peran yang jelas dalam mendukung strategi jangka panjang perusahaan. Dengan struktur yang lebih sederhana, sinergi antaranak usaha diharapkan semakin kuat.

    “Setiap keputusan streamlining didasarkan pada evaluasi terhadap peran strategis masing-masing entitas dalam mendukung arah bisnis TelkomGroup ke depan. Dengan portofolio yang lebih fokus dan struktur organisasi yang lebih efisien, kami dapat memperkuat sinergi antar OpCo, mendorong pertumbuhan yang lebih berkelanjutan sekaligus memperkokoh posisi Telkom sebagai enabler ekosistem digital nasional yang berdaya saing global,” ujarnya.

    Telkom menyatakan seluruh proses streamlining dijalankan secara prudent, transparan, dan mengacu pada prinsip Good Corporate Governance (GCG). Perusahaan juga berkoordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Kejaksaan Agung, BPKP, Danantara Asset Management, dan Badan Pengaturan BUMN.

    Selain melakukan penataan portofolio bisnis, Telkom memastikan penyesuaian sumber daya manusia dilakukan secara bertanggung jawab melalui skema Early Retirement Program (ERP) yang dilaksanakan secara sukarela dan berdasarkan kesepakatan bersama. Perusahaan menargetkan transformasi ini menjadi fondasi untuk memperkuat daya saing dan pertumbuhan bisnis hingga 2030.

  • Telkom Tebar Dividen Rp21,9 Triliun

    Telkom Tebar Dividen Rp21,9 Triliun

     

    FOBIZ.ID, JAKARTA – membagikan dividen tunai sebesar Rp21,9 triliun kepada para pemegang saham setelah mendapat persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada Senin (8/6).

     

    Nilai dividen tersebut berasal dari laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp17,8 triliun ditambah laba ditahan dari tahun-tahun sebelumnya sekitar Rp4,2 triliun. Pembayaran dividen dijadwalkan paling lambat pada 10 Juli 2026.

     

    Direktur Utama Dian Siswarini mengatakan keputusan pembagian dividen telah mempertimbangkan keseimbangan antara pengembalian kepada pemegang saham dan kebutuhan investasi jangka panjang perusahaan.

     

    “Meskipun menghadapi tekanan industri dan ketidakpastian sepanjang tahun 2025, Perseroan telah berhasil membuktikan bahwa fundamental bisnis tetap terjaga dan arus kas juga kian menguat. Sehingga, keputusan pemegang saham atas persetujuan dividen hari ini mencerminkan kepercayaan terhadap transformasi dan arah pertumbuhan yang kami bangun,” ujar Dian.

     

    Selain menyetujui pembagian dividen, pemegang saham juga merestui program pembelian kembali saham atau buyback dengan nilai maksimal Rp4 triliun. Program tersebut akan berlangsung selama 12 bulan, mulai 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027.

     

    Menurut perseroan, buyback dilakukan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai pemegang saham sekaligus menjaga stabilitas harga saham di tengah dinamika pasar.

     

    RUPST juga menyetujui perubahan susunan pengurus perusahaan. Pada jajaran komisaris, nama Angga Raka Prabowo ditetapkan sebagai Komisaris Utama, didampingi sejumlah komisaris independen dan komisaris lainnya.

     

    Sementara itu, posisi Direktur Utama tetap dijabat oleh Dian Siswarini bersama jajaran direksi yang diperkuat untuk mendukung agenda transformasi perusahaan.

     

    Sepanjang 2025, Telkom membukukan pendapatan sebesar Rp146,74 triliun, EBITDA Rp72,24 triliun, dan laba bersih Rp17,81 triliun. Perseroan juga terus menjalankan transformasi TLKM 30 melalui efisiensi operasional, penyederhanaan portofolio bisnis, monetisasi aset infrastruktur, hingga penguatan model bisnis digital.

     

    “Keputusan-keputusan yang diambil dalam RUPST ini mencerminkan komitmen Telkom untuk terus meningkatkan kinerja dan menciptakan nilai tambah. Tahun ini, kami melakukan percepatan dalam eksekusi strategi transformasi TLKM 30 secara disiplin dan terukur,” tutup Dian.

  • Telkom Percepat Transformasi, Pendapatan Tumbuh Jadi Rp 37,2 Triliun

    Telkom Percepat Transformasi, Pendapatan Tumbuh Jadi Rp 37,2 Triliun

    FOBIZ.ID, JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatat kinerja positif pada kuartal I 2026 di tengah tantangan ekonomi global dan dinamika industri telekomunikasi. Perseroan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 37,2 triliun atau tumbuh 1,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/YoY).

     

    Selain pendapatan yang meningkat, Telkom juga mencatat EBITDA sebesar Rp 18 triliun dengan margin EBITDA 48,3%. Sementara laba bersih tercatat Rp 4,3 triliun dengan margin laba bersih 11,7%. Jika dinormalisasi, laba bersih mencapai Rp 5,1 triliun dengan margin 13,8%.

     

    Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, mengatakan capaian tersebut menjadi modal awal yang baik dalam mempercepat implementasi strategi transformasi TLKM 30.

     

    “Tahun ini, Telkom akan semakin gencar dalam mengakselerasi eksekusi strategi TLKM 30 demi menciptakan value yang optimal dan memastikan keberlangsungan perusahaan yang semakin solid ke depannya,” ujar Dian dalam keterangan resmi, Jumat (29/5/2026).

     

    Pada segmen Business to Consumer (B2C), anak usaha Telkom, Telkomsel, membukukan pendapatan sebesar Rp 27,6 triliun atau tumbuh 1,3% YoY. Kinerja ini ditopang oleh pertumbuhan bisnis digital serta peningkatan konsumsi data yang naik 2,3% YoY.

     

    Telkomsel juga berhasil meningkatkan Average Revenue Per User (ARPU) menjadi Rp 45.100 atau tumbuh 6,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut perusahaan, kenaikan tersebut didorong strategi disiplin harga, penyederhanaan produk, serta peningkatan pengalaman pelanggan.

     

    Sementara itu, segmen B2B Infrastructure menjadi salah satu motor pertumbuhan dengan pendapatan mencapai Rp 2,4 triliun atau naik 6,8% YoY. Pertumbuhan ditopang oleh ekspansi bisnis Fiber-to-the-Tower (FTTT) yang dijalankan oleh Mitratel.

     

    Mitratel mencatat pendapatan Rp 2,3 triliun dan berhasil mempertahankan margin EBITDA tinggi sebesar 82,7%. Hingga akhir kuartal I 2026, perusahaan telah menambah jaringan fiber optik sepanjang 1.080 kilometer sehingga total aset fiber mencapai 58.279 kilometer.

     

    Di bisnis data center, Telkom terus memperkuat pengembangan melalui NeutraDC. Perusahaan menilai permintaan layanan data center masih akan terus meningkat seiring pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI).

     

    Pada segmen B2B ICT, Telkom mencatat pendapatan Rp 3,1 triliun. Meski mengalami perlambatan akibat proses restrukturisasi, langkah tersebut dinilai penting untuk memperbaiki margin, mengurangi tumpang tindih produk, dan memperkuat daya saing bisnis ke depan.

     

    Untuk mendukung transformasi, Telkom merealisasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 4,9 triliun atau setara 13,2% dari pendapatan. Sebagian besar investasi dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur digital pada segmen B2C, B2B Infrastructure, dan International.

     

    Perseroan juga tengah menjalankan sejumlah langkah strategis, termasuk divestasi AdMedika Group yang ditargetkan rampung pada semester I 2026 serta pemisahan bisnis wholesale fiber connectivity ke InfraNexia yang diproyeksikan selesai pada kuartal III 2026.

     

    Melalui berbagai inisiatif tersebut, Telkom menargetkan kontribusi bisnis fiber meningkat dari sekitar 15% menjadi 25% dalam beberapa tahun mendatang. Perusahaan juga berharap komposisi pendapatan antara segmen B2C dan B2B menjadi lebih seimbang sehingga mampu memperkuat fundamental bisnis secara berkelanjutan.

     

    “Tahun 2026 menjadi periode yang penuh peluang sekaligus tantangan bagi TelkomGroup. Karena itu, kami akan terus mempercepat eksekusi strategi transformasi TLKM 30 dengan tetap mengutamakan prinsip disiplin operasi untuk memperkuat keberlanjutan bisnis,” tutup Dian.

  • Telkom Bukukan Laba Rp17,8 Triliun di 2025, TSR Capai 35,7%

    Telkom Bukukan Laba Rp17,8 Triliun di 2025, TSR Capai 35,7%

    FOBIZ.ID, JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan kinerja resilien sepanjang tahun buku 2025 di tengah tekanan industri telekomunikasi dan kondisi makroekonomi global.

     

    PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk membukukan laba bersih atau net income sebesar Rp17,8 triliun dengan margin laba bersih 12,1%. Sementara normalized net income tercatat Rp22,7 triliun dengan margin 15,4%.

     

    Pendapatan konsolidasi perseroan sepanjang 2025 mencapai Rp146,7 triliun dengan EBITDA sebesar Rp72,2 triliun dan margin EBITDA 49,2%.

     

    Direktur Utama Dian Siswarini mengatakan capaian tersebut mencerminkan keberlanjutan penciptaan nilai bagi pemegang saham di tengah percepatan transformasi perusahaan melalui strategi TLKM 30.

     

    “Lewat strategi TLKM 30, Telkom memantapkan arah transformasi yang lebih terstruktur untuk mengakselerasi terwujudnya visi sebagai penggerak ekosistem digital nasional yang berdaya saing global,” ujar Dian dalam keterangan resmi, Selasa (12/5/2026).

     

    Sepanjang 2025, Telkom mencatat Total Shareholder Return (TSR) sebesar 35,7%, yang berasal dari capital gain 28,4% dan dividend yield 7,3%.

     

    Perseroan juga melanjutkan program buyback saham senilai maksimal Rp3 triliun hingga Mei 2026, disertai payout ratio sebesar 89% untuk pembayaran dividen tahun buku 2024.

     

    Dalam transformasi TLKM 30, Telkom fokus pada empat pilar utama yakni operational & service excellence, streamlining, unlock value, dan modus-operandi shift menuju strategic holding.

     

    Salah satu langkah strategis dilakukan melalui pemisahan sebagian bisnis Wholesale Fiber Connectivity kepada InfraNexia lewat penandatanganan Conditional Spin-off Agreement (CSA) pada Desember 2025.

     

    Selain itu, Telkom juga melakukan penyesuaian kebijakan akuntansi sebagai bagian agenda total governance reset yang berdampak pada percepatan depresiasi aset dan kontraksi laba bersih sebesar 9,5% secara tahunan.

     

    Di segmen B2C, Telkomsel membukukan pendapatan sebesar Rp109,2 triliun. Trafik data meningkat 15% year on year seiring naiknya kebutuhan layanan digital masyarakat.

     

    Average Revenue Per User (ARPU) juga mulai menunjukkan pemulihan sejak paruh kedua 2025 seiring kompetisi industri yang lebih sehat.

     

    Pada segmen B2B Infrastructure, Telkom mencatat pendapatan Rp8,9 triliun atau tumbuh 9,2% YoY, ditopang bisnis data center dan ekspansi fiber.

     

    Sementara itu, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel membukukan pendapatan Rp9,5 triliun dengan EBITDA margin mencapai 82,2%.

     

    Hingga kini TelkomGroup memiliki lebih dari 210 ribu kilometer backbone serat optik, 40.230 menara telekomunikasi, serta jaringan kabel laut internasional melalui Telin yang tergabung dalam 27 sistem kabel bawah laut global.

     

    “Di tahun 2026, Telkom berada pada fase penting dalam mengakselerasi transformasi. Dengan disiplin operasional, kami semakin yakin dapat memperkuat daya saing dan menciptakan nilai yang berkelanjutan,” tutup Dian.