Tag: #TambangNikel

  • 57 Tahun PT Vale Indonesia: Menambang Masa Depan dari Sorowako untuk Indonesia

    57 Tahun PT Vale Indonesia: Menambang Masa Depan dari Sorowako untuk Indonesia

    LUWU TIMUR, FOBIZ.ID — Genap 57 tahun sudah PT Vale Indonesia beroperasi sebagai perusahaan tambang nikel pertama dan tertua di Indonesia. Sejak didirikan pada 25 Juli 1968, perusahaan yang berbasis di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan ini telah membuktikan diri bukan sekadar korporasi ekstraktif, tetapi juga sebagai pionir pembangunan berkelanjutan di wilayah timur Indonesia.

    Dengan kiprah lebih dari setengah abad, PT Vale telah menjelma menjadi pilar hilirisasi industri nikel nasional sekaligus agen perubahan sosial dan lingkungan di kawasan operasi.

    Dari Tambang ke Transformasi

    PT Vale memulai operasional komersialnya pada April 1978. Kini, perusahaan ini memegang konsesi tambang nikel seluas lebih dari 118 ribu hektare di wilayah Sorowako. Selama 2023, Vale memproduksi lebih dari 70.728 ton nikel matte dari bijih berkadar tinggi, menyumbang ekspor senilai US$ 1,23 miliar.

    Perusahaan ini tercatat memiliki cadangan terbukti dan mungkin sebesar 107 juta ton bijih, dengan kandungan nikel sekitar 1,81 juta ton — menjadikan tambang Sorowako sebagai salah satu tambang nikel terbesar di dunia.

    Keberlanjutan yang Nyata

    Selama 2024–2025, PT Vale gencar melakukan transformasi hijau:

    Hemat air industri hingga 156 ribu m³ melalui proyek seperti Super Furnace 4 dan Sel Polisi.

    Mengurangi 87 ton total suspended solid (TSS) dan 0,11 ton Cr6+ di air buangan melalui inovasi teknologi Inco Matte.

    Limbah B3 (oli bekas, scrap logam, dan sampah organik) diolah menjadi barang guna ulang dan pakan ternak melalui program Trampil Woliko.

    60 ton logam bekas disulap kembali menjadi suku cadang alat berat, menekan biaya dan jejak karbon operasional.

    Kesejahteraan Masyarakat & SDGs

    Komitmen Vale dalam mendukung SDGs (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan) bukan sekadar retorika. Melalui berbagai program PPM (Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat), perusahaan ini berhasil:

    Menurunkan angka stunting melalui layanan kesehatan terpadu.

    Memberdayakan petani dan pelaku UMKM lokal dengan bantuan modal, pelatihan, dan akses pasar.

    Menyediakan beasiswa pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.

    Mengembangkan sentra ternak dan pertanian berkelanjutan berbasis teknologi lokal.

    Pada 2024, PT Vale diganjar lima penghargaan ISDA (Indonesia SDGs Award) atas komitmennya dalam kesehatan, ekonomi, lingkungan, dan teknologi masyarakat.

    Tata Kelola & Antikorupsi

    Transparansi dan integritas menjadi bagian dari budaya kerja PT Vale. Tahun ini:

    247 karyawan mengikuti pelatihan anti-suap dan anti-korupsi.

    Diterapkan sistem pelaporan Vale Whistleblower Channel, dengan 23 pengaduan masuk — 17 di antaranya terbukti valid dan ditindaklanjuti.

    Penghargaan Bergengsi Tahun 2024

    Sepanjang 2024, PT Vale meraih puluhan penghargaan nasional dan internasional, di antaranya:

    • PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
    • GMP Award dari Kementerian ESDM untuk praktik tambang terbaik.
    • CSA Award untuk emiten terbaik sektor bahan baku.
    • Subroto Award atas kontribusi dalam pengembangan masyarakat tambang.
    • Bisnis Indonesia Awards untuk sektor logam dan mineral terbaik.
    • Eco-tech Pioneer dari UND untuk teknologi energi rendah karbon.
    • ICSA 2024 kategori pemberdayaan masyarakat.
    • TKMPN 28: Platinum dan Best Presentation untuk tim teknik inovatif Vale.

    Sorowako untuk Dunia

    Kini, dengan struktur kepemilikan yang mencerminkan sinergi nasional dan global — Vale Canada Limited (33,9%), MIND ID (34%), dan Sumitomo Metal Mining (11,5%) — PT Vale berada di garda terdepan hilirisasi nikel untuk mendukung transisi energi bersih dunia.

    Nikel matte yang diproduksi Vale menjadi bahan baku penting untuk baterai kendaraan listrik (EV), menjadikan Sorowako bukan hanya pusat industri, tapi simpul strategis dalam peta geopolitik energi masa depan. (*)

  • Bernardus Irmanto Resmi Jadi Dirut PT Vale Indonesia (INCO), Ini Profil Lengkap dan Visi Besarnya untuk Tambang Nikel Berkelanjutan

    Bernardus Irmanto Resmi Jadi Dirut PT Vale Indonesia (INCO), Ini Profil Lengkap dan Visi Besarnya untuk Tambang Nikel Berkelanjutan

    JAKARTA, FOBIZ.ID — PT Vale Indonesia Tbk (IDX: INCO) resmi mengangkat Bernardus Irmanto sebagai Presiden Direktur dan Chief Executive Officer (CEO) dalam RUPSLB yang digelar Senin (28/7/2025) di Jakarta. Penunjukan ini mengisi kekosongan jabatan pasca Febriany Eddy ditarik menjadi Managing Director Danantara.

    Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di dunia pertambangan, Bernardus Irmanto membawa visi baru: memperkuat hilirisasi industri nikel nasional dan mempercepat kontribusi Vale terhadap kedaulatan energi bersih Indonesia.

    “Melalui disiplin, integritas, dan pengabdian, kami ingin memastikan kontribusi nyata PT Vale terhadap pembangunan berkelanjutan,” tegas Bernardus Irmanto di hadapan pemegang saham.

    Vale Gandeng Investor Korsel untuk Smelter Sorowako

    Profil Lengkap Bernardus Irmanto, CEO Baru Vale INCO

    Bernardus Irmanto adalah tokoh profesional yang matang dalam bidang teknologi, tata kelola perusahaan, dan keberlanjutan industri. Ia menyandang gelar sarjana Matematika & Ilmu Komputer dari UGM (1997), kemudian meraih Magister Komputer dari UNSW Australia (2002), dan menyelesaikan Global Executive MBA dari UCLA-NUS (2016).

    Kariernya dimulai dari bawah di PT Vale Indonesia. Ia bergabung pada 2004 sebagai Senior Systems Analyst, naik menjadi General Manager IT (2007), GM Operasi Layanan Bersama (2009), hingga Direktur sejak 2010. Posisi puncak sebagai CEO menjadi puncak dedikasinya di sektor pertambangan Indonesia.

    Vale dan Proyek Strategis Tambang Nikel di Sorowako

    Vale Indonesia saat ini fokus pada proyek smelter HPAL Sorowako senilai US$ 1,9 miliar. Di bawah kepemimpinan Bernardus Irmanto, perusahaan tambang nikel ini akan:

    • Memperkuat hilirisasi berbasis lingkungan
    • Menjalin kemitraan strategis, termasuk dengan Korea Selatan
    • Menjaga prinsip best mining practices
    • Mendorong penciptaan nilai bersama di masyarakat sekitar tambang.
  • Vale Buka Peluang Investor Korea Selatan di Proyek Smelter Nikel Sorowako

    Vale Buka Peluang Investor Korea Selatan di Proyek Smelter Nikel Sorowako

    Proyek HPAL Sorowako Bernilai US$ 1,9 Miliar Masih Butuh Mitra Strategis

    LUWU TIMUR, FOBIZ.ID – PT Vale Indonesia Tbk (IDX: INCO) mengonfirmasi sedang menjajaki kerja sama dengan sejumlah calon mitra strategis, termasuk dari Korea Selatan, untuk proyek pengolahan nikel berteknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL) di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

    Hal tersebut disampaikan Sekretaris Perusahaan Vale, Wiwik Wahyuni, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis, 24 Juli 2025. Menurutnya, perusahaan terbuka terhadap peluang kemitraan, seiring besarnya kebutuhan pendanaan proyek smelter yang kini dalam tahap awal konstruksi.

    “Perseroan tengah meninjau beberapa opsi strategis dan dalam tahapan diskusi. Namun, belum ada kesepakatan atau perjanjian yang ditandatangani,” ujar Wiwik, dikutip dari keterbukaan informasi resmi di BEI dan laporan CNBC Indonesia.

    Proyek Strategis dan Mitra Asing

    Proyek HPAL Sorowako ini memiliki nilai investasi mencapai US$ 1,9 miliar. Saat ini, Vale telah menggandeng Zhejiang Huayou Cobalt Co asal Tiongkok sebagai mitra utama. Namun, seiring skala proyek yang besar, Vale masih membuka peluang kemitraan tambahan.

    Wiwik menjelaskan bahwa proyek tambang limonite Sorowako dijadwalkan selesai pada awal 2027, sedangkan pembangunan smelter HPAL ditargetkan rampung pada akhir tahun yang sama. Perusahaan juga menegaskan bahwa kelancaran penyelesaian proyek akan sangat tergantung pada faktor perizinan, kondisi lapangan, serta dukungan mitra dan pembiayaan.

    Target Positif ke Kinerja Keuangan

    Vale menekankan bahwa proyek-proyek ini diproyeksikan akan memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan, laba bersih, dan arus kas perusahaan dalam jangka panjang.

    “Setelah beroperasi, Perseroan menargetkan adanya imbal balik yang dapat berkontribusi positif pada pendapatan, laba bersih, serta arus kas,” ujarnya dalam dokumen keterbukaan.

    Tiga Proyek Smelter, Total Investasi Rp 130 Triliun

    Vale saat ini mengembangkan tiga proyek pengolahan nikel utama di Indonesia, dengan total nilai investasi mencapai sekitar US$ 9 miliar atau sekitar Rp 130 triliun. Ketiga proyek tersebut mencakup:

    1. Smelter HPAL di Pomalaa, Sulawesi Tenggara – bekerja sama dengan Huayou Cobalt dan Ford Motor Co, memproduksi 120.000 ton per tahun Mixed Hydroxide Precipitate (MHP).
    2. Smelter nikel di Morowali, Sulawesi Tengah – menggandeng Shandong Xinhai Technology Co., Ltd.
    3. Smelter HPAL di Sorowako, Sulawesi Selatan – saat ini sedang dalam tahap konstruksi awal.

    Ketiga fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi secara bertahap antara 2026 hingga akhir 2027. (*)

  • PT CLM Kabulkan Tuntutan Warga Lampia, Perekrutan Dimulai September

    PT CLM Kabulkan Tuntutan Warga Lampia, Perekrutan Dimulai September

    LUWU TIMUR, FOBIZ.ID — Perjuangan warga Dusun Lampia, Desa Harapan, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, terhadap PT Citra Lampia Mandiri (CLM) akhirnya membuahkan hasil. Perusahaan tambang nikel itu menyatakan kesediaannya mengakomodasi tuntutan warga, dalam pertemuan yang digelar di Aula Kantor Desa Harapan pada Kamis (24/7/2025) sore.

    Pertemuan yang dimulai sekitar pukul 15.30 WITA tersebut difasilitasi langsung oleh Kepala Desa Harapan, Mustakin. Dari pihak perusahaan hadir Manajer Eksternal Fauzi Lukman, Kepala HRD Hilmar Mutahean, dan Site Manager Hary Agustinus.

    Di awal diskusi, suasana sempat memanas. Warga mempertanyakan keabsahan data jumlah tenaga kerja yang disampaikan PT CLM. Mereka merasa dibohongi karena data resmi dari Dinas Ketenagakerjaan menunjukkan jumlah berbeda dibandingkan data yang dipaparkan pihak perusahaan.

    Meski berlangsung alot, diskusi akhirnya menghasilkan kesepakatan. PT CLM menyatakan siap memenuhi sejumlah tuntutan warga Lampia.

    Adapun tuntutan warga, antara lain:

    • Satu orang warga dimasukkan ke bagian HRD PT CLM.
    • Satu orang lainnya dipekerjakan di bagian eksternal perusahaan.
    • Menolak hasil tes rekrutmen karyawan terbaru yang dinilai tidak transparan.

    Dalam pertemuan tersebut, Kepala Desa Harapan, Mustakin, mendesak perusahaan agar memberikan jawaban tegas. “Saya minta pihak eksternal hari ini menyatakan sikap, apakah bisa diterima atau tidak,” ujarnya.

    Terkait desakan untuk membatalkan hasil tes rekrutmen sopir, Kepala HRD Hilmar Mutahean menyebut permintaan itu cukup sulit direalisasikan. Namun, pihaknya berjanji akan menambahkan satu orang warga Lampia untuk mengisi posisi lainnya yang sesuai kebutuhan perusahaan.

    Sementara itu, Manajer Eksternal PT CLM, Fauzi Lukman, menyatakan tuntutan warga masih dalam batas yang wajar. “Kami akan mengkaji ulang kebutuhan tenaga kerja yang disampaikan warga. Yang pasti, perusahaan tetap memprioritaskan tenaga kerja lokal. Itu komitmen kami,” tegasnya. Baca Berita Sebelumnya

    Kepala Desa Harapan menyambut baik hasil pertemuan tersebut dan berharap warga tidak lagi menggelar aksi, melainkan mengawal realisasi janji perusahaan. Ia juga menyampaikan bahwa proses rekrutmen dijadwalkan dimulai awal September 2025.

    “Alhamdulillah, cukup memuaskan hasilnya. Kita tinggal lihat sejauh mana keseriusan perusahaan menindaklanjuti komitmen hari ini,” pungkasnya.

    Sebagai informasi, pertemuan ini sempat tertunda sejak siang hari dan baru terlaksana pada sore harinya. (*)