Tag: Sulsel

  • Rapat Pansus Hak Angket DPRD Gowa Diundur, Bupati Dijadwalkan Dipanggil 14 Juli

    Rapat Pansus Hak Angket DPRD Gowa Diundur, Bupati Dijadwalkan Dipanggil 14 Juli

    GOWA, FOBIZ.ID – Rapat Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Gowa yang sebelumnya direncanakan berlangsung pada Kamis (9/7/2026) belum terlaksana. Hingga siang hari, belum ada informasi resmi dari pimpinan DPRD mengenai pelaksanaan rapat yang sebelumnya disebut akan menghadirkan Bupati Gowa.

    Anggota Pansus Hak Angket DPRD Gowa, Asrul Makkaraus, mengaku belum menerima informasi resmi terkait perubahan jadwal tersebut. Namun, ia menyebut rapat kemungkinan akan digelar pada Selasa, 14 Juli 2026.

    “Saya belum dapat info dari pimpinan DPRD. Mungkin tanggal 14, hari Selasa, insya Allah,” ujar Asrul saat dikonfirmasi FOBIZ.ID melalui pesan WhatsApp, Kamis (9/7/2026).

    Meski demikian, Asrul belum dapat memastikan alasan di balik perubahan jadwal rapat tersebut.

    “Mungkin ada agenda atau pertimbangan lain dari pimpinan DPRD sehingga jadwalnya diundur ke tanggal 14 hari Selasa. Saya tidak tahu juga,” katanya.

    Pimpinan Pansus Sudah Usulkan Pemanggilan Bupati

    Saat ditanya mengenai surat pemanggilan kepada Bupati Gowa, Asrul mengatakan dirinya belum memperoleh informasi dari pimpinan DPRD. Namun, ia memastikan pimpinan Pansus telah menyampaikan usulan secara resmi.

    “Saya belum dapat info dari pimpinan. Yang jelas pimpinan Pansus sudah menyurat ke pimpinan DPRD untuk memanggil Ibu Bupati di rapat Pansus selanjutnya,” jelasnya.

    Dengan demikian, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai jadwal resmi rapat maupun waktu pemanggilan Bupati Gowa. Seluruh agenda tersebut masih menunggu keputusan pimpinan DPRD Gowa.

    Kelanjutan Proses Hak Angket

    Pansus Hak Angket DPRD Gowa dibentuk sebagai tindak lanjut atas penggunaan hak angket yang sebelumnya disetujui DPRD untuk melakukan pendalaman terhadap sejumlah kebijakan Pemerintah Kabupaten Gowa.

    Dalam beberapa pekan terakhir, Pansus telah menggelar serangkaian rapat dan meminta keterangan dari sejumlah pihak yang dinilai memiliki keterkaitan dengan materi penyelidikan. Tahapan berikutnya diarahkan pada permintaan keterangan dari Bupati Gowa sebagai kepala daerah.

    Sebelumnya, Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menyatakan siap menghadiri rapat Pansus apabila menerima undangan resmi dari DPRD Gowa. Pernyataan tersebut disampaikan setelah muncul berbagai spekulasi mengenai agenda pemanggilan dirinya oleh Pansus.

    Karena itu, rapat yang semula diperkirakan berlangsung pada 9 Juli menjadi perhatian publik mengingat agenda tersebut disebut-sebut akan menjadi momentum pemanggilan Bupati Gowa untuk memberikan penjelasan di hadapan Pansus.

    Kuasa Hukum Belum Memberikan Tanggapan

    Untuk memperoleh informasi yang berimbang, FOBIZ.ID juga telah menghubungi kuasa hukum Bupati Gowa, Amiruddin, melalui pesan WhatsApp guna meminta tanggapan terkait belum terlaksananya rapat Pansus tersebut.

    Namun hingga berita ini diterbitkan, Amiruddin belum memberikan jawaban atas permintaan konfirmasi yang disampaikan.

    FOBIZ.ID akan terus memantau perkembangan agenda Pansus Hak Angket DPRD Gowa dan memperbarui informasi apabila telah ada keputusan resmi dari pimpinan DPRD maupun tanggapan dari Pemerintah Kabupaten Gowa.

  • Perbankan Sulsel Tetap Tumbuh, Aset Capai Rp215,79 Triliun

    Perbankan Sulsel Tetap Tumbuh, Aset Capai Rp215,79 Triliun

     

    FOBIZ.ID, MAKASSAR – Kinerja sektor perbankan di Sulawesi Selatan hingga April 2026 tetap menunjukkan pertumbuhan yang positif. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total aset perbankan mencapai Rp215,79 triliun atau tumbuh 5,29 persen secara tahunan (year on year/yoy).

    Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga meningkat 7,23 persen menjadi Rp149,46 triliun. Tabungan masih mendominasi komposisi DPK dengan pangsa 60,72 persen, diikuti deposito sebesar 22,79 persen dan giro 16,50 persen.

    Di sisi penyaluran dana, kredit perbankan tumbuh 5,46 persen menjadi Rp174,60 triliun. Kredit produktif memiliki porsi 52,36 persen, sedangkan kredit konsumtif mencapai 47,64 persen. Sektor perdagangan besar dan eceran menjadi penerima kredit produktif terbesar dengan pangsa 21,86 persen.

    Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muhlasin, mengatakan pertumbuhan aset, dana masyarakat, dan kredit menunjukkan sektor perbankan daerah tetap berada dalam kondisi yang sehat.

    “Kinerja perbankan Sulawesi Selatan hingga April 2026 tetap terjaga dengan pertumbuhan aset, penghimpunan dana masyarakat, dan penyaluran kredit yang positif. Hal ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan masih kuat, sekaligus mencerminkan fungsi intermediasi yang berjalan dengan baik dalam mendukung aktivitas ekonomi daerah,” ujar Moch. Muhlasin.

    Selain itu, fungsi intermediasi perbankan tetap terjaga dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 116,82 persen. Sementara rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) berada pada level 3,74 persen, yang menunjukkan perbankan masih mampu menjaga kualitas pembiayaan melalui penerapan prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko yang memadai.

  • Sistem Lontara Plus Dinilai Efektif, Orang Tua Apresiasi SPMB SMPN 25 Makassar

    Sistem Lontara Plus Dinilai Efektif, Orang Tua Apresiasi SPMB SMPN 25 Makassar

    FOBIZ.ID, MAKASSAR – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 jalur Non Domisili di UPT SPF SMP Negeri 25 Makassar mendapat respons positif dari para orang tua calon peserta didik.

    Pasalnya, pemanfaatan platform digital Super Apps Lontara Plus dinilai mempermudah seluruh tahapan seleksi sehingga proses penerimaan berlangsung tertib, terbuka, dan mudah diakses.

    Sebelumnya, hasil seleksi tahap pertama jalur Non Domisili untuk jenjang PAUD, SD, dan SMP diketahui telah diumumkan pada Kamis (18/6/2026).

    Khusus di SMPN 25 Makassar, tahapan tersebut juga telah dilanjutkan dengan proses daftar ulang bagi peserta yang dinyatakan lulus.

    Selain itu, pihak sekolah menggelar sesi wawancara bersama orang tua siswa sebagai sarana penyampaian informasi mengenai tata tertib sekolah serta kesiapan peserta didik memasuki lingkungan belajar yang baru.

    Panitia SPMB SMPN 25 Makassar juga membentuk grup WhatsApp guna memudahkan penyebaran informasi terkait persiapan kegiatan belajar mengajar maupun kebutuhan administrasi lainnya.

    Rahman, salah seorang orang tua siswa yang mendaftarkan anaknya melalui jalur Non Domisili kategori prestasi akademik, mengaku puas terhadap pelayanan yang diberikan tim verifikator selama proses pendaftaran berlangsung.

    Menurutnya, kehadiran Super Apps Lontara Plus membuat tahapan pendaftaran menjadi lebih terstruktur dan dapat dipantau secara langsung oleh peserta maupun orang tua.

    “Saat pendaftaran online, panitia di sekolah langsung menghubungi melalui WhatsApp ketika berkas yang kami unggah belum sesuai saat divalidasi. Kami diberi arahan untuk memperbaikinya sehingga proses pendaftaran bisa dilanjutkan,” ujarnya, Minggu (21/6/2026).

    Rahman menuturkan, pelaksanaan SPMB 2026 di SMPN 25 Makassar mencerminkan prinsip keterbukaan karena seluruh proses dilakukan melalui sistem yang terintegrasi.

    Mulai dari pendaftaran, pengunggahan dokumen, verifikasi administrasi hingga pengumuman hasil seleksi dapat dipantau secara jelas oleh masyarakat.

    “Setiap tahapannya bisa dilihat oleh peserta dan orang tua. Jadi prosesnya terbuka dan tidak ada informasi yang ditutup-tutupi,” katanya.

    Ia juga mengapresiasi pendampingan yang diberikan panitia, baik secara daring maupun tatap muka di sekolah. Menurutnya, layanan tersebut membantu orang tua memahami persyaratan administrasi yang harus dipenuhi.

    “Panitia memberikan pendampingan agar semua peserta memperoleh kesempatan dan pemahaman yang sama terkait kelengkapan berkas,” terangnya.

    Rahman menilai pemeriksaan dokumen dilakukan secara bertahap oleh tim verifikator untuk memastikan data yang diinput sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah tersebut dinilainya sebagai bentuk penerapan prinsip akuntabilitas dalam penerimaan murid baru.

    “Kami sebagai orang tua merasa terbantu dengan sistem SPMB yang responsif, transparan, dan akuntabel sehingga seluruh tahapan berjalan jujur tanpa ada permainan,” pungkasnya.

    Berdasarkan pantauan awak media, pelaksanaan SPMB 2026 jalur Non Domisili di SMPN 25 Makassar yang berlokasi di Jalan Sanrangan Kompleks Dwi Darma, Kelurahan Sudiang Raya, Kecamatan Biringkanaya, berlangsung dalam suasana kondusif.

    Panitia terlihat tetap siaga memberikan pelayanan kepada masyarakat sejak tahap pendaftaran hingga verifikasi berkas peserta didik baru.

    Kepala UPT SPF SMP Negeri 25 Makassar, Drs. H. Nurhadi Taiya, M.Pd., juga tampak terlibat langsung mendampingi orang tua siswa sekaligus memberikan edukasi terkait persyaratan pada masing-masing jalur penerimaan.

    Di hadapan para orang tua, Nurhadi mengimbau agar masyarakat mulai menyiapkan dokumen kependudukan sejak dini, khususnya bagi peserta yang belum berhasil pada jalur Non Domisili.

    Ia menegaskan bahwa masih tersedia jalur Domisili sebagai tahapan berikutnya sehingga orang tua tidak perlu berkecil hati karena kesempatan untuk mendaftarkan anak tetap terbuka sesuai ketentuan yang berlaku.

    Menurutnya, seleksi jalur domisili menggunakan titik koordinat alamat yang tercantum dalam Kartu Keluarga untuk menghitung jarak antara tempat tinggal calon peserta didik dengan sekolah tujuan.

    Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Dinas Pendidikan Kota Makassar dalam memastikan proses penerimaan murid baru berlangsung objektif, transparan, akuntabel, dan inklusif.

    Pelayanan yang diberikan pihak sekolah juga mendapat apresiasi dari orang tua siswa. Selain bersikap ramah dan komunikatif, panitia disebut menyediakan makanan dan minuman bagi masyarakat yang datang berkonsultasi maupun menyelesaikan persoalan administrasi.

    “Pelayanannya sangat baik. Kepala sekolah juga terlihat sibuk membantu dan memberikan penjelasan kepada orang tua. Kami merasa dilayani dengan baik,” ujar salah seorang orang tua siswa.

    Seiring berakhirnya tahapan jalur Non Domisili, Dinas Pendidikan Kota Makassar kini membuka pendaftaran jalur Domisili untuk jenjang PAUD, SD, dan SMP yang dijadwalkan berlangsung pada 22–26 Juni 2026.

    Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, menyebut jalur domisili diperkirakan menjadi jalur dengan jumlah pendaftar terbanyak pada pelaksanaan SPMB tahun ini.

    Untuk mengantisipasi kepadatan, mekanisme pendaftaran dibedakan pada setiap jenjang pendidikan agar beban sistem dapat terdistribusi dengan baik.

    “Kami membuka jalur non-domisili lebih dahulu untuk mengurangi kepadatan, setelah itu baru jalur domisili dibuka,” ujarnya.

    “Dengan sistem yang ada saat ini kami optimistis proses pendaftaran dapat berjalan lancar,” pungkas Kadis Pendidikan Makassar Achi Soeleman. (*)

  • Sulsel dan Jatim Dominasi Bracket 9 Detik Kejurnas Drag Race Makassar

    Sulsel dan Jatim Dominasi Bracket 9 Detik Kejurnas Drag Race Makassar

    FOBIZ.ID, MAKASSAR – Pembalap asal Sulawesi Selatan dan Jawa Timur mendominasi kelas Bracket 9 Detik pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drag Race Putaran II yang berlangsung di lintasan Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, Minggu (24/5/2026).

    Pada kelas Bracket 9 Detik Non Diesel, pembalap tuan rumah Adrian Witono dari tim OTP 37X Sonic Speed tampil sebagai yang tercepat setelah mengungguli Gatot Subagyo asal Sulawesi Tengah di posisi kedua serta Teguh Wahyu di posisi ketiga.

    Sementara di kelas Bracket 9 Detik Diesel, pembalap Jawa Timur Adiem Prasetiyo dari SEA Team Pro7 sukses meraih podium pertama usai mengalahkan Uphik dari tim Bunda Racing Z Safir Sulsel dan Putra Astramank dari Lembur Motor Engineering yang masing-masing finis di posisi kedua dan ketiga.

    Untuk kelas Bracket 8 Detik, Brian Sumalata dari tim Sapi Balap X JRT Papua keluar sebagai juara. Adiem Prasetiyo kembali tampil konsisten dengan meraih posisi kedua, sedangkan Teguh Wahyu dari tim Limanh X Metro Gold Sulawesi Utara menempati posisi ketiga.

    Ketua Komisi Drag Race IMI Pusat, Darma Srada, mengatakan pelaksanaan Kejurnas Drag Race Putaran II di Makassar berjalan lancar dan memenuhi standar keselamatan.

    “Memang kita baru putaran dua, tapi saya optimistis Sulawesi Selatan ini adalah yang terbaik. Karena memang semua fokus, semua totalitas penyelenggara, baik didukung juga oleh IMI Sulawesi Selatan dan Lanud Hasanuddin tentunya,” ujar Darma Srada usai perlombaan, Minggu (24/5/2026).

    Ia juga mengapresiasi tingginya antusiasme peserta dari berbagai provinsi yang mencapai ratusan pembalap.

    “Kejurnas ini salah satu pelaksanaan event yang terselenggara dan terkoordinir dengan baik. Dari peserta yang kita lihat, terpuaskan untuk bisa menjalani race sejak kemarin sampai hari ini,” tambahnya.

  • Halalbihalal WTL Jadi Momentum Perjuangan Provinsi Luwu Raya

    Halalbihalal WTL Jadi Momentum Perjuangan Provinsi Luwu Raya

    MAKASSAR — Momentum Halalbihalal Wija to Luwu (WTL) yang digelar Badan Pengurus Wilayah (BPW) Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Sulawesi Selatan tahun ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi.

    Kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai ruang konsolidasi untuk memperkuat arah perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya.

    Acara yang dirangkaikan dengan Dzikir Akbar dalam rangka peringatan Hari Perjuangan Rakyat Luwu (HPRL) ke-80 itu berlangsung di Gedung Graha Pena Makassar dengan tema “Merajut Ukhuwah, Memperkuat Spirit Perjuangan Provinsi Luwu Raya.”

    Sekitar 500 peserta hadir dari berbagai unsur, mulai pemerintah, anggota legislatif, kepala daerah, akademisi, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, pemuda hingga mahasiswa.

    Solidaritas Masyarakat Luwu Raya

    Ketua panitia, Ir Ahmad Huzaen, menyebut tingginya partisipasi peserta menjadi cerminan kuatnya solidaritas masyarakat Luwu Raya.

    “Ini menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dan ikatan emosional masyarakat Luwu Raya masih sangat terjaga,” ujarnya.

    Sementara itu, Ketua BPW KKLR Sulsel, Ir Hasbi Syamsu Ali, menegaskan kegiatan tersebut menjadi momentum strategis menyatukan kembali kekuatan perjuangan yang selama ini tersebar.

    Menurutnya, pembentukan Provinsi Luwu Raya membutuhkan sinergi lintas sektor, mulai tokoh masyarakat, akademisi hingga pemerintah.

    “Kita ingin merajut kembali energi yang terurai, memperkuat kebersamaan, dan membangun sinergi untuk tujuan besar bersama, mempercepat terwujudnya Provinsi Luwu Raya,” tegasnya.

    Dukungan Diaspora dan Gerakan Donasi

    Hasbi juga mengapresiasi kontribusi diaspora Luwu Raya dalam mendukung kegiatan Halalbihalal kali ini.

    Ia menyebut kegiatan terlaksana melalui sistem curun-curun para Wija to Luwu, yakni semangat gotong royong dengan menghimpun sumbangan dana secara mandiri.

    “Untuk kegiatan HBH kali ini, murni curun-curun dari WTL semuanya, tidak menerima donasi dari Vale, Masmindo atau BMS seperti biasa,” ungkapnya.

    Pada momentum tersebut juga disosialisasikan Program Serbu Luwu Raya, yakni kampanye donasi publik untuk menghimpun dana perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya.

    Penyerahan Naskah Akademik

    Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah penyerahan naskah akademik pembentukan Provinsi Luwu Raya yang disusun tim Universitas Andi Djemma (Unanda) Palopo kepada Ketua Badan Pekerja Pemekaran (BPP) DOB Provinsi Luwu Raya, H Darwis Ismail.

    Rektor Unanda, Dr Ir H Anas Boceng, M.Si, mengatakan dokumen setebal hampir 700 halaman itu merupakan hasil kajian komprehensif yang melibatkan sekitar 20 akademisi selama empat bulan.

    Kajian tersebut mencakup potensi sumber daya, landasan hukum, hingga peluang pembentukan provinsi melalui pendekatan kebijakan nasional.

    “Dokumen ini membuka ruang alternatif, tidak hanya melalui pendekatan administratif konvensional, tetapi juga strategi nasional sesuai regulasi,” katanya.

    Diskusi Progres dan Tantangan

    Halalbihalal WTL juga diisi diskusi tematik bertajuk Progres dan Tantangan Pembentukan Provinsi Luwu Raya yang dipandu Wakil Sekjen BPP KKLR, Udhi Syahruddin Hamun.

    Narasumber yang hadir antara lain akademisi Unhas Dr Hasrullah, Wakil Rektor IV Unanda Dr Abdul Rahman Nur, serta Ketua BPP DOB Luwu Raya H Darwis Ismail.

    Dalam diskusi terungkap perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya telah mengantongi sejumlah dukungan penting, termasuk rekomendasi pemerintah daerah dan DPRD wilayah terkait.

    Para pembicara menilai pembentukan provinsi baru bukan sekadar persoalan administratif, tetapi kebutuhan strategis untuk mendorong pemerataan pembangunan, meningkatkan pelayanan publik, dan mempercepat kesejahteraan masyarakat.

    Dengan potensi sumber daya alam melimpah dari sektor kelautan, kehutanan hingga energi, Luwu Raya dinilai memiliki kapasitas kuat untuk berdiri sebagai provinsi mandiri.

    KKLR Sulsel berharap konsolidasi yang terbangun melalui momentum ini menjadi pijakan kuat dalam mengakselerasi langkah strategis menuju terbentuknya Provinsi Luwu Raya. (*)

  • Setahun Gerakan Rakyat, Konsolidasi Organisasi dan Aksi Sosial Digelar Serentak

    Setahun Gerakan Rakyat, Konsolidasi Organisasi dan Aksi Sosial Digelar Serentak

    FOBIZ.ID, MAKASSAR — Dewan Pimpinan Wilayah Gerakan Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan mematangkan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) pertama organisasi tersebut. Puncak peringatan dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 27 Februari 2026.

    Konsolidasi internal digelar bersama organisasi sayap Muda Bergerak Sulsel dan Tim 7 Partai Gerakan Rakyat Sulsel, Minggu (22/2), di Makassar. Rapat dipimpin Ketua DPW Gerakan Rakyat Sulsel, Asri Tadda, dan dihadiri jajaran pengurus lintas struktur wilayah.

    Dalam arahannya, Asri Tadda menegaskan bahwa peringatan satu tahun Gerakan Rakyat tidak dimaknai sekadar seremoni, melainkan sebagai momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen perjuangan organisasi.

    “Alhamdulillah, Gerakan Rakyat telah memasuki usia satu tahun sejak dideklarasikan pada 27 Februari 2025. Peringatan ini akan kita rayakan secara sederhana, tetapi bermakna dan berpijak pada pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

    Menurut Asri, dalam kurun satu tahun perjalanan, Gerakan Rakyat telah melahirkan sejumlah badan dan organisasi sayap, di antaranya Badan Siaga Bencana (Bahana), Badan Keamanan dan Pengawalan (Bakawal), Muda Bergerak, Perempuan Bergerak, Serikat Nelayan Rakyat (Senara), hingga Partai Gerakan Rakyat.

    Ia menyebutkan, Gerakan Rakyat lahir dari semangat perubahan yang digaungkan tokoh nasional Anies Baswedan, sekaligus menjadi wadah berhimpunnya relawan dan pejuang perubahan dari berbagai latar belakang.

    Empat Agenda Sosial

    Sebagai wujud rasa syukur dan komitmen sosial, DPW Gerakan Rakyat Sulsel merancang empat agenda utama yang digelar secara bertahap dan melibatkan partisipasi kader serta simpatisan.

    Agenda pertama adalah berbagi buku bacaan yang akan dilaksanakan pada Selasa (24/2) pukul 13.30 WITA, dengan titik kumpul di depan Perpustakaan Wilayah Sulawesi Selatan. Kegiatan ini juga membuka ruang donasi buku bacaan dari masyarakat.

    Agenda kedua berupa penanaman pohon yang dijadwalkan pada Rabu (25/2) pukul 16.00 WITA di kawasan galangan kapal. Aksi ini dimaksudkan sebagai simbol kepedulian lingkungan sekaligus harapan bagi masa depan.

    Pada hari yang sama, Gerakan Rakyat juga menggelar agenda ketiga, yakni berbagi takjil pada pukul 17.30 WITA di kawasan Fly Over Urip Sumoharjo. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyemarakkan bulan Ramadan dan menumbuhkan semangat berbagi.

    Agenda keempat adalah syukuran satu tahun Gerakan Rakyat yang akan dilaksanakan pada Jumat (27/2). DPW menganjurkan agar peringatan tersebut digelar secara sederhana di tingkat kabupaten/kota hingga kecamatan, serta dapat dirangkaikan dengan buka puasa bersama.

    Asri mengajak seluruh kader dan simpatisan Gerakan Rakyat untuk terlibat aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan tersebut.

    “Peringatan satu tahun ini merupakan refleksi kesyukuran atas hadirnya Gerakan Rakyat di tengah masyarakat. Kami berharap momentum ini memperkuat solidaritas internal, memperluas kebermanfaatan, dan menegaskan komitmen bahwa Gerakan Rakyat akan terus hadir untuk rakyat,” tegasnya.

    Dengan mengusung tema “1 Tahun Gerakan Rakyat, Hadir untuk Rakyat”, DPW Gerakan Rakyat Sulsel berharap rangkaian kegiatan ini tidak hanya mempererat konsolidasi organisasi, tetapi juga memperkuat citra Gerakan Rakyat sebagai gerakan sosial-politik yang berpijak pada kerja nyata dan kepedulian publik.

    Dalam pertemuan konsolidasi tersebut turut hadir jajaran pengurus DPW Gerakan Rakyat Sulsel, pengurus Muda Bergerak Sulsel, serta perwakilan Tim 7 DPW Partai Gerakan Rakyat Sulsel. (*)

  • Gelombang Tinggi Ancam Perairan Sulsel Sabtu 20 Desember 2025

    Gelombang Tinggi Ancam Perairan Sulsel Sabtu 20 Desember 2025

    FOBIZ.ID, SULSEL – Akhir pekan ini, perairan Sulawesi Selatan berpotensi dilanda gelombang tinggi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini yang berlaku mulai Sabtu, 20 Desember 2025. Warga pesisir dan nelayan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.

    Menurut BMKG, gelombang tinggi diperkirakan akan terjadi mulai pukul 08.00 WITA pada hari Sabtu hingga 08.00 WITA pada hari Selasa, 23 Desember 2025. Kondisi ini dipicu oleh angin kencang yang bertiup dari arah utara.

    “Kecepatan angin berkisar antara 10 hingga 30 knot,” jelas sumber dari BMKG. “Terutama di wilayah perairan Bulukumba dan Selayar, kecepatan angin tertinggi dapat memicu gelombang yang lebih tinggi.”

    Selain itu, BMKG juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca terkini. Informasi lebih detail mengenai prakiraan cuaca darat dapat diakses melalui situs resmi atau aplikasi BMKG.

    Dengan adanya peringatan ini, diharapkan para nelayan dan pelaku aktivitas maritim lainnya dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan. Utamakan keselamatan dan selalu perbarui informasi cuaca dari sumber terpercaya.

    Redaksi : FOBIZ. ID

  • 57 Tahun PT Vale Indonesia: Menambang Masa Depan dari Sorowako untuk Indonesia

    57 Tahun PT Vale Indonesia: Menambang Masa Depan dari Sorowako untuk Indonesia

    LUWU TIMUR, FOBIZ.ID — Genap 57 tahun sudah PT Vale Indonesia beroperasi sebagai perusahaan tambang nikel pertama dan tertua di Indonesia. Sejak didirikan pada 25 Juli 1968, perusahaan yang berbasis di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan ini telah membuktikan diri bukan sekadar korporasi ekstraktif, tetapi juga sebagai pionir pembangunan berkelanjutan di wilayah timur Indonesia.

    Dengan kiprah lebih dari setengah abad, PT Vale telah menjelma menjadi pilar hilirisasi industri nikel nasional sekaligus agen perubahan sosial dan lingkungan di kawasan operasi.

    Dari Tambang ke Transformasi

    PT Vale memulai operasional komersialnya pada April 1978. Kini, perusahaan ini memegang konsesi tambang nikel seluas lebih dari 118 ribu hektare di wilayah Sorowako. Selama 2023, Vale memproduksi lebih dari 70.728 ton nikel matte dari bijih berkadar tinggi, menyumbang ekspor senilai US$ 1,23 miliar.

    Perusahaan ini tercatat memiliki cadangan terbukti dan mungkin sebesar 107 juta ton bijih, dengan kandungan nikel sekitar 1,81 juta ton — menjadikan tambang Sorowako sebagai salah satu tambang nikel terbesar di dunia.

    Keberlanjutan yang Nyata

    Selama 2024–2025, PT Vale gencar melakukan transformasi hijau:

    Hemat air industri hingga 156 ribu m³ melalui proyek seperti Super Furnace 4 dan Sel Polisi.

    Mengurangi 87 ton total suspended solid (TSS) dan 0,11 ton Cr6+ di air buangan melalui inovasi teknologi Inco Matte.

    Limbah B3 (oli bekas, scrap logam, dan sampah organik) diolah menjadi barang guna ulang dan pakan ternak melalui program Trampil Woliko.

    60 ton logam bekas disulap kembali menjadi suku cadang alat berat, menekan biaya dan jejak karbon operasional.

    Kesejahteraan Masyarakat & SDGs

    Komitmen Vale dalam mendukung SDGs (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan) bukan sekadar retorika. Melalui berbagai program PPM (Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat), perusahaan ini berhasil:

    Menurunkan angka stunting melalui layanan kesehatan terpadu.

    Memberdayakan petani dan pelaku UMKM lokal dengan bantuan modal, pelatihan, dan akses pasar.

    Menyediakan beasiswa pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.

    Mengembangkan sentra ternak dan pertanian berkelanjutan berbasis teknologi lokal.

    Pada 2024, PT Vale diganjar lima penghargaan ISDA (Indonesia SDGs Award) atas komitmennya dalam kesehatan, ekonomi, lingkungan, dan teknologi masyarakat.

    Tata Kelola & Antikorupsi

    Transparansi dan integritas menjadi bagian dari budaya kerja PT Vale. Tahun ini:

    247 karyawan mengikuti pelatihan anti-suap dan anti-korupsi.

    Diterapkan sistem pelaporan Vale Whistleblower Channel, dengan 23 pengaduan masuk — 17 di antaranya terbukti valid dan ditindaklanjuti.

    Penghargaan Bergengsi Tahun 2024

    Sepanjang 2024, PT Vale meraih puluhan penghargaan nasional dan internasional, di antaranya:

    • PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
    • GMP Award dari Kementerian ESDM untuk praktik tambang terbaik.
    • CSA Award untuk emiten terbaik sektor bahan baku.
    • Subroto Award atas kontribusi dalam pengembangan masyarakat tambang.
    • Bisnis Indonesia Awards untuk sektor logam dan mineral terbaik.
    • Eco-tech Pioneer dari UND untuk teknologi energi rendah karbon.
    • ICSA 2024 kategori pemberdayaan masyarakat.
    • TKMPN 28: Platinum dan Best Presentation untuk tim teknik inovatif Vale.

    Sorowako untuk Dunia

    Kini, dengan struktur kepemilikan yang mencerminkan sinergi nasional dan global — Vale Canada Limited (33,9%), MIND ID (34%), dan Sumitomo Metal Mining (11,5%) — PT Vale berada di garda terdepan hilirisasi nikel untuk mendukung transisi energi bersih dunia.

    Nikel matte yang diproduksi Vale menjadi bahan baku penting untuk baterai kendaraan listrik (EV), menjadikan Sorowako bukan hanya pusat industri, tapi simpul strategis dalam peta geopolitik energi masa depan. (*)

  • Realisasi APBD 2021 Sulsel Naik 5 Persen

    Realisasi APBD 2021 Sulsel Naik 5 Persen

    Fobiz.id, MAKASSAR – Realisasi belanja pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan 2021 sebesar 93,02 persen dari pagu.

    Hal ini tercatat mengalami kenaikan sekitar 5 persen dari tahun sebelumnya.

    Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sulsel, Muhammad Rasyid menyampaikan, realisasi anggaran APBD 2021 naik cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya.

    Hingga 31 Desember 2021, realisasi belanja mecapai Rp10 trilun lebih atau 93,02 persen. Realisasi anggaran tahun 2021 naik sekitar 5 persen dari tahun 2020 yang realisasinya hanya sebesar 88,88 persen.

    Diperkirakan Capai 94 Persen

    “Angka ini kemungkinan akan bertambah dengan penginputan realisasi dana BOS pdaa SMA/SMK/SLB, sehingga belanja diperkirakan bisa mencapai 94 persen,” ujarnya, Ahad (2/12/2021).

    Sementara Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman berharap realisasi di tahun 2022 bisa lebih baik lagi. Apalagi anggaran akan diprioritaskan untuk pemulihan ekonomi.

    “Alhamdulillah realisasi anggaran 2021 meningkat. Kita harap tahun 2022 dapat lebih baik. Realisasi APBD 2022 tetap memprioritaskan untuk kemaslahatan masyarakat banyak. Serta upaya pemulihan ekonomi di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini,” kata dia.(*)

  • Warga Binaan Lapas Narkotika Bollangi Meninggal Dunia

    Warga Binaan Lapas Narkotika Bollangi Meninggal Dunia

     

    Fobiz.id Makassar -Warga binaan Lapas Bollangi, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, meninggal dunia, Rabu (15/12/2021).

    Saat ini keluarga korban telah berada di RS Bhayangkara Makassar untuk melihat jazad korban.

    Korban bernama Andi Lolo, merupakan warga binaan dengan masa hukuman 15 tahun dan saat ini telah menjalani hukuman 5 tahun penjara.

    “Benar ada warga binaan kami meninggal dunia,” kata Wandi Kepala Pengamanan Lapas Bollangi, Kamis (16/12/2021).. (TIM)