Tag: SIDRAP

  • Puncak Bila Sidrap Siap Sambut Touring Kemerdekaan dan Anniversary KIDC Indonesia ke-12

    Puncak Bila Sidrap Siap Sambut Touring Kemerdekaan dan Anniversary KIDC Indonesia ke-12

    FOBIZ.ID, SIDRAP – Taman Wisata Puncak Bila, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, siap menyambut sekitar 400 mobil peserta Touring Kemerdekaan dan Anniversary KIDC Indonesia ke-12 yang akan berlangsung pada 22–23 Agustus 2026.

    Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, kekompakan, dan rasa kekeluargaan antaranggota KIDC Indonesia, sekaligus memperingati hari jadi ke-12 dalam semangat kemerdekaan.

    Pengelola Taman Wisata Puncak Bila, Ahmad Shalihin Halin, menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap seluruh rangkaian acara berlangsung aman, nyaman, tertib, dan lancar.
    “Kami menyambut baik kedatangan keluarga besar KIDC Indonesia. Semoga Puncak Bila menjadi tempat berkumpul dan bersilaturahmi yang memberikan kesan positif bagi seluruh peserta,” ujarnya.

    Ketua Panitia, Fadlan Herman, mengatakan persiapan kegiatan terus dimatangkan. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya memperkuat persaudaraan antaranggota, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pariwisata dan masyarakat Sidrap.

    “Kami sangat antusias. Ini bukan sekadar touring dan perayaan anniversary, tetapi momentum memperkuat persaudaraan, kekompakan, dan rasa kekeluargaan,” katanya.

    Sementara itu, Ketua Umum KIDC Indonesia, Irwan Bahar, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat kebersamaan seluruh anggota KIDC Indonesia.

    “Kami ingin Anniversary KIDC Indonesia ke-12 menjadi momentum untuk semakin mempererat silaturahmi dan kekeluargaan. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pengelola Puncak Bila dan seluruh pihak yang mendukung kegiatan ini,” ungkapnya.
    Seluruh peserta diimbau untuk menjaga keselamatan, kebersihan, keamanan, ketertiban, serta nama baik komunitas selama kegiatan berlangsung.

    Dengan semangat “Kemerdekaan, Persaudaraan, dan Kebersamaan”, kegiatan ini diharapkan menjadi perayaan anniversary yang berkesan sekaligus turut mempromosikan potensi pariwisata Kabupaten Sidrap.

  • Sinergi OJK dan Pemkab Sidrap Didorong Perluas Akses Pembiayaan Produktif

    Sinergi OJK dan Pemkab Sidrap Didorong Perluas Akses Pembiayaan Produktif

    FOBIZ.ID, MAKASSAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sulawesi Selatan, Kantor Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) III Sulampua, serta pelaku usaha jasa keuangan memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang untuk memperluas akses keuangan dan pembiayaan produktif.

     

    Pertemuan yang berlangsung di Kantor Bupati Sidenreng Rappang pada Selasa, 7 Juli 2026, membahas penguatan pelaksanaan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), perkembangan ekonomi daerah, serta evaluasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

     

    Kepala OJK Sulsel Sulbar, Moch. Muchlasin, mengatakan kolaborasi antara pemerintah daerah, regulator, dan industri jasa keuangan menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.

     

    Menurut Muchlasin, OJK terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan melalui penguatan peran TPAKD, sekaligus memperluas akses pembiayaan produktif agar masyarakat dan pelaku usaha memperoleh layanan keuangan yang legal, aman, dan sesuai kebutuhan.

     

    Selain membahas program TPAKD, audiensi juga mengevaluasi penyaluran KUR di Kabupaten Sidenreng Rappang. Para peserta sepakat pembiayaan tersebut perlu lebih difokuskan pada sektor-sektor produktif yang mampu meningkatkan kapasitas usaha, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

     

    Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, menyambut baik sinergi yang dibangun OJK, DJPb, LPS, dan pelaku usaha jasa keuangan. Ia menilai kerja sama tersebut penting untuk mendukung pengembangan komoditas unggulan daerah, khususnya sektor perberasan dan peternakan telur.

     

    Menurut Syaharuddin, peningkatan akses pembiayaan, penguatan literasi dan inklusi keuangan, serta optimalisasi program KUR dan TPAKD diharapkan dapat memperkuat daya saing sektor unggulan daerah sekaligus memperluas kesempatan kerja.

     

    Melalui kerja sama tersebut, OJK dan pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk memperkuat koordinasi dalam menjalankan berbagai program strategis sektor jasa keuangan. Langkah ini diharapkan mampu memperluas akses pembiayaan formal, meningkatkan inklusi keuangan masyarakat, menjaga stabilitas sektor jasa keuangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sidenreng Rappang yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

  • Sambut HUT ke-15, Puncak Bila Sidrap Siap Gelar Gebyar Musik Bergembira 2026

    Sambut HUT ke-15, Puncak Bila Sidrap Siap Gelar Gebyar Musik Bergembira 2026

     

    FOBIZ.ID, SIDRAP – Taman Wisata Puncak Bila, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), siap menggelar Gebyar Musik Puncak Bergembira 2026 dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-15 destinasi wisata tersebut. Acara yang akan berlangsung pada Minggu, 26 Juli 2026, mulai pukul 08.00 hingga 17.30 WITA, dipastikan menghadirkan sederet artis ternama asal Sulawesi Selatan dan berbagai hadiah menarik bagi para pengunjung.

    Owner Taman Wisata Puncak Bila, Ahmad Shalihin Halim, mengatakan perayaan tahun ini dikemas lebih meriah sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat yang selama ini menjadikan Puncak Bila sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Sulawesi Selatan.

    “Gebyar Musik Puncak Bergembira 2026 kami persembahkan untuk seluruh masyarakat. Ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga bentuk rasa syukur atas perjalanan 15 tahun Taman Wisata Puncak Bila yang terus mendapat kepercayaan dan dukungan dari para pengunjung,” ujar Ahmad Shalihin Halim Senin (13/7/2026).

    Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus mendorong sektor pariwisata di Kabupaten Sidrap.

    “Kami ingin menghadirkan pengalaman liburan yang menyenangkan bagi seluruh keluarga. Pengunjung dapat menikmati udara yang sejuk, panorama alam Puncak Bila, sekaligus disuguhi hiburan dari artis-artis terbaik Sulawesi Selatan dalam satu hari penuh,” katanya.

    Ia menambahkan, penyelenggaraan Gebyar Musik Puncak Bergembira juga merupakan upaya memperkenalkan potensi wisata daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

    “Kami berharap acara ini mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah sehingga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal, mulai dari pelaku UMKM, pedagang, hingga sektor jasa di sekitar kawasan wisata,” ungkapnya.

    Pada panggung hiburan, sejumlah artis dipastikan tampil menghibur pengunjung, di antaranya Udhien Leader’s, Ling Ling DA, Evhy LIDA, Kiki DA, Tina DA, Nindi Purwanto, dan Asbar Haris DMD.

    Selain konser musik, panitia juga menyiapkan beragam doorprize, meliputi tujuh paket Free Pass Taman Wisata Puncak Bila beserta T-shirt eksklusif, tujuh paket hadiah elektronik, serta 10 hadiah uang tunai bagi para pengunjung yang beruntung.

    Ahmad Shalihin Halim mengajak masyarakat memanfaatkan momen tersebut untuk berlibur bersama keluarga.

    “Kami mengundang seluruh masyarakat Sulawesi Selatan dan sekitarnya untuk datang ke Puncak Bila pada 26 Juli nanti. Mari rayakan Hari Jadi ke-15 Puncak Bila bersama keluarga dan sahabat. Insya Allah kami akan menyuguhkan hiburan terbaik, suasana yang nyaman, dan berbagai hadiah menarik bagi para pengunjung,” tuturnya.

    Ia optimistis Gebyar Musik Puncak Bergembira 2026 akan menjadi salah satu agenda wisata terbesar di Kabupaten Sidrap tahun ini.

    “Harapan kami, Puncak Bila tidak hanya dikenal sebagai tempat wisata alam, tetapi juga menjadi pusat penyelenggaraan berbagai event berkualitas yang mampu menarik wisatawan dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta kemajuan pariwisata Sidrap,” pungkas Ahmad Shalihin Halim.

    Gebyar Musik Puncak Bergembira 2026 akan digelar pada Minggu, 26 Juli 2026, pukul 08.00–17.30 WITA, di Taman Wisata Puncak Bila, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Acara terbuka untuk umum dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-15 Taman Wisata Puncak Bila.

  • BKKBN Sulsel dan Komisi IX DPR RI Kolaborasi Edukasi Masyarakat Bahaya Stunting

    BKKBN Sulsel dan Komisi IX DPR RI Kolaborasi Edukasi Masyarakat Bahaya Stunting

    SIDRAP, FOBIZ.ID – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Selatan melaksanakan kegiatan Edukasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Program Percepatan Penurunan Stunting bersama Mitra Kerja dengan menyasar masyarakat Desa Buae, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap, (12/11/22).

    Direktur Avokasi dan Hubungan Antar Lembaga BKKBN, Wahidah Paheng, S.Sos, M.Si, mengatakan program Percepatan Penurunan Stunting (PPS) merupakan program prioritas nasional dimana terbitnya Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting juga mengamanatkan BKKBN sebagai ketua pelaksana Percepatan Penurunan Stunting Indonesia, yang dalam perlaksaannya melibatkan mitra lintas sektor.

    Disebutkan salah satu mitra strategis BKKBN yang berperan dalam mendukung Percepatan penurunan Stunting baik dari segi anggaran mapun program yakni Komisi IX DPR.

    “Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan Komisi IX DPR RI, dimana Komisi IX merupakan mitra strategis BKKBN yang selalu memberikan dukungan baik dalam anggaran maupun program penanganan Stunting,” ujar Wahida.

    Lebih lanjut dikatakan salah satu intervensi yang dilakukan dalam pelaksanaan percepatan penurunan stunting dengan memastikan setiap Calon Pengantin berada dalam kondisi ideal untuk menikah dan hamil.

    BKKBN telah mengembangkan Aplikasi Elsimil atau Aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Siap Hamil, Aplikasi ini dirancang sebagai alat bantu Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri dari Bidan, Kader KB dan PKK untuk melakukan pendampingan kepada remaja sebagai calon pengantin dan ibu, memberikan edukasi, pemeriksaan kehamilan serta pemberian multivitamin atau tablet tambah darah untuk mencegah anak lahir Stunting.

    “Kondisi ibu saat hamil dan melahirkan menjadi salah satu penyebab terjadi Stunting, dimana usia ibu saat hamil yang terlalu muda, kondisi anemia berpotensi melahirkan bayi Stunting, dengan Elsimil kita akan lakukan skrining untuk mengetahui kondisi kesehatan calon pengantin, apakah sudah siap menikah dan siap hamil,” ujar Wahidah.

    Lebih lanjut dikatakan tren dimasyarakat saat ini sebagian besar hanya fokus pada bagaimana menyiapkan prosesi pernikahan seperti preweding, gedung pernikahan, pakaian pengantin, padahal ada hal penting dan terabaikan yaitu bagaimana menyiapkan remaja ini agar sehat, tidak anemia, dan ideal untuk menikah baik dari segi usia maupun kesehatan.

    “BKKBN telah bekerjasama dengan KUA untuk memberikan pendampingan kepada calon pengantin melalui konseling pranikah, dimana usia ideal untuk menikah 21 tahun untuk wanita dan 25 tahun untuk laki-laki,” kata Wahidah.

    Anggota Komisi IX DPR RI Aliyah Mustika Ilham mengatakan pihaknya mendukung penuh program percepatan penurunan stunting dengan mengalokasi bantuan makan tambahan gizi kepada keluarga berisiko stunting, seperti susu, paket penambah gizi dan tablet tambah darah bagi remaja.

    “BKKBN merupakan mitra kami di Komisi IX DPR RI, dimana BKKBN kami tahu banyak program-program yang di kembangkan seperti program Generasi Berencana, program Kampung KB dan berbagai program pemberdayaan masyarakat semuanya untuk meningkatkan derajat kualitas hidup masyarakat, khsusunya dalam upaya pencegahan Stunting yang menjadi program Nasional,” ujar Aliyah.

    Dalam yang sama, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sidrap, Dr. Ns. H. Basra, S.Kep, M.Kes menjelaskan Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh dan kembang pada anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang ditandai yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah anak seusianya atau standar yang ditetapkan oleh menteri kesehatan.

    “Perlu ditegaskan bahwa anak pendek belum tentu Stunting, tetapi anak stunting sudah tentu pendek, hal ini bisa terjadi karena memang anak tersebut pendek karena genetic tetapi tidak Stunting,” ujar Basra.

    “Bukan hanya tinggi badan yang terhambat, tetapi pertumbuhan otak juga akan tidak berkembang sehingga akibat buruknya, anak ini akan sulit belajar, tidak cerdas dan sulit konsentrasi, dan kalau Stunting telah terjadi yang bisa dilakukan hanya memperbaiki gizi agar dampaknya tidak lebih besar,” ujar Basra yang juga Penjabat Sekretaris Daerah Sidrap.

    Basra menambahkan kasus Stunting dapat terjadi disebabkan karena anak tersebut sulit mendapatkan akses terhadap gizi, baik dari segi kualitas maupun dari segi kuantitas disebabkan faktor ekonomi orang tua ataupun kurang pengetahuannya keluarga terkait pola asuh dan pola makan yang baik.

    “Stunting tidak hanya terjadi pada keluarga yang kurang mampu, banyak keluarga yang berada tetapi anaknya Stunting, ini menggambarkan Stunting bukan hanya masalah ekonomi tetapi terkait pola asuh dan pola makan yang salah,” ujar Basra.

    Ditambahkan saat ini angka prevalensi Stunting Sidrap berdasarkan data SSGI tahun 2021 sebesar 25,4 Persen sedangkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan batas toleransi stunting suatu negara hanya 20 persen.

    Terkait penaganan Stunting di Kabupaten Sidrap, Basra menuturkan telah mengembangkan inovasi Sahabat Stunting atau Saya Hadir Buat Stunting merupakan program pendampingan dengan sasaran ibu hamil, ibu nifas, anak balita dan remaja putri melalui pemberian edukasi dan layanan kesehatan terkait pencegahan stunting.

    “Lewat program Sahabat Stunting ini, kita akan memberikan layanan kesehatan, edukasi deteksi dini resiko stunting, pelayanan rujukan perawatan dan pemberdayaan masyarakat,” tutup Basra. (*)