Tag: Musda

  • Musda ASITA Sulsel 2026 Digelar, Didi Leonardo Pamit dari Kursi Ketua

    Musda ASITA Sulsel 2026 Digelar, Didi Leonardo Pamit dari Kursi Ketua

     

    FOBIZ.ID, MAKASSAR – Musyawarah Daerah (Musda) Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Sulawesi Selatan digelar di Swiss-Belhotel Losari Makassar, Kamis (20/8/2026).

    Agenda tersebut menjadi momentum evaluasi kepengurusan sekaligus menentukan arah organisasi ke depan.

    Ketua DPD ASITA Sulsel, Didi Leonardo Manaba, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota dan stakeholder yang selama ini mendukung perjalanan organisasi.

    Musda kali ini juga menjadi momen perpisahan bagi Didi setelah menjalankan kepemimpinannya di ASITA Sulsel. Ia menyampaikan dua pesan utama dalam sambutannya, yakni terima kasih dan permohonan maaf.

    “Terima kasih dan mohon maaf,” kata Didi dalam sambutannya.

    Didi mengatakan, setelah masa kepengurusannya berakhir, ia berharap kepemimpinan ASITA Sulsel dapat dilanjutkan oleh pengurus baru yang mampu membawa organisasi dan industri perjalanan wisata ke arah yang lebih baik.

    Ia mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang belum terselesaikan selama masa kepengurusannya.

    “ASITA tentu banyak tugas, banyak PR yang belum kita selesaikan,” ujarnya.

    Menurut Didi, tantangan ke depan tidak hanya berkaitan dengan bisnis biro perjalanan, tetapi juga pengembangan destinasi wisata, peningkatan sumber daya manusia, hingga pergerakan wisatawan domestik maupun internasional.

    Ia berharap kepengurusan baru mampu memberikan terobosan, khususnya dalam memperkuat bisnis travel agency serta ikut mendorong pertumbuhan industri pariwisata Sulawesi Selatan.

    Didi juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah daerah, kementerian, pengelola bandara, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Menurutnya, keberlangsungan industri pariwisata tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan regulasi dan kebijakan pemerintah.

    “Kerja sama kita dengan kabupaten, kota ini juga susah kalau tidak ada kolaborasi,” katanya.

    Dalam kesempatan tersebut, Didi turut menyinggung perkembangan pasar wisatawan mancanegara. Ia menyebut Sulawesi Selatan mulai mendapatkan perhatian dari wisatawan asal Malaysia, sembari tetap mempertahankan pasar Eropa yang selama ini menjadi salah satu pasar penting bagi industri pariwisata.

    Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah dan stakeholder dalam berbagai kegiatan ASITA Sulsel, termasuk penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ASITA yang sebelumnya digelar di Makassar.

    Menurut Didi, penyelenggaraan Rakernas tersebut menjadi salah satu capaian penting selama masa kepengurusannya.

    Menutup sambutannya, Didi kembali meminta maaf kepada seluruh anggota ASITA Sulsel dan berharap silaturahmi tetap terjaga meski dirinya tidak lagi menjabat sebagai ketua.

    Ia juga menyampaikan harapan agar kepengurusan baru mampu melanjutkan program yang telah berjalan sekaligus menghadirkan gebrakan baru bagi industri perjalanan dan pariwisata Sulawesi Selatan.

  • Musda DPD ASITA Sulsel 2026 Dorong Transformasi Organisasi Hadapi Persaingan Global

    Musda DPD ASITA Sulsel 2026 Dorong Transformasi Organisasi Hadapi Persaingan Global

    FOBIZ.ID, MAKASSAR – Musyawarah Daerah (Musda) DPD ASITA Sulawesi Selatan 2026 menjadi momentum untuk mendorong transformasi organisasi sekaligus memperkuat kolaborasi antara pelaku usaha perjalanan wisata dan pemerintah.

     

    Mengusung tema “Transformasi ASITA Sulawesi Selatan Menuju Organisasi Pariwisata yang Adaptif, Kolaboratif, dan Berdaya Saing Global”, Musda digelar di Hotel Swiss-Belhotel Losari Makassar, Kamis (20/8/2026).

     

    Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua Umum V DPP ASITA Anthon Wahyudi dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan Hj Andi Mirna.

     

    Dalam sambutannya, Anthon mengatakan Musda tidak sekadar menjadi agenda pergantian kepengurusan. Forum tersebut, kata dia, harus menjadi ruang untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus menyusun strategi menghadapi perubahan industri pariwisata.

     

    “Musda ini bukan hanya momentum untuk membangkitkan organisasi, tetapi juga menjadi ruang untuk menjalankan asosiasi serta membuka arah organisasi yang lebih baik,” ujar Anthon.

     

    Menurutnya, perkembangan teknologi dan perubahan perilaku wisatawan membuat pelaku industri pariwisata harus terus beradaptasi. Profesionalisme dan soliditas anggota ASITA menjadi faktor penting untuk menghadapi dinamika tersebut.

     

    Anthon juga menyoroti besarnya potensi pariwisata Sulsel yang mencakup kekayaan alam, budaya, sejarah hingga destinasi kepulauan.

     

    “Saya berharap Musda ini dapat menjadi momentum untuk membangun komunitas yang lebih baik dan menghadirkan ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat Sulawesi Selatan,” katanya.

     

    Dia berharap kepengurusan ASITA Sulsel yang nantinya terpilih mampu memperkuat peran organisasi dalam mengembangkan pariwisata daerah sekaligus meningkatkan daya saing destinasi Sulsel di tingkat nasional maupun internasional.

     

    Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan Hj Andi Mirna mengatakan pemerintah siap memperkuat kolaborasi dengan pelaku industri pariwisata.

     

    Menurutnya, sektor pariwisata, termasuk industri tour and travel, memiliki potensi besar karena Sulsel memiliki kekayaan alam dan budaya yang dapat ditawarkan kepada wisatawan lokal maupun mancanegara.

     

    “Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan siap terus berkolaborasi dengan masyarakat dan seluruh stakeholder pariwisata dalam perbaikan infrastruktur, promosi terpadu, serta peningkatan kualitas sistem pariwisata agar mampu berdaya saing secara global,” ujar Andi Mirna.

     

    Ia juga mendorong ASITA ikut memperkuat promosi wisata halal di Sulsel. Menurutnya, peluang mendatangkan wisatawan dari Timur Tengah masih terbuka lebar apabila dikemas melalui strategi promosi dan paket perjalanan yang tepat.

     

    Andi Mirna menyebut sejumlah destinasi yang dapat dikembangkan dalam paket wisata, mulai dari kawasan karst Rammang-Rammang hingga wisata bahari di Kepulauan Selayar dan Spermonde.

     

    “Ke depan nanti, kita akan mencoba mengembangkan wisata-wisata yang ada, Rammang-Rammang, dan juga wisata bahari yang ada di Selayar dan Spermonde,” katanya.

     

    Karena itu, dia berharap anggota ASITA dapat menyusun paket wisata yang menarik untuk kemudian dipromosikan secara bersama-sama.

     

    “Jadi kami mengharapkan teman-teman ASITA ini bisa membuat paket-paket wisata yang bagus. Ya, nanti kita sama-sama mempromosikan,” ujarnya.

     

    Andi Mirna menambahkan, pemerintah melihat pariwisata sebagai salah satu motor penggerak perekonomian masyarakat. Pengembangan sektor tersebut membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan pelaku usaha.

     

    “Tantangan pariwisata ke depan memerlukan ketangguhan, ide-ide kreatif, serta keterbaruan langkah antara pemerintah dan pelaku usaha,” katanya.

     

    Dia berharap Musda ASITA Sulsel menghasilkan keputusan strategis serta program kerja yang kreatif dan inovatif untuk memperkuat industri pariwisata Sulsel.

     

    Sementara Anthon mengingatkan agar seluruh proses Musda berlangsung demokratis dan transparan. Ia berharap siapa pun yang mendapat amanah memimpin ASITA Sulsel dapat membawa organisasi semakin solid dan adaptif terhadap perkembangan industri pariwisata.

     

    “Siapa pun yang mendapatkan amanah untuk memimpin ASITA Sulawesi Selatan, mari kita bersama-sama menjaga dan mengembangkan organisasi ini agar semakin baik,” ujar Anthon.

  • Empat Bakal Calon Mendaftar, DPD ASITA Sulsel Matangkan Musda XVI

    Empat Bakal Calon Mendaftar, DPD ASITA Sulsel Matangkan Musda XVI

    FOBIZ.ID, MAKASSAR – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Sulawesi Selatan mematangkan persiapan Musyawarah Daerah (Musda) XVI yang dijadwalkan berlangsung pada 20 Agustus 2026 di Swiss-Belhotel Losari Makassar.

     

    Hingga akhir Juli, panitia mencatat empat bakal calon ketua telah mendaftarkan diri untuk memperebutkan kursi kepemimpinan organisasi periode 2026–2031.

     

    Keempat bakal calon tersebut yakni Mars Agung Afiat dari Mars Travel, Irsan Ali dari Talenta International Tourism, Suhardi dari Hardi Tours, serta Aliyah Mustika Ilham dari Mitra Mustika Pratama.

     

    Sekretaris Umum DPD ASITA Sulsel yang juga Ketua Organizing Committee (OC) Musda XVI, Ratu Noorita, mengatakan musda merupakan forum tertinggi organisasi di tingkat daerah yang menjadi momentum mengevaluasi kepengurusan sebelumnya sekaligus merumuskan arah kebijakan organisasi lima tahun ke depan.

     

    “Musda ini adalah agenda organisasi yang sangat penting karena menjadi forum tertinggi di tingkat daerah untuk melakukan evaluasi kepengurusan sebelumnya dan menyusun arah kebijakan organisasi lima tahun ke depan,” ujarnya, Jumat (31/7/2026) di Warkop Lakopi Hertasning, Makassar.

     

    Ia menjelaskan, pendaftaran bakal calon ketua masih dibuka hingga 1 Agustus 2026, sehingga jumlah kandidat masih berpotensi bertambah sebelum ditetapkan sebagai calon tetap.

     

    “Hari ini kita sudah memiliki empat kandidat, tetapi ini belum final. Kami masih menunggu sampai batas akhir pendaftaran dan berharap masih ada anggota lain yang mendaftarkan diri untuk ikut berkompetisi,” katanya.

     

    Menurut Ratu, banyaknya kandidat menunjukkan dinamika organisasi yang sehat. Kepemimpinan baru diharapkan mampu memperkuat solidaritas internal, meningkatkan kualitas layanan kepada anggota, memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, mendorong transformasi digital, hingga meningkatkan daya saing anggota ASITA di tingkat nasional maupun internasional.

     

    Sementara itu, Ketua DPD ASITA Sulsel Didi Leonardo Manaba mengatakan seluruh tahapan Musda XVI dipersiapkan secara matang. Ia menegaskan agenda tersebut bukan sekadar memilih ketua baru, tetapi juga memastikan keberlanjutan organisasi dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata Sulawesi Selatan.

     

    “Musda ini bukan hanya terfokus pada mencari pemimpin baru, tetapi bagaimana melanjutkan ASITA melalui kolaborasi dengan para pemangku kepentingan dan mendorong pengembangan destinasi pariwisata di Sulawesi Selatan,” ujarnya.

     

    Didi mengaku bersyukur karena proses kaderisasi berjalan dengan baik. Menurutnya, kehadiran empat bakal calon menjadi bukti organisasi memiliki kader-kader yang siap mengabdikan diri.

     

    “Alhamdulillah ada empat bakal calon. Mereka adalah kandidat terbaik yang bersedia mendedikasikan dirinya untuk memimpin ASITA Sulawesi Selatan,” katanya.

     

    Ia berharap kepengurusan baru nantinya mampu memperkuat posisi ASITA sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengembangkan industri pariwisata daerah sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha perjalanan wisata.

     

    Di sisi lain, Steering Committee (SC) Musda XVI yang diwakili Abdullah Bazergan dan Renald Sumolang memastikan seluruh proses pemilihan akan berlangsung sesuai mekanisme organisasi.

     

    Abdullah mengatakan pihaknya mengusung semangat transformasi organisasi menuju pariwisata yang kolaboratif, inovatif, dan berkelanjutan.

     

    “Kami berharap musyawarah daerah ini berlangsung aman, damai, dan penuh kegembiraan. Selama ini ASITA tidak pernah mengalami dinamika yang mengarah pada konflik, dan kami berharap tradisi itu tetap terjaga,” ujarnya.

     

    Ia menjelaskan, apabila jumlah calon tetap empat orang, maka pemilihan akan dilaksanakan dalam dua putaran. Dua kandidat dengan perolehan suara terbanyak pada putaran pertama akan melaju ke putaran kedua.

     

    “Pendaftaran ditutup 1 Agustus. Setelah proses verifikasi selesai, pada 2 Agustus kami akan mengumumkan nama-nama calon yang telah memenuhi persyaratan,” katanya.

     

    Abdullah menambahkan, berdasarkan data terdapat 361 perusahaan perjalanan wisata yang terdaftar sebagai anggota ASITA Sulsel dan memiliki hak suara, dengan syarat telah memenuhi ketentuan keanggotaan sesuai verifikasi panitia.

     

    Musda XVI DPD ASITA Sulsel diharapkan menjadi momentum lahirnya kepemimpinan baru yang mampu memperkuat organisasi sekaligus mempercepat kolaborasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong kemajuan pariwisata Sulawesi Selatan.