Tag: Grab

  • Grab Imbangi Kenaikan Tarif dengan Layanan Baru serta Promo Ekonomis

    Grab Imbangi Kenaikan Tarif dengan Layanan Baru serta Promo Ekonomis

    Editor : Awy

    Fobiz.id, Makassar — Sebagai bagian dari upaya untuk terus membantu menjaga pendapatan mitra pengemudinya, Grab melakukan penyesuaian tarif untuk layanan transportasi, mulai 11 September 2022 pukul 00.01 WIB. Hal tersebut dilakukan seiring pemberlakuan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh pemerintah pekan lalu.

    Pada waktu bersamaan, Grab juga mendorong penghematan konsumen dengan memperkenalkan layanan GrabBike Hemat dan Promo Diskon Ngegas GrabCar yang dapat dinikmati pengguna Grab di seluruh Indonesia selama periode yang ditentukan.

    Neneng Goenadi, Country Managing Director, Grab Indonesia, menyampaikan kedua inisiatif tersebut diharapkan membantu meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah kondisi yang dinamis saat ini. Menurut dia, penyesuaian tarif serta kehadiran layanan GrabBike Hemat dan promo bagi konsumen merupakan upaya Grab untuk tetap menawarkan pilihan layanan transportasi yang aman dan terjangkau.

    “Ini adalah bentuk dukungan Grab terhadap konsumen setia kami sembari memastikan keberlangsungan pemasukan bagi para mitra pengemudi di tengah kondisi yang sarat perubahan seperti saat ini,” ujar Neneng dalam keterangannya, baru – baru ini.

    Penyesuaian tarif dijalankan menyusul penetapan aturan baru tarif transportasi online yang terangkum dalam KP No. 667 Tahun 2022 tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan dengan Aplikasi.

    Grab mengatakan bahwa perhitungan tarif baru dilakukan secara saksama sesuai dengan aturan pemerintah, namun juga dirancang untuk menjaga kesejahteraan para mitra pengemudi di tengah kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), serta tetap menjaga kestabilan permintaan pasar terhadap layanan Grab. Tarif baru untuk layanan GrabBike dapat dilihat pada sebagai berikut:

    Zona 1: Sumatera, Bali, dan Jawa (Selain Jabodetabek) tarif dasar minimumnya sebesar Rp8.000-Rp10.000, dan tarif per km-nya Rp2.000-Rp2.500.

    Zona 2: Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) tarif dasar minumnya yaitu sebesar Rp.11.200-Rp12.200 dan tarif per km-nya Rp2.550-Rp2.800.

    Untuk zona 3: Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Sekitarnya, Maluku dan Papua tarif dasar minimunya sebesar Rp9.200-Rp11.000 dan tarif per km-nya Rp2.300-Rp2.750. Semua tarif tersebut merupakan tarif yang telah dikurangi komisi dan biaya pemesanan.

    Penyesuaian tarif juga akan diberlakukan untuk layanan GrabCar dan layanan pengantaran, yakni GrabExpress dan GrabFood, serta akan ada penyesuaian untuk GrabElectric sesuai dengan layanannya masing-masing.

    GrabCar kenaikan tarif dasar minimumnya hingga Rp2.000 dan persentase kenaikan tarif per km-nya hingga 10 persen.

    Kemudian GrabExpress kenaikan tarif dasarnya hingga Rp1.000 dan persentase kenaikan tarif per km-nya hingga 6 persen. Selanjutnya GrabFood naik hingga Rp1.000 dan persentase kenaikan per km-nya hingga 7 persen.

    Lebih lanjut, Neneng menjabarkan bahwa layanan GrabBike Hemat juga dapat menjadi pilihan ekonomis masyarakat yang siap diandalkan untuk melayani perjalanan sehari-hari mereka. “Layanan GrabBike Hemat yang menawarkan opsi tarif kompetitif untuk perjalanan jarak pendek diperluas untuk seluruh wilayah di Indonesia selama periode yang telah ditentukan,” kata Neneng.

    Bersamaan dengan perluasan cakupan GrabBike Hemat ke seluruh Indonesia, Grab juga menghadirkan Promo Diskon Ngegas GrabCar yang menawarkan potongan harga menarik untuk layanan GrabCar yang mulai berlaku hari ini. Seperti layanan transportasi lainnya di Grab, berbagai fitur keamanan yang mumpuni diaplikasikan untuk memastikan keamanan, kenyamanan dan kualitas layanan yang lebih baik bagi para konsumen layanan GrabBike Hemat dan di Promo Diskon Ngegas GrabCar. (*)

     

  • Driver Mengeluh Potongan Tinggi, Gojek Ikuti Aturan, Agency Grab No Coment

    Driver Mengeluh Potongan Tinggi, Gojek Ikuti Aturan, Agency Grab No Coment

    Penulis : Noya

    Fobiz.id, Makassar — Driver ojek online kembali mengeluhkan potongan biaya layanan dan lainnya dari aplikator. Hal itu disampaikan Lukman dan Asrul, driver ojek online yang biasa mangkal di kawasan Minasa Upa.

    Mereka mengaku potongan tarif biaya layanan dan lainnya tersebut cukup tinggi sekitar 20 persen.

    “Menurut saya potongan 20 persen kepada driver itu sangat tinggi. Karena pihak aplikator juga dapat dari restoran yang bekerjasama. Belum lagi yang di costumer,” ujar Lukman pada Fobiz.id, Rabu (14/9/2022).

    Sementara itu Asrul mengaku walaupun tarif telah dinaikkan, masih akan sulit bila dipotong biaya layanan masih terlalu tinggi.

    “Apalagi sekarang sudah banyak yang ditiadakan seperti insentif, bagus kalau aplikasi lagi gacor dapat banyak pelanggan kalau lagi sepi, sulit sekali rasany,” jelas Asrul.

    Mereka berharap potong biaya layanan dan lain-lain tersebut dapat ditinjau kembali.

    Dimintai tanggapan, pihak Grab melalui agencynya tidak memberikan keterangan terkait keluhan driver tersebut.

    Sementara Senior VP Corporate Affairs Gojek – Rubi W. Purnomo mengaku, Gojek terus berupaya untuk menyeimbangkan kebutuhan para pemangku kepentingan yang bergantung pada teknologi kami, termasuk mitra driver, UMKM dan pelanggan.

    Mengikuti aturan terbaru terkait tarif layanan GoRide, Gojek juga telah secara proaktif melakukan penyesuaian tarif bagi lima layanan lain di dalam ekosistem kami, yakni GoCar, GoFood, GoSend, GoShop dan GoMart.

    Hal ini untuk mendorong potensi pendapatan maksimal bagi para mitra kami, sekaligus mendukung Gojek dan para mitra untuk terus memberikan layanan terbaik bagi pelanggan.

    Selain itu, selaras dengan visi pemerintah untuk meningkatkan kehidupan seluruh lapisan masyarakat Indonesia, pihaknya berdiskusi dengan pemerintah terkait penerapan biaya layanan (komisi), dengan cara yang memungkinkan.

    “Bagi kami tetap mendukung mitra pengemudi dan UMKM, sambil memastikan keberlangsungan bisnis kami secara jangka panjang,” katanya. (*)

     

  • Driver Mengeluh, Grab Masih Memantau, Gojek Ikut Aturan

    Driver Mengeluh, Grab Masih Memantau, Gojek Ikut Aturan

    Penulis : Noya

    Fobiz.id, Makassar — Naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM), mulai berdampak pada mata pencaharian masyarakat, khususnya pada driver layanan jasa transportasi online.

    Pasalnya, perusahaan jasa transportasi yang ditempatinya masih tetap memberlakukan tarif lama sementara harga BBM subsidi naik.

    Menanggapi hal itu, Head, Corporate & Policy Communications, Grab Indonesia, Dewi Nuraini mengatakan, pihaknya masih memantau situasi seiring dengan keputusan pemerintah terkait harga BBM.

    “Kami akan memberikan informasi lebih lanjut apabila terdapat penyesuaian yang memengaruhi para pelanggan maupun mitra Grab Indonesia,” ujar Dewi kepada Fobiz.id, Rabu 6 September 2022.

    Sebagai pelaku usaha yang menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia, Grab Indonesia akan senantiasa mendukung segala upaya pemerintah dalam memajukan industri transportasi dan UMKM di tanah air dengan tujuan menggerakkan rodaperekonomian pasca pandemi COVID-19.

    Sementara Senior VP Corporate Affairs Gojek Rubi W. Purnomo mengatakan, dalam menjalankan usaha, Gojek senantiasa patuh pada peraturan dan perundangan yang berlaku, termasuk peraturan terkait tarif layanan transportasi online.

    “Saat ini kami tengah mempelajari dampak kenaikan BBM terhadap operasional layanan Gojek serta para mitra kami. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah terkait petunjuk teknis secara detail untuk dapat segera melakukan penyesuaian tarif,” ungkapnya.

    Gojek terus berupaya memastikan layanan terbaik bagi seluruh pengguna layanan Gojek dengan harga yang wajar dan kompetitif.

    Sebelumnya, Lukman, salah satu ojek online di Kota Makassar mengaku sangat merasakan dampak kenaikan BBM ini.

    “Belum pi naik ongkir ini, sessa jaki, pengeluaran ekstra untuk beli BBM baru penghasilan kecil, tidak sesuai. Intinya itu ji ongkirnya tidak manusiawi lah,” ujar Lukman.

    Agar adil bagi driver, dia berharap tarif antar dan ongkir juga dinaikkan sebanding dengan naiknya harga BBM.

    “Tersiksa sekali driver dengan kenaikan harga BBM, belum lagi dari pihak aplikasi yang belum menaikkan ongkir. Harapannya ongkir bisa di sesuaikan dengan peraturan pemerintah/UUD dan kenaikan BBM yang sekarang,” ucapnya. (*)

  • Grab Dukung Program Wisata Mudik Kota Makassar

    Grab Dukung Program Wisata Mudik Kota Makassar

    Penulis : Noya

    Fobiz.id, Makassar — Menyambut momen Lebaran, Grab, mendukung program “Wisata Mudik” yang merupakan kegiatan tahunan Dinas
    Pariwisata Kota Makassar selama periode mudik Lebaran.

    Program ini bertujuan menyediakan layanan dan memudahkan akses bagi pemudik maupun wisatawan seputar informasi destinasi wisata dan kuliner legendaris di Makassar.

    Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Muhammad Roem mengatakan, setelah ditundapelaksanaannya selama dua tahun terakhir, program Wisata Mudik dapat kembali diselenggarakan.

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada Grab yang turut memberikan dukungannya melalui teknologi dalam menjalankan program ini, agar menjadi lebih menarik bagi wisatawan dan juga masyarakat yang mudik ke Kota Makassar.

    “Harapannya, program ini dapat turut andil dalam mendorong bangkitnya pariwisata di Kota Makassar dan menggenjot roda perekonomian daerah,” ujar Roem.

    Region Head Sulawesi Area, Grab Indonesia, Ahmad Hidayat, menjelaskan, mudik
    merupakan momen yang sangat dinantikan oleh masyarakat, sehingga Grab sangat senang dapat bersinergi dengan Dinas Pariwisata Kota Makassar untuk memeriahkan momen ini melalui program Wisata Mudik.

    “Kami berharap, melalui teknologi Grab, kami dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi para wisatawan dan masyarakat yang mudik melalui berbagai layanan dan fasilitas yang sudah kami sediakan.

    “Selain itu, Grab ingin memberikan
    peluang bagi para pelaku UMKM untuk menggunakan teknologi untuk membangkitkan dan kembali menumbuhkan bisnis. Bagi masyarakat Makassar,” terang Ahmad. (*)

  • KemenKopUKM – Grab Kerjasama Dukung Digitalisasi UMKM

    KemenKopUKM – Grab Kerjasama Dukung Digitalisasi UMKM

    Fobiz.id – Perkuat digitalisasi UMKM Kementerian Koperasi dan UKM Grab melakukan penandatanganan nota kesepahaman sinergi dukungan untuk kebangkitan usaha mikro kecil, dan menengah berbasis digital di Indonesia.

    MoU ditandatangani langsung oleh Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki dan Country Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi.

    Sinergi dan Kolaborasi Merupakan Hal Penting

    MenKopUKM Teten Masduki menegaskan, Saat ini sinergi dan kolaborasi merupakan hal penting untuk pemulihan ekonomi nasional. Apalagi menurutnya, UMKM menjadi tumpuan.

    “Saya mengareaiasi MoU ini. Ini bisa menjadi jembatan akselerasi pemulihan ekonomi nasional dan menjadi andil angka pertimbuhan ekonomi nasional,” tegas Teten di Kantor Grab Indonesia, Gama Tower Jakarta, Kamis (11/11/2021).

    Teten mengatakan, saat ini di Indonesia sebanyak 16.4 juta UMKM telah terhubung kedalam ekosistem digital atau naik lebih dari 100 persen dibanding sebelum pandemi terjadi.

    Ia mentargetkan, pada tahun 2024, 30 juta UMKM terhubung dengan ekonomi digital.

    “Sinergi diharapkan menjadi pemulihan ekonomi nasional. Targetnya pada 2024 ada 30 juta UMKM terhubung ekonomi digital. Yang dibidik usaha mikro onboard,” katanya.

    Sementara itu, Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengaku senang dengan terwujudnya kerjasama tersebut.

    “Hari ini saya senang, karena dipercaya Pemerintah sebagai mitra. Kami apresiasi MenKopUKM dan jajaran, sebagai dukungan kebangkitan mikro kecil mennegab berbasis digital,” katanya.

    Grab Akan Beri Pelatihan UMKM

    Sedangkan Country Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi menjelaskan, pihaknya akan memberikan pelatihan untuk mendukung produktivitas dan daya saing.

    “Kami akan memberikan pelatihan, ketrampilan UMKM di tanah air agar memiliki daya saing,” ujarnya.

    MoU KemenKopUKM dengan Grab bertujuan untuk memperkuat komitmen jangka panjang dalam memperluas cakupan digitalisasi UMKM tanah air, dengan peningkatan soft skill pengusaha mikro untuk berkompetisi di era digital.

    Selain itu, memberikan mereka kesempatan untuk berkembang serta menciptakan dampak yang lebih positif bahkan hingga di kota-kota tier kedua dan daerah terpencil, termasuk lansia, penyandang disabilitas, dan pengusaha mikro perempuan.

    Hal ini bertujuan untuk mendukung pemulihan ekonomi di Indonesia.

    Kolaborasi ini sejalan dengan misi GrabForGood, yang berupaya untuk menghadirkan sebuah solusi teknologi dan berkolaborasi bersama pihak pemerintah dan pihak swasta untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui platform Grab.

    Nota kesepahaman ini merupakan perpanjangan dari nota kesepahaman yang telah kedua belah pihak tanda tangani di September 2020, di mana Kementerian Koperasi dan UKM serta Grab Indonesia saling bersinergi untuk mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah untuk bertransformasi digital. (*)