Penulis : Iwan Mapparenta
MAKASSAR, FOBIZ.ID – Rakyat kecil khusus kelas pekerja selama ini tak jarang hanya dijadikan komoditi politik oleh elit politik dan kaum oligarki di negeri ini.
Lahirnya Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja menjadi titik awal penderitaan rakyat kecil khususnya pekerja, undangan-undang ini pula yang menjadi cikal bakal lahirnya Partai Buruh di Indonesia.
Seperti apa perjalanan organisasi – organisasi pekerja dan rakyat kecil dalam memperjuangkan lahirnya partai buruh menjadi “Rumah” bagi mereka?.
Untuk menjawab pertanyaan itu, kalian bisa bergabung nonton bareng (Nobar) pemutaran film dokumenter berjudul “Suara yang Dibuang” yang akan serentak di putar di Indonesia, Selasa 2 Oktober 2023.
“Karena sifatnya ekslusif, untuk pemutaran perdana hanya digelar di lima kota di Indonesia, salah satunya di Kota Makassar,” ucap Ketua Partai Buruh Exco Sulawesi Selatan, Akhmad Rianto, Jumat (01/09/2023) usai mengikuti rapat konsolidasi partai buruh nasional yang digelar secara daring.
Walaupun kader dan simpatisan partai buruh di Sulsel mengikuti secara daring rapat konsolidasi tersebut, tetapi tidak membuat semangat kader untuk mengikuti setiap pemaparan yang disampaikan Presiden Partai Buruh, Ikbal Said.
Kembali ke film dokumenter Suara yang Dibuang, kata Akhmad pemutaran akan dimulai pada pukul 19:00 Wita untuk lokasi pemutaran rencananya akan digelar di pemukiman Andi Tonro, Kota Makassar.
Adapun cerita dalam film dokumenter ini mengisahkan kehidupan pekerja, petani nelayan dan masyarakat miskin kota yang telah menjadi korban dari kebijaksanaan yang dilahirkan penguasa dan pengusaha yang tidak berpihak kepada mereka selama ini. (*)
