Tag: DPRD

  • Demi Transparansi, Asri Tadda Usulkan Sidang Pansus DPRD Disiarkan Langsung ke Publik

    Demi Transparansi, Asri Tadda Usulkan Sidang Pansus DPRD Disiarkan Langsung ke Publik

    FOBIZ.ID, MAKASSAR – Transparansi kinerja lembaga legislatif daerah dinilai perlu terus diperkuat seiring berkembangnya tuntutan keterbukaan informasi publik. Salah satu langkah yang dinilai mampu meningkatkan akuntabilitas DPRD adalah menyiarkan secara langsung seluruh proses persidangan Panitia Khusus (Pansus) melalui kanal digital resmi.

    Gagasan tersebut disampaikan Ketua DPW Gerakan Rakyat Sulawesi Selatan, Asri Tadda, melalui artikel opininya yang dimuat Tribun Timur pada Minggu (28/6/2026) berjudul Saatnya Sidang Pansus DPRD Disiarkan Langsung.

    Dalam tulisannya, Asri menilai praktik keterbukaan yang telah diterapkan DPRD Gowa layak menjadi contoh bagi DPRD di berbagai daerah di Indonesia. Seluruh rangkaian rapat Pansus Hak Angket DPRD Gowa yang disiarkan melalui YouTube dan media sosial resmi dinilai menjadi contoh konkret bagaimana proses pengawasan legislatif dapat diakses langsung oleh masyarakat.

    Menurutnya, keterbukaan proses pembahasan jauh lebih penting daripada sekadar penyampaian hasil akhir melalui siaran pers atau konferensi pers.

    “Publik selama ini lebih sering menerima potongan informasi berupa siaran pers atau pernyataan setelah rapat selesai. Padahal masyarakat juga berhak mengetahui bagaimana suatu keputusan dibahas, diperdebatkan, hingga akhirnya diambil,” tulis Asri.

    Diusulkan Menjadi Standar Nasional

    Asri berpandangan siaran langsung sidang Pansus sudah seharusnya menjadi standar baru dalam penyelenggaraan parlemen daerah.

    Menurutnya, Panitia Khusus merupakan forum strategis yang membahas berbagai persoalan penting, mulai dari tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), evaluasi kebijakan pemerintah daerah, penyelidikan terhadap persoalan tertentu, hingga berbagai isu pelayanan publik dan penggunaan APBD.

    Karena seluruh pembahasan tersebut berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat serta menggunakan anggaran negara, publik dinilai memiliki hak untuk mengetahui bagaimana fungsi pengawasan DPRD dijalankan.

    Ia juga menilai penerapan siaran langsung tidak membutuhkan biaya besar.

    “Cukup dengan kamera, jaringan internet, dan kanal resmi DPRD, ruang sidang sudah bisa diakses masyarakat secara luas,” tulisnya.

    Perkuat Kontrol Sosial

    Selain meningkatkan transparansi, Asri menilai siaran langsung sidang Pansus dapat menjadi instrumen kontrol sosial terhadap kinerja anggota legislatif.

    Meski ada kekhawatiran sidang terbuka dimanfaatkan sebagian anggota DPRD sebagai panggung politik, menurutnya keterbukaan justru memberi kesempatan kepada masyarakat untuk menilai kualitas setiap anggota dewan secara objektif.

    Publik dapat melihat siapa yang memahami substansi persoalan, aktif menjalankan fungsi pengawasan, serta menyampaikan argumentasi berdasarkan data.

    Sebaliknya, masyarakat juga dapat menilai apabila pembahasan berlangsung tanpa persiapan, keluar dari substansi, atau hanya menjadi formalitas.

    Menurut Asri, keterbukaan tersebut sekaligus memberikan perlindungan kepada DPRD dari berbagai tuduhan yang tidak berdasar karena seluruh proses dapat disaksikan langsung oleh masyarakat.

    Media Pendidikan Demokrasi

    Asri juga menilai keterbukaan persidangan memiliki nilai edukatif bagi masyarakat.

    Ia mengatakan masih banyak masyarakat yang mengenal DPRD sebatas pembahasan APBD, kegiatan reses, maupun momentum pemilu. Padahal fungsi pengawasan legislatif berlangsung hampir setiap hari melalui rapat komisi, rapat dengar pendapat, hingga Panitia Khusus.

    Apabila seluruh proses tersebut dapat diakses publik, ruang sidang DPRD dapat menjadi sarana pembelajaran demokrasi yang memperlihatkan bagaimana kebijakan diuji, pejabat dimintai pertanggungjawaban, serta keputusan politik dibentuk melalui proses argumentasi.

    Sejalan dengan Era Keterbukaan

    Menurut Asri, perkembangan teknologi informasi telah mendorong hampir seluruh lembaga publik menuju tata kelola yang lebih transparan.

    Pemerintah pusat maupun sejumlah pemerintah daerah telah memanfaatkan platform digital untuk membuka berbagai proses pemerintahan, mulai dari pengadaan barang dan jasa, perencanaan pembangunan, hingga penggunaan anggaran.

    Karena itu, DPRD dinilai perlu mengikuti perkembangan tersebut dengan menjadikan siaran langsung sidang Pansus, publikasi jadwal persidangan, penyediaan dokumen yang tidak bersifat rahasia, serta penyampaian hasil pembahasan secara terbuka sebagai bagian dari standar tata kelola parlemen daerah modern.

    Menurutnya, semakin terbuka sebuah lembaga publik, semakin besar pula peluang tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi tersebut.

    Asri menegaskan bahwa transparansi bukan semata persoalan teknologi, melainkan bentuk pertanggungjawaban moral kepada rakyat sebagai pemegang kedaulatan.

    Ia berharap sidang-sidang Panitia Khusus DPRD di seluruh Indonesia mulai disiarkan secara langsung sehingga masyarakat dapat menyaksikan sendiri bagaimana wakil rakyat menjalankan fungsi pengawasan dan pengambilan keputusan.

  • Kisruh Parkir RSUD Ilagaligo: DPRD Luwu Timur Desak Solusi Cepat dan Hindari Gugatan Hukum

    Kisruh Parkir RSUD Ilagaligo: DPRD Luwu Timur Desak Solusi Cepat dan Hindari Gugatan Hukum

    LUWU TIMUR, FOBIZ.ID – Komisi Satu DPRD Kabupaten Luwu Timur menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Direktur RSUD Ilagaligo Wotu, dr. Irfan, terkait penghapusan retribusi parkir yang memicu kekacauan di halaman rumah sakit, Rabu (10/04/2025). Kebijakan yang diambil oleh Bupati Luwu Timur ini menuai kritik tajam karena dianggap tidak memiliki dasar jelas dan merugikan pihak ketiga yang sebelumnya mengelola parkir.

    Parkir Semrawut, DPRD Minta Langkah Cepat

    Erick Estrada, Juru Bicara Fraksi PDIP, mendesak pihak RSUD untuk segera memperbaiki situasi parkir yang kini menjadi tidak teratur. Penghapusan retribusi membuat masyarakat memarkir kendaraan sembarangan, sehingga merusak jalur masuk dan keluar rumah sakit.

    “Sudah tidak ada lagi retribusi parkir, jadi warga semaunya memarkir kendaraan,” ujar Erick dalam RDP tersebut.

    Ancaman Gugatan dari Rekanan

    Masalah semakin pelik karena pihak rekanan yang sebelumnya mengelola parkir berencana menempuh jalur hukum jika tidak ada kesepakatan dalam proses mediasi. Direktur RSUD, dr. Irfan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan dua kali pertemuan dengan rekanan terkait ganti rugi, namun belum ada titik terang.

    “Dengar-dengar sekitar 300 juta itu diminta pihak rekanan,” ungkap Erick, menyoroti urgensi penyelesaian masalah ini. DPRD menegaskan akan terus mengawal kasus ini agar tidak berlanjut ke ranah hukum yang dapat mencoreng citra pemerintah daerah.

    Solusi Sementara dari RSUD

    Sebagai langkah sementara, dr. Irfan menyatakan bahwa pihak RSUD akan menugaskan petugas keamanan untuk mengatur parkir dan merencanakan perekrutan petugas parkir baru. Namun, ia juga menjelaskan bahwa kontrak kerja sama dengan pihak rekanan sebenarnya masih berlaku hingga Februari 2026—kontrak ini ditandatangani sebelum dirinya menjabat sebagai direktur.

    DPRD Kawal Penyelesaian

    RDP ini menjadi cerminan tantangan pengelolaan kebijakan publik yang berdampak langsung pada layanan kesehatan dan ekonomi masyarakat. DPRD Luwu Timur berkomitmen untuk memastikan solusi terbaik tercapai demi menjaga kepercayaan publik serta nama baik pemerintah daerah.

    Kasus ini diharapkan segera menemukan jalan keluar agar layanan di RSUD Ilagaligo tetap optimal tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan. (*)

     

  • Andi Anhar Rahman Dampingi Darmawangsa Muin Dalam Aksi Sosial Sunat Massal

    Andi Anhar Rahman Dampingi Darmawangsa Muin Dalam Aksi Sosial Sunat Massal

    GOWA, FOBIZ.ID – Wakil Ketua DPRD Sulsel Darmawansa Muin menggelar kegiatan sosial sunatan massal di Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa, Sabtu (26/11/2022).

    Sunat modern gratis yang diinisiasi DM Medical bersama Partai Gerindra menargetkan 500 anak untuk disunat bulan ini.

    Saat menghadiri sunat modern perdana di TK Islam AN-NUR Pa’Bangiang, Darmawangsa Muin yang akrab disapa DM menyatakan kegiatan ini untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten Gowa, khususnya bagi orang tua yang ingin menyunat anaknya dengan tata cara sunat modern.

    “Tahap pertama ini kami targetkan 50 anak disunat, semoga berjalan lancar sehingga tahap selanjutnya 50 anak lagi dan pada tahap ketiga sudah 100 anak perharinya hingga selesai 500 anak,” kata DM.

    Menurutnya memang sunat modern ini terbilang mahal sehingga banyak orang tua yang kurang mampun memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi anaknya yang sudah posisi harus disunat.

    “Oleh karena itu kami hadir untuk memberikan sunat modern yang biayanya kurang lebih sekitar Rp1,5 juta untuk satu anak. Ini kita gratiskan kepada masyarakat dan Alhamdulillah, pendaftarnya sudah kurang lebih sekitar 500 anak,” ucapnya.

    DM menambahkan jika nantinya target 500 anak sudah tercapai, pihaknya akan melihat animo masyarakat bilamana masih banyak anak-anak yang ingin diberikan disunat gratis maka pihaknya akan melanjutka program tersebut demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Gowa.

    Agar mempermudah pelayanan terhadap masyarakat Kabupaten Gowa, DM menyatakan lokasi pelayanan sunat gratis akan berpindah-pindah sesuai kebutuhan masyarakat.

    “Kami yang akan mendatangi lokasi masyarakat agar mereka datang tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya,” ucap Bakal Calon Bupati Gowa ini.

    Program Darmawangsa Muin Patut Dicontoh

    Dalam kegiatan perdana sunat modern yang digelar Darmawangsa Muin juga terlihat Koordinator Wilayah Partai Gerindra Sulsel, Andi Anhar Rahman (Aan).

    Aan yang saat ini lagi gencar-gencarnya mengumpulkan dukungan untuk maju ke Senayan sebagai anggota DPR RI 2024 mendatang saat di lokasi sunat menyatakan apa yang dilakukan Darmawangsa Muin patut di contoh oleh politisi atau anggota DPRD dan tokoh-tokoh lainnya.

    Menurut Aan aksi sosial sunat modern yang dilakukan Darmawangsa Muin cukup membantu masyarakat, apalagi sunat modern ini nilainya Rp1,5 juta, tentu sangat membantu masyarakat yang kurang mampu tapi ingin memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi anaknya.

    “Kita sebagai wakil rakyat memang harus berguna seperti itu, meringankan beban masyarakat,” kata Aan.

    Seperti diketahui selama ini dalam mensosialisasikan diri sebagai bakal calon anggota DPRD RI 2024, Aan juga melakukan aksi baksos kesehatan.

    Baksos kesehatan yang selama ini dilakukan, menurut Aan hanya mencontoh dari Darmawangsa Muin yang menjadi panutan, mentor sekaligus seniornya.

    “Beliau mendidik saya harus sering berbuat baik, apa pun bentuknya itu jangan pernah mengharapkan pamrih,” ucap Aan. (*)