Tag: DJBC

  • Di Tengah Ledakan Hoaks, Bea Cukai Sulbagsel Gandeng Media Jaga Ruang Informasi

    Di Tengah Ledakan Hoaks, Bea Cukai Sulbagsel Gandeng Media Jaga Ruang Informasi

     

    FOBIZ.ID, MAKASSAR – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sulawesi Bagian Selatan menggelar Media Gathering Semester II Tahun 2025 dengan tema “Sinergi Digital: Menguatkan Narasi Positif, Melawan Disinformasi” di Aula Tamalate, Gedung Keuangan Negara Makassar, Jumat (12/12/2025).

    Kegiatan ini menghadirkan Kepala Kanwil DJBC Sulbagsel, Djaka Kusmartata, sebagai narasumber utama, bersama pakar komunikasi Dr. Hj. Erniwati S.Sos., M.I.Kom.

    Dalam sambutannya, Djaka menegaskan bahwa keberadaan media merupakan elemen penting dalam menjaga kualitas komunikasi publik dan memastikan informasi yang benar tersampaikan kepada masyarakat, terutama di era banjir informasi saat ini.

    “Keberadaan wartawan sangat membantu sebagai hubungan dan support system dalam mengembangkan komunikasi publik, publikasi, serta meng amplifikasi kinerja-kinerja kami. Tanpa peran media, publik tidak akan banyak mengetahui apa yang kami kerjakan,” ujarnya.

    Menurutnya, arus disinformasi dan fitnah kini membanjiri ruang digital, sehingga setiap fenomena dapat dengan mudah menjadi bahan spekulasi. Karena itu, kolaborasi antara Bea Cukai dan media semakin penting untuk menjaga ruang informasi tetap sehat.

    Dukungan Publik dan Momentum Baru

    Djaka juga menyinggung momentum positif yang saat ini dimiliki Kementerian Keuangan di bawah pimpinan Menteri Keuangan baru, Purbaya Yudhisadewa. Ia menilai karakter dan profil sang menteri memiliki tingkat penerimaan publik yang tinggi, sehingga menjadi peluang untuk memperkuat citra positif institusi.

    “Ini kesempatan yang baik. Dengan karakteristik beliau yang akseptabilitasnya luar biasa di tengah masyarakat, kita ingin mengamplifikasi ini menjadi kekuatan positif yang mendorong kinerja yang sekarang sudah dimiliki Bea Cukai,” jelasnya.

    Kinerja Bea Cukai Sulbagsel Lampaui Target

    Djaka menyampaikan bahwa di tengah keterbatasan sumber daya, Kanwil DJBC Sulbagsel terus menunjukkan kinerja yang solid. Hingga akhir November 2025, realisasi penerimaan telah mencapai 109,23 persen.

    “Total penerimaan kami sudah lebih dari 100 persen, tepatnya 109,32 persen sampai akhir November. Dari Bea Masuk 98 persen, Bea Keluar 699 persen, terutama didukung ekspor CTO, burunan, dan kakao. Cukai juga mencapai 121 persen,” terangnya.

    Wilayah kerja Kanwil DJBC Sulbagsel meliputi tiga provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara dengan empat kantor pelayanan di Makassar, Parepare, Malili, dan Kendari.

    Pengawasan Diperkuat, Penindakan Meningkat

    Selain penerimaan, Djaka memaparkan capaian signifikan di bidang pengawasan. Hingga November 2025, total penindakan hasil tembakau mencapai hampir 45 juta batang, termasuk 4 liter cairan rokok elektrik ilegal.

    “Total nilai barang mencapai 67,6 miliar, dengan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan lebih dari 45 miliar,” jelasnya.

    Untuk minuman mengandung etil alkohol (MMEA), Bea Cukai juga mengamankan lebih dari 6.500 liter barang ilegal bernilai hampir Rp3 miliar, dengan potensi kerugian negara hampir Rp1 miliar. Penindakan narkotika tercatat sebanyak 39 kasus sepanjang tahun.

    Djaka menegaskan bahwa peningkatan penangkapan bukan hanya soal prestasi, tetapi juga menunjukkan adanya tren peningkatan peredaran barang ilegal sehingga kesadaran dan kewaspadaan harus meningkat.

    “Wilayah kita ini menjadi landing spot bagi peredaran narkotika dan prekursor psikotropika. Jadi kita harus aware, apalagi menjelang akhir tahun,” katanya.

    Ia juga menjelaskan mekanisme ultimum remedium yang sering disalahpahami masyarakat, khususnya terkait pelanggaran cukai.

    “Kalau ada pelanggaran hasil tembakau, bisa dipanis dengan membayar denda sampai tiga kali cukai untuk penyelesaian administrasi sebelum penyidikan. Tapi barang tetap disita untuk negara. Tidak ada ceritanya barang dikembalikan setelah bayar,” tegasnya.

    Sinergi untuk Narasi Publik yang Sehat

    Menutup paparannya, Djaka mengajak media untuk memperkuat kerja sama dalam menyebarkan hasil-hasil kinerja Bea Cukai Sulbagsel secara objektif dan faktual.

    “Kami berharap teman-teman wartawan bisa membantu menyebarkan kinerja baik kami, baik dari sisi penerimaan maupun pengawasan. Dengan literasi digital dan komunikasi yang baik, kita bisa bersama-sama membangun kepercayaan publik,” ujarnya.

    Selain sesi pemaparan, kegiatan ini juga diisi materi penguatan literasi komunikasi digital oleh Dr. Erniwati, yang menekankan pentingnya menyusun narasi publik yang akurat dan mudah dipahami masyarakat.

    Acara diakhiri dengan dialog terbuka antara Bea Cukai dan insan media untuk memperkuat sinergi pemberitaan ke depan.