Tag: Dishub Makassar

  • Iman Hud : Penempatan Personel Dishub Kurangi Eksistensi Pak Ogah

    Iman Hud : Penempatan Personel Dishub Kurangi Eksistensi Pak Ogah

    Penulis : Awy

    Fobiz.id, Makassar — Persoalan “Pak Ogah” seakan tak ada habisnya dibahas. Pasalnya, keberadaan mereka kerap meresahkan pengguna jalan.

    Bahkan, dalam sebuah perbincangan di salah satu kanal Youtube, Kepala Dinas Perhubungan Kota (Dishub) Kota Makassar, Iman Hud terus dicecar pertanyaan seputar masalah Pak Ogah.

    Meski hal itu bukan merupakan wewenangnya, namun Dishub Makassar tidak pernah lepas tangan soal pak ogah ini.

    “Saya banyak menerima kritikan, saran bahkan ocehan (soal pak ogah) dan saya jawab langsung dengan melakukan penertiban, meski kami sadari hal itu bukan ranah dan tugas pokok Dishub Makassar,” ujar Iman.

    Dirinya juga berkali – kali berpesan kepada pengguna jalan agar tidak memberi uang pak ogah.

    “Kita tahu bahwa masalah ini perlu banyak pemikiran tentang fenomena jalanan di setiap kota maju seperti Kota Makassar,” kata Iman.

    Untuk itu, salah satu cara menekan eksistensi pak ogah, Dishub Makassar menempatkan sejumlah personel di 15 titik rawan kemacetan di Kota Makassar.

    Iman Hud mengaku bahwa 15 titik tersebut telah ia kunjungi, bahkan langsung turun tangan mengurai dan melihat seperti apa tingkat parahnya kemacetan di lokasi sepeti yang dikeluhkan masyarakat tersebut.

    “Penempatan personel di 15 titik pada pagi dan sore hari bisa menekan eksistensi pak ogah, meski hal itu belum maksimal. Tapi bagi saya lebih baik berbuat dulu daripada tidak sama sekali,” cetus Iman.

    Menurut Iman, kemacetan terjadi setiap jam sibuk kantor atau sekolah. Sekira pukul 7:00 hingga 10:00 WITA di pagi hari dan pukul 16:00 hingga 20:00 WITA.

    “Jadi personel turun di jam-jam tertentu seperti pagi dan sore hari sampai malam. Kenapa? Di jam inilah kendaraan ramai secara bersamaan,”pungkasnya. (*)

     

  • Iman Hud Fokuskan 15 Titik Rawan Macet di Makassar, Apa Saja?

    Iman Hud Fokuskan 15 Titik Rawan Macet di Makassar, Apa Saja?

    Penulis : Noya

    Fobiz.id, Makassar — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar telah menyimpulkan sejumlah titik yang sehari-hari mendapat keluhan banyak masyarakat karena sering mengalami kemacetan panjang dalam durasi yang lama.

    Kesimpulan ini berdasarkan kajian dan pemantauan sepekan terakhir di mana kepadatan atau pertemuan arus lalu lintas pengendara tak terhindarkan.

    Dari masalah itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Iman Hud memerintahkan seluruh personilnya untuk turun mengatasi masalah “Si Komo Lewat” alias macet parah tersebut mulai hari ini, Senin, (26/9/2022)

    Iman Hud mengaku bahwa 15 titik tersebut telah ia kunjungi bahkan langsung turun tangan mengurai dan melihat seperti apa tingkat parahnya kemacetan di lokasi sepeti yang dikeluhkan masyarakat tersebut.

    “15 titik inilah yang saya pantau selama ini sering mengalami kemacetan. Bahkan saya langsung merasakannya jadi bersama personil lapangan semoga berhasil,” jawab pria berakronim Berpikir ini.

    Lanjut mantan Kasatpol PP Kota Makassar, kemacetan terjadi setiap jam sibuk kantor atau sekolah. Sekira pukul 7:00 hingga 10:00 WITA di pagi hari dan pukul 16:00 hingga 20:00 WITA sore hari (malam).

    “Jadi personil turun di jam-jam tertentu seperti pagi dan sore hari sampai malam. Kenapa? di jam inilah kendaraan ramai secara bersamaan,” ucapnya.

    Bagaimana dengan jalur lainnya? Iman Hud bilang kalau personil masih bisa melakukan penguraian kendaraan ketika terjadi penumpukan kendaraan. Jadi di 15 titik yang di fokuskan karena banyak dikeluhkan masyarakat banyak.

    “Intinya patuhi aturan lalu lintas. Terlebih jika personil sedang berusaha mengatur lalu lintas mohon untuk bersabar dan menunggu giliran untuk kembali jalan,” tutupnya.

    Titik kemacetan di Kota Makassar seperti
    1.Simpang 8 Perumahan Bukit Baruga (Antang) – Manggala
    2.Pasar Antang – Manggala
    3. Simpang Borong Raya, Toddopuli, Batua Raya
    4. Sepanjang Jl. Lamadukelleng – Ujungpandang
    5. Jl. Cendrawsih – Jl. Kasuari – Mariso
    6. U-turn Veteran Selatan – Jl. Monginsidi Lama/Baru
    7. Simpang Jl. Tarakan – Jl. Nusantara- Jl. Nusantara (Wajo)
    8. Jl. Sultan Alauddin depan Kampus Unismuh
    9. Jl. Landak Lama depan toko satu sama
    10. Jl. A.P Pettarani depan MAN model
    11. Jl. A.P Pettarani u-turn depan Kantor Pos & Giro
    12. Jl. Dr Leimena ( Tello Baru) – Jl. Abd Daeng Sirua ( Pasar Tello)
    13. Jl. Tun Abdul Razak – Jl. Hertasning
    14. Jl. Pacerakkang – Pa’jaiyyang ( Daya)
    15. Jl. Pasar Ikan (Kayu Bangkoa)

  • Iman Hud Turun Langsung Mengurai Kemacetan di Pertigaan Borong Raya – Batua – Toddopuli

    Iman Hud Turun Langsung Mengurai Kemacetan di Pertigaan Borong Raya – Batua – Toddopuli

    Penulis : Noya

    Fobiz.id, Makassar — Guna memberikan pelayanan tebaik bagi pengendara, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Makassar, Iman Hud turun langsung mengatur lalu lintas di pertigaan Jalan Raya Borong, Batua dan Toddopuli, Kamis, 15/9/2022.

    Dari pantauan Fobiz.id, sejak pukul 18.30 Wita hingga pukul 22. 00 Wita, Iman Hud bersama anggota PRC tanpa mengenal lelah turun ke jalan untuk mengatur lalu lintas di persimpangan yang terkenal hampir setiap harinya macet.

    Menurut Iman Hud, Dishub Makassar turun ke jalan untuk memberikan rasa nyaman pada pengguna jalan di Kota Makassar.

    Hal ini juga sebagai tindak lanjut dari keluhan masyarakat terkait adanya kemacetan di pertigaan Borong Raya.

    “Malam ini kami bersama personel mengatur lalu lintas untuk memberi rasa nyaman kepada pengendara,” tutur Iman Hud.

    Melihat seringnya terjadi kemacetan di pertigaan tersebut, Dishub kota Makassar berencana akan mengaktifkan kembali lampu lalu lintas.

    “Kasihan masyarakat karena macet sehingga terlambat sampai ke tujuannya. Kemacetan tidak bisa dihindari tapi kehadiran petugas membuat keluhan masyarakat terjawab kemacetan bisa diatur sehingga masyarakat tiba di tujuan dengan selamat,” tutur Iman. (*)

     

  • Macet di Kawasan Pantai Losari, Iman Hud : Saya Minta Maaf

    Macet di Kawasan Pantai Losari, Iman Hud : Saya Minta Maaf

    Penulis : Noya

    Fobiz.id, Makassar — Ramainya perbincangan netizen di media sosial mengenai padatnya kendaraan di sepanjang Jalan Pantai Losari karena adanya event F8, Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Imam Hud, meminta maaf mengenai hal tersebut.

    “Pertama saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada semua warga Kota Makassar atas ketidaknyamanan ini, jadi ini bukan kita menghalangi hak orang untuk ke anjungan Pantai Losari, tapi kita mengatur dengan baik,” ujar Iman kepada Fobiz.id, Senin 12 Agustus 2022.

    Menurut Iman, ada ratusan ribu orang yang berkunjung ke Anjungan. Meski demikian, pihaknya tetap berupaya memberikan kenyamanan kepada pengendara dam masyarakat.

    “Mereka datang, kita atur alur lalu lntas, untuk itu sekali lagi saya berterima kasih dan mohon maaf atas kekurangan kami selama event berlangsung,” jelasnya.

    Kegiatan ini, kata Iman, juga untuk kepentingan semua pihak, UMKM serta warag secara umum. Dimana, di F8 bisa menikmati dan memperkenalkan kepada internasional dan nasional bahwa Kota Makassar sudah aman dan kondusif.

    Selain itu, semua sudah berkembang karena event F8. Sehingga perlu didukung penuh kegiatan tahunan ini.

    “Arus lalu lintas itu kan tidak bisa kita hindari, jadi tidak ada event pun itu tetap macet tapi kita mengatur,” pungkasnya. (*)

  • Ada Car Free Night di Anjungan Pantai Losari

    Ada Car Free Night di Anjungan Pantai Losari

    Penulis : Noya

    Fobiz.id, Makassar — Makassar Internasional Eight festival dan Forum (F8) 2022 yang digelar dari tanggal 7-11 September Losari dipadati ribuan pengunjung setiap harinya.

    Untuk itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar terus berupaya memberikan kenyamanan dan keamanan kepada pengunjung dengan melaksanakan rekayasa lalu lintas, tujuannya menekan kemacetan akibat padatnya kendaraan roda dua dan roda empat.

    Ditemui di sela – sela kesibukannya, Kepala Dishub Kota Makassar Iman Hud mengatakan bahwa kondisi lalu lintas stabil, kendaraan yang bergerak tidak menyebabkan penumpukan, arus lalu lintas juga mengalir.

    “Karena ribuan orang yang datang, demi keamanan dan kenyamanan masyarakat yang datang, kita adakan semacam car free night lah di Anjungan Pantai Losari, hanya kendaraan logistik dan VVIP yang bisa lewat,” cetus Iman.

    Menurut Iman, kemacetan dipicu akibat perilaku pengendara yang tidak sabaran. Sehingga, dirinya sengaja menempatkan pertugas untuk mengarahkan pengunjung.

    “Alhamdulillah aman lancar dan terkendali, cuma kan teman-teman tahu masih ada demo di Jalan Bontolempangan, tugas kita harus mengatur sehingga bisa lancar kendaraan. Artinya apa ? Kemacetan itu tidak dapat dihindari, tapi kita harap dengan kehadiran petugas lalu lintas dapat diatur,” ujarnya.

    Sejauh ini, kata Iman, pihaknya belum mengalami kendala berarti selama penyelenggaraan F8.

    “Paling kendala teknis tapi masyarakat sudah mulai paham bahwa ini kepentingan kita bersama kita, harus lebih sabar, saya juga ingin meminta maaf kepada pengguna jalan atas ketidaknyamanan ini atas segala kekurangan yang kami miliki,” tuturnya.

    Diketahui, saat ini di beberapa ruas jalan di Kota Makassar ada penyempitan jalan akibat pengerjaan galian Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), hal ini lah yang menyebabkan lambatnya pergerakan kendaraan.

    Pada event F8 kali ini Dishub Kota Makassar menurunkan 415 personelnya ditambah TNI dan Polri. (*)

  • Dishub Makassar Tak Kenal Lelah Mengatur Lalu Lintas

    Dishub Makassar Tak Kenal Lelah Mengatur Lalu Lintas

    Penulis : Noya

    Fobiz.id, Makassar — Arus lalu lintas pada event Makassar Internasional Eight festival dan Forum (F8) 2022, berjalan cukup lancar.

    Hal tersebut tentunya tak lepas dari peranan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar yang tak kenal lelah mengatur lalu lintas.

    Kadishub Makassar Iman Hud menyebutkan, sebanyak 315 personel ditempatkan di semua titik rawan kemacetan untuk mengatur lalu lintas selama F8 berlangsung hingga 11 September 2022.

    Menurut Iman, mulai dari depan pintu masuk VIP, Dishub Makassar mendirikan posko untuk mengantisipasi kemacetan yang berada di Jalan Penghibur.

    “Saya berharap semua kemacetan bisa diantisipasi dengan penempatan personel yang berjaga selama F8 berlangsung,” ujar Iman.

    Selain itu, Dishub Makassar juga menyediakan tempat atau kantong parkir bagi pengunjung mau pun tamu undangan Makassar F8. Seperti di bekas taman gajah. Digunakan sebagai parkiran kendaraan roda dua atau motor.

    “Di eks taman gajah (taman GMTD) satuan ruang parkirnya bisa menampung 200 motor,” kata Iman.

    Tidak jauh dari bekas taman gajah, tepatnya di taman Samsat, juga dijadikan sebagai kantong parkir bagi kendaraan roda dua. Satuan ruang parkirnya dapat menampung 200 motor.

    “Termasuk di dekat kayu bangkoa (sekitaran hotel MGH) 150 satuan ruang parkirnya untuk roda dua,” sebut Iman Hud.

    Untuk parkiran kendaraan roda empat atau mobil, Dishub Makassar telah menyiapkan tempat di area kawasan CPI, sisi utara. Bisa menampung 200 mobil.

    Dishub Makassar juga menutup sebagian ruas jalan Penghibur dan Lamadukelleng. Penutupan sebagian jalan Lamadukelleng, bisa digunakan sebagai tempat parkiran kendaraan. (*)

  • Begini Cara Iman Hud Mengurai Kemacetan pada F8

    Begini Cara Iman Hud Mengurai Kemacetan pada F8

    Penulis : Noya

    Fobiz.id, Makassar — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar bersiap menyambut event akbar tahunan F8 yang digelar disepanjang pelataran Pantai Losari dari tanggal 7 – 11 September.

    Kepala Dihub Kota Makassar Imam Hud mengatakan, F8 akan dipadati ratusan hingga ribuan orang masyarakat. Untuk itu, pihaknya mengarahkan untuk tidak parkir sembarangan utamanya di sebelah kiri karena dapat menghambat arus lalu lintas.

    “Drop off boleh menurunkan penumpang tapi jangan parkir, kenapa? Karena ini volume kendaraan sangat tinggi dari arah selatan dari arah Kabupaten Gowa banyak masuk di samping juga ada pengerjaan jalan. Kita rekayasa jalan sesuai arahan wali kota, sketsa atau petanya sudah ada disiapkan, kita juga telah koordinasi dengan pihak kepolisian,” ujar Imam Hud kepada Fobiz.id.

    Untuk ketersediaan lahan parkir pengunjung F8, Iman telah menyediakan lahan parkir di beberapa titik.

    Untuk parkir roda empat ditempatkan di CPI, Jalan Metro Tanjung Bunga, daerah ruas Jalan Penghibur seperti Jalan Joseph Latumahina, Jalan Kenari, Jalan Maipa, Jalan Datu Museng untuk lahan parkir motor.

    “Mobil tidak boleh, kalau ruang parkir ada tidak apa-apa, jadi memakai sistem buka tutup misalnya ada penghuni boleh masuk, ada rumah makan atau usaha boleh,” tuturnya.

    Dishub sendiri akan melibatkan 353 personelnya untuk berjaga di setiap jalan mengatur kelancaran kendaraan pada even F8 nanti.

    “Personel berjaga di setiap ruas jalan di sekitar kawasan Pantai Losari, juga di Jalan WR. Supratman, Jalan Sudirman, Balaikota, karena ini yang kita lihat dampak arusnya , sedemikian rupa kita mau masyarakat nyaman tapi harus juga paham,” terangnya.

    Sementata untuk kendaraan roda dua, akan diatur PD Parkir, khusus yang parkir di CPI disiapkan shuttle buss untuk antar jemput, ada beberapa ruang parkir di samping Siloam dan di taman Gajah. (*)

  • Dishub Siapkan Kantong Parkir bagi Tamu dan Pengunjung Makassar F8, Ini Titiknya

    Dishub Siapkan Kantong Parkir bagi Tamu dan Pengunjung Makassar F8, Ini Titiknya

    Editor : Awy

    Fobiz.id, Makassar — Dinas Perhubungan (Dishub) Makassar telah mematangkan rekayasa lalu lintas menjelang event internasional Eight Festival and Forum atau Makassar F8.

    Ratusan petugas akan ditempatkan di sejumlah titik untuk mengatur kondisi arus lalu lintas, agar kemacetan tidak mengular.

    Dishub Makassar juga sudah menyediakan tempat atau kantong parkir bagi pengunjung mau pun tamu undangan Makassar F8.

    Seperti di bekas taman gajah. Digunakan sebagai parkiran kendaraan roda dua atau motor.

    “Di eks taman gajah (taman GMTD) satuan ruang parkirnya bisa menampung 200 motor,” kata Kepala Dishub Makassar, Iman Hud.

    Tidak jauh dari bekas taman gajah, tepatnya di taman Samsat, juga dijadikan sebagai kantong parkir bagi kendaraan roda dua. Satuan ruang parkirnya dapat menampung 200 motor.

    “Termasuk di dekat kayu bangkoa (sekitaran hotel MGH) 150 satuan ruang parkirnya untuk roda dua,” sebut Iman Hud.

    Untuk parkiran kendaraan roda empat atau mobil, Dishub Makassar telah menyiapkan tempat di area kawasan CPI, sisi utara. Bisa menampung 200 mobil.

    “Ini sebagai titik parkiran utama atau VIP. Titik parkir utama ini, di hari pembukaan Makassar F8 juga bakal dijadikan tempat pendaratan pasukan terjun payung. Sehingga, difungsikan sekitar pukul 18.00 WITA atau jam 6 magrib,” jelas Iman Hud.

    Dishub Makassar juga menutup sebagian ruas jalan Penghibur dan Lamadukelleng. Penutupan sebagian jalan Lamadukelleng, bisa digunakan sebagai tempat parkiran kendaraan.

    “Sekitar 300 personel akan ditempatkan di lokasi yang sudah ditentukan untuk mengarahkan kendaraan ke jalur yang sesuai dengan rekayasa lalu lintas. Tentunya, untuk mengurai kemacetan,” kunci Iman Hud.

    Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Makassar, Syafran menambahkan, di titik parkiran utama roda dua, juga merupakan area pintu masuk 1 bagi pengunjung Makassar F8.

    “Ada tambahan terkait penyediaan kantong-kantong parkir roda empat, sebagian besar dialokasikan ke kawasan CPI, akan dikoordinasikan agar dekat lego-lego dijadikan kantong parkir (roda empat). Terkait operasional parkir, dishub berkoordinasi dengan PD Parkir,” tambahnya. (*)

    Berikut rekayasa lalu lintas di sekitaran lokasi penyelenggaraan Makassar F8:

    1. Jalan Ratulangi-Haji Bau satu arah dari timur ke barat menuju jalan Metro Tanjung Bunga, belokan ke kanan Jalan Penghibur ditutup atau diblok.

    2. Dari jalan Metro Tanjung Bunga, belokan kiri ke Jalan Penghibur ditutup (area drop off). Kendaraan harus belok kanan ke Jalan HM Saleh (samping Rumah Jabatan Wali Kota) untuk menuju ke Jalan Arief Rate.

    3. Dari Jalan Arief Rate, kendaraan bisa masuk ke Jalan Yosep Latumahina untuk menuju ke Jalan Penghibur. Selanjutnya, belok kanan ke Jalan Maipa. Sebagian jalan Penghibur tembusan ke Datu Museng ditutup.

    4. Dari Jalan Maipa ke Lamadukelleng, belokan kanan ditutup. Kendaraan harus belok kiri ke Jalan Hasanuddin.

    5. Jalan Datu Museng berubah arah, dari barat ke timur menjadi timur ke barat. Kendaraan tidak boleh lurus ke ujung pembelokan Rumah Sakit Stella Maris. Harus belok ke Jalan KH H Ahmad Dahlan.

    6. Kendaraan dari Jalan Sombaopu tidak boleh belok kiri ke Jalan Datu Museng. Harus belok kanan ke Jalan Penghibur.

    7. Kendaraan dari Jalan Penghibur tidak boleh lurus langsung ke Jalan Pasar Ikan atau Jalan Ujung Pandang (area drop off). Harus belok kanan ke Jalan Bau Massepe.

    8. Kendaraan dari Jalan Pasar Ikan atau Jalan Ujung Pandang bisa lurus langsung ke Jalan Penghibur sampai ke area drop off (pembelokan Jalan Bau Massepe dan Jalan Wahab Taru).

    9. Kendaraan dari Jalan Arief Rate tidak boleh lurus langsung ke Jalan Cenderawasih dan kiri ke Jalan Haji Bau. Harus belok kanan ke Jalan Haji Bau.

    10. Kendaraan dari arah Jalan Cenderawasih tidak boleh lurus langsung ke Jalan Arief Rate. Harus belok kiri ke Jalan Haji Bau.

    11. Kendaraan dari Jalan Rajawali harus belok kiri ke Jalan Metro Tanjung Bunga

    Pelaksanaan Makassar F8 ini diketahui bakal berlangsung selama lima hari di pelataran anjungan Pantai Losari, sejak Rabu 7 September hingga Minggu 11 September 2022. (*)

  • Iman Hud : Alhamdulillah Efektif Mengurai Kemacetan

    Iman Hud : Alhamdulillah Efektif Mengurai Kemacetan

    Penulis : Noya

    Fobiz.id, Makassar — Sebulan lebih uji coba rekayasa lalu lintas di Jembatan Barombong dan sekitarnya berjalan sangat efektif untuk mengurai kemacetan yang sering terjadi.

    Terbukti, keluhan masyarakat soal seringnya terjadi kemacetan pada jam jam sibuk seperti pagi hari dan saat sore hari di jalan tersebut, sekarang sudah lagi tidak terdengar.

    Terpantau, lalu lintas pagi tadi (Selasa,30/08/2022) terlihat lancar dan terkendali. Beberapa petugas lapangan dari Dinas Perhubungan Kota Makassar bersama Satlantas Polrestabes Kota Makassar terlihat berjaga, mengatur dan mengawasi proses pemberlakuan rekayasa lalu lintas di jembatan barombong dan sekitarnya.

    Kadishub Kota Makassar, Iman Hud membenarkan jika keluhan tentang kemacetan yang sering terjadi di jembatan barombong sekarang sudah jarang terdengar, bahkan sudah tidak ada lagi.

    “Setelah sebulan lebih uji coba rekayasa lalu lintas kita berlakukan di jembatan Barombong dan sekitarnya, Alhamdulillah, kita sudah bisa melihat sama-sama kalau memang ini cukup efektif untuk mengurai kemacetan yang sering terjadi di ruas jalan tersebut,” ujarnya. (*)

  • Besok Uji Coba New Manajement Traffic, Iman Hud : Solusi Keluhan Masyarakat Soal Kemacetan

    Besok Uji Coba New Manajement Traffic, Iman Hud : Solusi Keluhan Masyarakat Soal Kemacetan

    Editor : Awy

    Fobiz.id, Makassar — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar bersama Satuan Lalu Lintas Polrestabes Makassar akan melakukan uji coba perubahan arus lalu lintas yang datang dari arah Metro Tanjung masuk ke Bundaran CPI, Jumat 26 Agustus 2022.

    Hal itu sesuai kesepakatan serta analisa mendalam antara kedua instansi di atas bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar dan beberapa ahli transportasi.

    Kadishub Kota Makassar Iman Hud mengatakan, setelah dikaji, perubahan tersebut bertujuan mengantisipasi kendaraan dari arah selatan agar arus lalu lintas menjadi lancar.

    “Jadi ini untuk kepentingan masyarakat sekaligus solusi dari banyaknya keluhan pengguna jalan selama ini soal kemacetan,” ujar Iman.

    Selain itu, rekayasa ini juga sebagai bentuk antisipasi penumpukan kendaraan di jembatan Barombong yang kerap menyebabkan kemacetan panjang.

    Ditambah lagi, lanjut Iman, di kawasan CPI merupakan daerah tarikan dan bangkitan, dimana terdapat banyak aktivitas, seperti pembangunan perumahan, mall, Wisma Negara dan lainnya.

    “Ini kan jalur alternatif yang sangat banyak dilalui pengguna jalan dari arah selatan yang beraktivitas di Kota Makassar, jadi memang perlu adanya rekayasa guna mengantisipasi dampak kemacetannya,” terang Iman.

    Sementar Kasatlantas Polrestabes Makassar, AKBP Zulanda mengatakan, perubahan ini sangat perlu dilakukan karena sebagai upaya membuat mekanisme arus lalin dengan dua Bundaran guna menghindari persilangan arus (Crossing) yang membahayakan antara sesama pengendara dan pengguna jalan lainnya.

    Selain itu, menjadikan area CPI sebagai pintu masuk inti Kota Makassar (Gate City) dengan melalui Kawasan inti tertib berlalulintas, serta Kawasan pintu masuk inti Kota yang asri dan hijau sebagai perluasan dari wajah tampilan Kota Metropolitan yang modern dan maju,”ujar Zulanda.

    Zulanda menjelaskan, rekayasa lalin dan penuntasan simpul simpul kemacetan terus dilakukan, walaupun pembangunan insfrastruktur didalam Kota Makassar juga menjadi tantangan dalam upaya menciptakan kelancaran bagi pengguna jalan raya.

    “Belum lama ini, Kawasan Jembatan Barombong yang selalu menjadi biang kemacetan telah dapat diurai dengan baik. Terlepas dari pro dan kotra tentu saja harus menjadi pemakluman bersama demi kelancaran berlalulintas,” ungkapnya.

    Ia berharap, perubahan arus lalin di kawasan tersebut, akan mewujudkan kelancaran lalu lintas sambil dilakukan evaluasi.

    “Kami berharap semua warga Makassar mendukung upaya kelancaran lalin ini,”tandasnya. (*)