Tag: Denmark

  • BPOM RI Denmark Bahas Kerja Sama Pengawasan Obat Pangan dan Laboratorium Inovasi

    BPOM RI Denmark Bahas Kerja Sama Pengawasan Obat Pangan dan Laboratorium Inovasi

    FOBIZ.ID – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia memperkuat diplomasi regulatori internasional melalui penjajakan kerja sama strategis dengan Pemerintah Denmark di bidang pengawasan obat, pangan, laboratorium inovasi, serta pengembangan sumber daya manusia.

    Misi strategis BPOM RI yang berlangsung di Copenhagen, Denmark tersebut menjadi langkah lanjutan untuk memperluas kerja sama global sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai otoritas pengawas obat dan makanan yang telah memperoleh pengakuan sebagai World Health Organization Listed Authority (WLA).

    BPOM RI dan Denmark Bangun Kemitraan Regulatori

    Kepala BPOM RI Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D. menegaskan bahwa kerja sama dengan Denmark memiliki arti penting karena kedua negara sama-sama telah mencapai status WHO Listed Authority.

    Kesamaan tersebut menjadi modal kuat untuk membangun kolaborasi dalam bidang regulasi, pengembangan laboratorium, inovasi, serta peningkatan kapasitas kelembagaan.

    “Kerja sama ini diharapkan menjadi sarana pertukaran pengetahuan dan pengalaman terbaik antara Indonesia dan Denmark. Kami ingin memperkuat kapasitas laboratorium, meningkatkan kompetensi SDM, memperluas jejaring internasional, serta mendorong inovasi dalam pengawasan obat dan makanan demi perlindungan masyarakat,” ujar Taruna Ikrar.

    Delegasi BPOM RI Lakukan Pertemuan Strategis

    Delegasi BPOM RI dipimpin oleh Mayagustina selaku Fungsional Ahli Utama yang bertindak sebagai Ketua Delegasi selama misi di Copenhagen.

    Delegasi tersebut turut melibatkan sejumlah pejabat BPOM, di antaranya Rita Endang selaku Staf Khusus Kepala BPOM RI sekaligus Pakar Ahli Bidang Pengawasan Sediaan Farmasi, Wachyudi Muchsin, Lynda Kurnia Wardhani, Mimin Jiwo Winanti, Fitry Fatima, Atti Ratnawati, serta Meliza Suhartatik.

    Dalam kunjungan tersebut, BPOM RI melakukan pertemuan dengan berbagai institusi strategis Denmark, seperti Danish Medicines Agency, Danish Veterinary, Food, Agriculture and Fisheries Agency, laboratorium inovasi, industri farmasi, lembaga penelitian, serta mitra dalam skema Public-Private Partnership (PPP).

    Pelajari Sistem Pengawasan Obat dan Pangan Denmark

    Salah satu fokus pembahasan adalah sistem pengawasan Denmark yang memiliki pembagian kewenangan antara dua lembaga pemerintah.

    Pengawasan obat-obatan, termasuk perizinan, produksi, keamanan obat, dan alat kesehatan berada di bawah tanggung jawab Danish Medicines Agency.

    Sementara pengawasan keamanan pangan, produk makanan dan minuman, serta kesejahteraan hewan berada di bawah Danish Veterinary, Food, Agriculture and Fisheries Agency.

    Perbedaan struktur kelembagaan tersebut menjadi bahan pembelajaran bagi BPOM RI untuk memperkaya perspektif dalam penguatan sistem pengawasan nasional.

    Penguatan Laboratorium dan Transformasi Digital

    Selain penjajakan kerja sama, delegasi BPOM RI juga mendalami berbagai praktik terbaik Denmark dalam pengembangan laboratorium modern, pengelolaan data ilmiah, digitalisasi layanan regulatori, serta penerapan pengawasan berbasis risiko.

    BPOM RI juga memaparkan berbagai transformasi yang telah dilakukan, termasuk keberhasilan memperoleh status WLA WHO, penguatan kapasitas laboratorium nasional, reformasi regulasi, serta peningkatan kualitas layanan publik.

    Peluang Kerja Sama dan Investasi Internasional

    Dalam pertemuan bersama Danish Veterinary, Food, Agriculture and Fisheries Agency, Kepala BPOM RI menyampaikan apresiasi terhadap keterbukaan Pemerintah Denmark dalam membangun sistem pengawasan pangan yang modern dan berbasis ilmu pengetahuan.

    Taruna Ikrar menyebut Indonesia dan Denmark memiliki visi yang sama dalam memastikan masyarakat memperoleh produk pangan yang aman, bermutu, dan memenuhi standar internasional.

    “Kami berharap pertemuan ini menjadi langkah awal bagi terbangunnya kerja sama yang lebih erat antara Indonesia dan Denmark, tidak hanya dalam bidang pengawasan pangan, tetapi juga pengembangan laboratorium, riset, inovasi, dan peningkatan kapasitas regulator demi melindungi kesehatan masyarakat kedua negara,” kata Taruna.

    Kerja sama yang dijajaki diharapkan berkembang menjadi program konkret seperti pertukaran ahli, pelatihan teknis, kolaborasi penelitian, harmonisasi standar, transfer teknologi, hingga dukungan peningkatan daya saing produk pangan Indonesia di pasar internasional.

    BPOM Dorong Indonesia Masuk Ekosistem Regulatori Global

    Taruna Ikrar menegaskan diplomasi kesehatan dan diplomasi regulatori menjadi instrumen penting untuk memperkuat ketahanan kesehatan nasional.

    Menurutnya, Indonesia harus terus menjadi bagian dari ekosistem regulatori global yang maju, adaptif, dan inovatif.

    Melalui misi kerja sama dengan Denmark ini, BPOM RI berharap dapat menghadirkan berbagai praktik terbaik dunia untuk mendukung perlindungan masyarakat, kemajuan industri nasional, serta meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.