MAKASSAR, FOBIZ.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar melaporkan bahwa sebanyak 2.075 warga terpaksa mengungsi akibat banjir yang melanda sejumlah kecamatan.
Banjir ini terjadi setelah hujan deras yang mengguyur wilayah Makassar selama beberapa hari terakhir.
Empat kecamatan yang paling parah terdampak adalah Manggala, Biringkanaya, Panakkukang, dan Tamalanrea.
BPBD mencatat bahwa banyak warga di daerah ini enggan meninggalkan rumah mereka meskipun upaya evakuasi terus dilakukan oleh pemerintah kota.
Alasan utama ketidakberanian warga untuk mengungsi adalah kekhawatiran akan keamanan harta benda mereka.
Kepada media Kepala Pelaksana BPBD Makassar Achmad Hendra Hakamuddin, menyampaikan data masyarakat terdampak itu per hari ini, Senin, 23 Desember 2024 sebanyak 2.075 jiwa.
“Ini data tadi pagi di empat kecamatan,” ucapnya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, bersama dengan TNI dan Polri, telah mengerahkan tim untuk melakukan evakuasi di lokasi-lokasi yang terendam banjir.
Tim Basarnas juga dikerahkan dengan enam unit tim untuk membantu proses evakuasi di titik-titik kritis. Meskipun demikian, tantangan tetap ada, terutama dalam meyakinkan warga untuk meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.
Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan memastikan bahwa penanganan bencana ini berjalan dengan baik. Dapur umum telah didirikan untuk menyediakan makanan bagi para pengungsi, dan bantuan logistik terus disalurkan ke lokasi-lokasi yang membutuhkan.
Tim medis juga disiagakan untuk memantau kesehatan warga yang berada di tempat pengungsian.
Banjir yang melanda Makassar menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan masyarakat setempat. Dengan upaya evakuasi yang terus dilakukan dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan situasi ini dapat segera membaik dan warga dapat kembali ke rumah mereka dengan aman.
Pihak BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas terkait kondisi cuaca dan keselamatan di lingkungan masing-masing. (*)
