FOBIZ.ID, MAKASSAR – Pendiri Bosowa Corporation, H.M. Aksa Mahmud, resmi menjadi pemegang saham terbesar PT Fajar Indonesia Corporindo setelah mengakuisisi 46,1 persen saham yang sebelumnya dimiliki Jawa Pos dan Dorothea Samola. Dengan transaksi itu, kepemilikan saham Aksa mencapai 49,88 persen.
Direktur Utama PT Fajar Indonesia Corporindo, Suhendro Boroma, mengatakan pembelian saham dilakukan atas nama pribadi Aksa Mahmud, bukan melalui Bosowa Corporation. Menurut dia, keputusan tersebut lebih dilandasi keinginan menjaga kesinambungan Fajar Group yang didirikan bersama almarhum H.M. Alwi Hamu dan H.M. Jusuf Kalla.
“Pembelian saham dilakukan atas nama pribadi dengan pertimbangan menjaga sejarah dan kesinambungan Fajar Group,” kata Suhendro dalam konferensi pers di Graha Pena, Makassar, Kamis (23/7/2026).
Aksa mengakui akuisisi itu semula tidak masuk dalam rencana investasinya tahun ini. Namun, ketika saham ditawarkan kepadanya, ia memilih mengambil alih setelah terlebih dahulu menawarkan kesempatan tersebut kepada Agus Salim, putra almarhum H.M. Alwi Hamu. Karena belum dapat membeli, seluruh saham yang dilepas akhirnya diambil Aksa.
Menurut Aksa, langkah tersebut bukan semata-mata didorong pertimbangan bisnis. Ia ingin memastikan Fajar Group tetap berada dalam semangat kekeluargaan dan menjaga warisan yang telah dibangun para pendirinya.
“Saya ingin Fajar tetap berada dalam suasana kekeluargaan. Ini bukan semata-mata soal bisnis, tetapi menjaga warisan dan semangat para pendiri,” ujarnya.
Aksa juga mengenang perjalanan awal berdirinya Harian Fajar. Saat itu, ia justru memiliki porsi saham paling kecil dibandingkan Jusuf Kalla dan Alwi Hamu. Meski demikian, ketiganya sepakat menyerahkan pengelolaan perusahaan kepada Alwi Hamu karena dinilai memiliki kapasitas di bidang jurnalistik.
PT Fajar Indonesia Corporindo merupakan perusahaan induk yang menaungi berbagai unit usaha Fajar Group, mulai dari media cetak, media digital, televisi, radio, hingga bisnis properti, kesehatan, transportasi, dan pendidikan.
Di tengah perubahan industri media akibat digitalisasi, Aksa berharap perubahan struktur kepemilikan ini menjadi momentum untuk memperkuat transformasi bisnis Fajar Group tanpa meninggalkan nilai-nilai jurnalistik yang menjadi fondasi perusahaan sejak awal berdiri.











