FOBIZ.ID – Prakiraan cuaca di Sulawesi Selatan pada Senin, 19 Januari 2026, menunjukkan kondisi yang berpotensi menghambat proses pencarian korban pesawat yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros. Faktor utama yang menjadi perhatian adalah hujan dan kabut tebal di wilayah pegunungan.
Berdasarkan data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Sulawesi Selatan masih berada dalam periode musim hujan dengan potensi hujan ringan hingga sedang yang dapat disertai petir, terutama pada siang hingga sore hari. Kondisi ini diperkirakan lebih intens di daerah pegunungan.
BMKG juga mencatat kawasan pegunungan seperti Gunung Bulusaraung berpeluang mengalami kabut tebal dengan jarak pandang terbatas, khususnya pada pagi dan malam hari. Kondisi tersebut berisiko mengganggu mobilitas serta keselamatan tim pencarian dan pertolongan di lapangan.
Kondisi cuaca ini menjadi tantangan serius bagi tim SAR gabungan yang masih melakukan pencarian korban pesawat di lereng dan jurang Gunung Bulusaraung. Medan terjal yang dipadukan dengan kabut dan tingkat kelembapan tinggi membuat proses pencarian harus dilakukan dengan kewaspadaan ekstra.
Sebelumnya, satu korban pesawat jenis ATR 42-500 telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di jurang sedalam sekitar 200 meter di kawasan Gunung Bulusaraung. Informasi tersebut telah dilaporkan secara resmi dalam berita FOBIZ.ID.
Berdasarkan keterangan unsur SAR dan BPBD, jarak pandang di lokasi pencarian kerap menurun drastis akibat kabut, sementara hujan membuat jalur pendakian menjadi licin dan berbahaya. Kondisi ini berdampak pada keterbatasan pergerakan personel serta penggunaan peralatan evakuasi.
Selain operasi darat, kemungkinan penggunaan sarana udara seperti helikopter sangat bergantung pada kondisi cuaca. Kabut tebal dan angin di kawasan pegunungan dinilai dapat membahayakan penerbangan rendah, sehingga operasi udara hanya dilakukan jika cuaca memungkinkan.
BMKG mengimbau seluruh pihak yang terlibat dalam operasi pencarian untuk terus memantau pembaruan cuaca secara berkala. Perubahan cuaca di wilayah Sulawesi Selatan, khususnya daerah pegunungan, dapat terjadi secara cepat dan tidak terduga.
Hingga Senin pagi, proses pencarian korban pesawat di Gunung Bulusaraung masih terus dilanjutkan dengan mengutamakan faktor keselamatan. Tim SAR gabungan menyesuaikan strategi pencarian berdasarkan evaluasi cuaca harian dan kondisi lapangan.









