Tag: BLT

  • Ibu Paruh Baya Meninggal saat Mengantre BLT

    Ibu Paruh Baya Meninggal saat Mengantre BLT

    Penulis : Anto Syambaniadam

    Fobiz.id, Bone — Sungguh malam nasib yang menimpa Nurhayati (60). Warga Desa Matampae, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone ini meninggal saat menunggu antrean untuk menerima bantuan langsung tunai (BLT) BBM di balai Kantor Kecamatan Ponre, Jumat 16/9/2022.

    Dari informasi yang dihimpun, Hurhayati ini sudah tidak memiliki suami serta mempunyai empat anak dan cucu.

    Kepala Desa Mattampae Samsul Bahri mengaku turut berduka cita atas meninggalnya salah satu warganya saat penerimaan BLT BBM.

    “Iya meninggal ki kodong, dia sempat dibawa ke Puskesmas. Namun dinyatakan sudah meninggal oleh pihak puskesmas,” jelasnya.

    Dirinya juga merasa tidak percaya. Lantaran warganya ini diketahui tidak memiliki riwayat penyakit.

    “Kemarin dia sempat bercanda sesama warga, dan rencana setelah menerima batuan dia mau mengunjungi cucunya di Dusun Cuncunge,” kata Samsul.

    Sementara Camat Ponre Andi Syarif saat dihubungi tidak mengetahui nama warga penerima BLT BBM yang meninggal tersebut.

    “Saya tidak tahu nama warga penerima batuan yang meninggal itu, dan memang informasi ini sudah menyebar,”ujarnya. (*)

     

  • Ahmad, Si Tukang Becak yang Tak Pernah Dapat BLT

    Ahmad, Si Tukang Becak yang Tak Pernah Dapat BLT

    Penulis : Anto Syambaniadam

    Fobiz.id, Bone — Sejak pagi – pagi buta, Ahmad (61) seorang tukang becak sudah meninggalkan rumahnya di Jalan Pepaya untuk mengais rezeki.

    Setiap harinya, Ahmad menuju Jalan Beringin dekat Tugu Jam Kota Watampone. Di sana, ia menunggu penumpang untuk diantar ke tujuannya.

    Profesi sebagai pengayuh becak sudah dilakoninya sejak puluhan tahun silam, meski penghasilannya tidak menentu.

    “Ya bersyukur saja karena tidak ada pekerjaan lain, walau kadang sampai dua hari tidak dapat penumpang, tapi yang terpenting diberi kesehatan meski keadaan makin sulit,”tutur Ahmad saat di temui Fobiz.id di tempat mangkalnya, Sabtu 9 September 2022.

    Di tengah kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), tentunya sangat berpengaruh kepada kehidupannya. Pasalnya, harga kebutuhan sehari – hari juga ikut melonjak.

    Parahnya lagi, Ahmad mengaku tak pernah mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) dari pemerintah. Padahal, dirinya sangat kesulitan menghidupi keluarganya.

    “Saya juga tidak tahu kenapa dan mengapa saya tidak pernah dapat (BLT). Padahal saya orang Bone. Mungkin tidak ada yang mengurus atau mempertanyakan ke saya,”ungkapnya.

    Ia pun bersama rekan – rekan se profesinya sangat berharap ada perhatian dari pemerintah, khususnya BLT sebagai kompensasi atas kenaikan harga BBM. (*)

     

     

  • DPRD Bone Warning Penyaluran BLT Harus Tepat Sasaran

    DPRD Bone Warning Penyaluran BLT Harus Tepat Sasaran

    Penulis : Anto Syambaniadam

    Fobiz.id, Bone — Komisi IV DPRD Bone melaksanakan rapat bersama dengan Dinas Sosial Kabupaten Bone, perwakilan PT Pos dan Bank Mandiri di ruang Komisi IV Gedung Lantai II DPRD Bone, Rabu 7 September 2022.

    Pertemuan tersebut membahas penyaluran bantuan sosial dipimpin Wakil Ketua Komisi IV Muh Salam didampingi, Muhammad Wahyu, Andi Akhiruddin dan dr Ryad Baso Padjalangi.

    Andi Muh Salam meminta agar dalam penyaluran bansos nantinya tidak mempersulit masyarakat.

    “Ketika ada kendala di lapangan tentunya harus dikoordinasikan secepatnya. Karena pasti ada pro kontra nanti dalam penyaluran BLT, apalagi kalau ada terima dua bansos sementara ada tidak terima sama sekali,” ujarnya.

    Anggota DPRD dari Fraksi PDIP Andi Akhiruddin juga meminta agar penyaluran BLT kenaikan BBM disalurkan dengan baik dan hindari adanya polemik.

    “Terkait dengan penyaluran BLT kompensasi kenaikan BBM, jangan sampai akan berpolemik di kemudian hari,” kata Andi Akhiruddin.

    Bahkan, Ketua Komisi IV dr Ryad mewarning pendamping PKH untuk tidak berani bermain dalam penyaluran BLT yang berpotensi merugikan penerima.

    “Kita terus terang saja adanya carut marut di bawah, tergantung dari kita semua karena di sini ada pendamping PKH, bagi pendamping PKH jangan melakukan permainan yang merugikan diri sendiri dan orang lain,” katanya.

    Senada, Muhammad Wahyu menekankan, demi kelancaran penyaluran program, pihaknya meminta untuk memperkuat koordinasi dengan Komisi IV untuk mencari solusi ketika ada masalah. “Tugas kita ini mulia dan juga sangat sensitif karena berurusan dengan perut,”katanya.

    Sementara Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bone, Andi Mappangara mengatakan, pihaknya telah menerima tekhnis penyaluran BLT terkait dengan konpensasi kenaikan BBM.

    “Kami telah menerima teknis penerimaan BLT kenaikan BBM Priode September, Oktober, November, Desember. Data penerima ini bersumber dari data Program penerima sembako, BPNT dan PKH,” bebernya.

    Untuk data penerima BLT kompensasi kenaikan BBM di Bone sebanyak 60.696. Bahkan telah disalurkan ke kabupaten, namun diminta stop karena ada penyampaian dari pusat akan ada tambahan bantuan sembako yang juga bersumber dari subsidi kenaikan BBM. (*)