FOBIZ.ID, MAKASSAR – Perkembangan artificial intelligence (AI) dinilai akan semakin memengaruhi kebutuhan kompetensi di dunia kerja. Namun, kemampuan manusia seperti berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, empati, dan kepemimpinan tetap menjadi modal penting untuk menghadapi perubahan tersebut.
Hal itu menjadi sorotan dalam Makassar Marketing Festival (MMF) 2026 Campus Day di Kalla Institute, Makassar, dengan tema “Future-Ready Leaders: Human + AI”.
Kegiatan yang digelar MarkPlus Institute dan Marketeers Event tersebut mempertemukan mahasiswa, akademisi, dan praktisi untuk membahas transformasi teknologi, perkembangan industri, serta kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja masa depan.
Rektor Kalla Institute, Syamril, mengatakan mahasiswa perlu mampu memanfaatkan teknologi tanpa meninggalkan kemampuan yang menjadi keunggulan manusia.
“AI akan menjadi bagian dari kehidupan dan dunia kerja di masa depan. Karena itu, mahasiswa perlu mengembangkan kemampuan yang tidak dapat digantikan teknologi, seperti empati, kolaborasi, dan pengambilan keputusan,” ujar Syamril.
Dean of MarkPlus Institute, Ardhi Ridwansyah, turut membahas perubahan tren pemasaran dan pentingnya kemampuan beradaptasi di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung cepat.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara, Dr. Andi Lukman, menekankan pentingnya sinergi perguruan tinggi dan industri dalam menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Dalam forum tersebut, mahasiswa juga berdialog langsung dengan para narasumber mengenai peluang karier, kebutuhan industri, hingga keterampilan yang perlu dipersiapkan sejak di bangku kuliah.
MMF 2026 Campus Day turut dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara MarkPlus dan Kalla Institute. Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat pengembangan kompetensi mahasiswa, kualitas sumber daya manusia, dan ekosistem inovasi.


