Operasional SPPG Sokkolia Terhenti, Ribuan Penerima MBG di Gowa Terlantar
FOBIZ.ID, GOWA — Penghentian operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sokkolia selama empat hari terakhir membuat ribuan penerima Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gowa tidak memperoleh jatah makanan bergizi.
Terhentinya layanan dapur gizi akibat perbaikan infrastruktur ini menimbulkan dampak langsung bagi siswa sekolah, guru, balita non-PAUD, ibu hamil, dan ibu menyusui yang selama ini bergantung pada program nasional tersebut.
Distribusi MBG Gowa Terhenti, Ribuan Porsi Tidak Tersalur
SPPG Sokkolia di Kecamatan Bontomarannu diketahui melayani sedikitnya 15 sekolah. Pengelola SPPG setempat mengungkapkan operasional dapur berhenti total sejak awal pekan.
Petugas distribusi MBG kategori B3 mencatat sedikitnya 127 porsi tidak tersalurkan dari satu jalur distribusi. Jika dihitung menyeluruh, jumlah penerima manfaat yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 3.000 orang.
BGN Gowa Sebut Pengalihan MBG Tidak Bisa Instan
Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Gowa menyatakan pengalihan distribusi ke SPPG lain bukan hal mudah. Setiap dapur memiliki batas kapasitas produksi sehingga tidak dapat langsung menampung ribuan tambahan penerima manfaat.
Selain kendala teknis, pengalihan juga memerlukan legalitas kerja sama dan pembaruan data dalam sistem nasional MBG sebelum distribusi dapat kembali berjalan.
Kepala Dinas PPKB Gowa: Penghentian SPPG Tak Boleh Sepihak
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Gowa, Sofyan Daud, menegaskan penghentian operasional SPPG tidak boleh dilakukan tanpa koordinasi dengan pemerintah wilayah setempat.
Menurutnya, pemberitahuan resmi beserta alasan penghentian sangat penting agar dampak terhadap penerima manfaat bisa diminimalkan sejak awal.
Camat dan Sekolah Mengaku Tidak Terima Pemberitahuan
Camat Bontomarannu mengaku belum mengetahui adanya penghentian operasional tersebut. Hal serupa disampaikan pihak sekolah penerima MBG yang tidak mendapat informasi resmi sebelumnya.
Akibatnya, siswa yang terbiasa menerima makan siang bergizi kini harus membawa bekal sendiri atau membeli jajanan di luar sekolah.
Dampak MBG Berhenti Langsung Dirasakan Siswa
Perubahan mendadak ini dikhawatirkan memengaruhi asupan nutrisi harian anak, terutama bagi keluarga kurang mampu yang sangat bergantung pada keberlanjutan program MBG.
Perlu Sistem Darurat Saat SPPG Berhenti
Kejadian ini menunjukkan pentingnya sistem mitigasi darurat dalam program MBG. Tanpa koordinasi cepat dan mekanisme pengalihan sementara, distribusi makanan bergizi bisa terputus total.
Hingga kini, ribuan penerima manfaat MBG di Gowa masih menunggu kepastian kapan layanan kembali normal.










