Kategori: CRYPTO

  • Bitcoin Terancam Anjlok ke $10.000 Akibat Konflik AS-Iran

    Bitcoin Terancam Anjlok ke $10.000 Akibat Konflik AS-Iran


    FOBIZ.ID – Harga Bitcoin kembali berada dalam tekanan setelah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Sejumlah analis memperingatkan aset kripto terbesar di dunia itu berpotensi mengalami koreksi tajam bahkan hingga menyentuh level 10.000 dolar AS jika konflik berkembang menjadi krisis global.

    Situasi geopolitik yang tidak stabil menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan aset berisiko. Bitcoin yang dikenal memiliki volatilitas tinggi dinilai sangat sensitif terhadap perubahan sentimen global tersebut.

    Tim Research Tokocrypto menilai kondisi ini menunjukkan bahwa pasar kripto masih sangat bergantung pada faktor eksternal seperti kebijakan ekonomi global, konflik geopolitik, serta pergerakan likuiditas internasional. Sebelumnya, fenomena akumulasi aset digital oleh investor besar juga sempat terjadi saat pasar mengalami koreksi seperti dilaporkan dalam artikel Crypto whales borong tiga token di tengah koreksi pasar.

    Bitcoin Berpotensi Turun Hingga 80 Persen

    Laporan XWIN Research Jepang melalui platform analitik CryptoQuant menyebutkan Bitcoin berpotensi mengalami penurunan hingga 80 persen dalam skenario ekstrem. Risiko tersebut bisa terjadi apabila konflik meningkat menjadi perang terbuka atau mengganggu jalur distribusi energi dunia.

    Salah satu risiko yang disorot adalah kemungkinan penutupan Selat Hormuz yang merupakan jalur strategis perdagangan minyak global. Gangguan pada jalur ini berpotensi memicu lonjakan harga energi serta meningkatkan tekanan terhadap ekonomi global.

    Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa kombinasi penurunan pasar saham global dan lonjakan harga minyak dapat menciptakan tekanan besar terhadap pasar keuangan.

    “Dalam skenario ekstrem dimana pasar saham global turun lebih dari 30 persen dan harga minyak mencapai kisaran 150 hingga 200 dolar AS per barel, Bitcoin berpotensi turun hingga sekitar 10.000 dolar,” demikian analisis laporan tersebut.

    Pernyataan Donald Trump Picu Sentimen Negatif

    Sentimen negatif di pasar kripto juga dipicu pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut potensi peningkatan konflik dengan Iran dalam beberapa minggu ke depan.

    Setelah pernyataan tersebut, harga Bitcoin dilaporkan turun dari sekitar 69.000 dolar menjadi kisaran 67.000 dolar AS. Data perdagangan terakhir menunjukkan Bitcoin berada di sekitar 67.098 dolar AS dengan tren pelemahan dalam periode mingguan.

    Pergerakan ini memperlihatkan bahwa sentimen geopolitik masih menjadi faktor psikologis yang kuat dalam memengaruhi keputusan investor global terhadap aset digital.

    Pasar Saham dan Minyak Dunia Ikut Bereaksi

    Dampak ketegangan geopolitik juga terasa di pasar saham global. Indeks S&P 500 tercatat turun 0,23 persen, sementara Dow Jones melemah 0,39 persen.

    Di kawasan Asia, indeks KOSPI Korea Selatan bahkan mengalami penurunan signifikan hingga 4,2 persen akibat meningkatnya kekhawatiran investor terhadap stabilitas ekonomi global.

    Sebaliknya, harga minyak dunia justru melonjak sekitar 11,4 persen hingga mencapai 111 dolar AS per barel. Kenaikan ini dipicu kekhawatiran terganggunya pasokan energi global akibat konflik di Timur Tengah.

    Penguatan dolar AS juga menjadi sinyal bahwa investor mulai memindahkan dana mereka ke aset yang dianggap lebih aman atau safe haven.

    Level 10.000 Dolar Jadi Area Psikologis Penting

    Strategist Bloomberg Mike McGlone menyebut level 10.000 dolar sebagai area historis penting bagi Bitcoin. Level tersebut dinilai memiliki nilai psikologis sejak diperkenalkannya kontrak futures Bitcoin pada 2017.

    Ia menilai level tersebut berpotensi menjadi titik keseimbangan baru apabila koreksi besar terjadi di pasar kripto.

    Sementara itu, Tim Research Tokocrypto menilai volatilitas Bitcoin masih sangat bergantung pada perkembangan global.

    “Ketegangan geopolitik berpotensi menekan likuiditas global dan meningkatkan volatilitas pasar. Dalam kondisi seperti ini investor biasanya beralih ke aset yang lebih stabil,” jelas tim riset.

    Mereka juga memperkirakan dalam jangka pendek Bitcoin masih berpotensi turun menuju area 50.000 dolar. Jika tekanan berlanjut dan permintaan melemah serta terjadi arus keluar dana dari ETF kripto, harga bahkan bisa turun ke kisaran 30.000 dolar.

    Investor Diminta Lebih Waspada

    Ketidakpastian global semakin meningkat setelah Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa menolak rencana penggunaan kekuatan militer untuk mengamankan jalur perdagangan di Selat Hormuz.

    Penolakan dari Rusia, China, dan Prancis memperlihatkan belum adanya kesepakatan global dalam merespons konflik tersebut.

    Dengan meningkatnya risiko geopolitik dan tekanan ekonomi global, investor disarankan lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi, khususnya pada aset dengan volatilitas tinggi seperti kripto.

    Analis juga menyarankan pentingnya diversifikasi portofolio dan manajemen risiko untuk menghadapi kondisi pasar yang tidak menentu.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi. Setiap keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor. Informasi ini hanya bersifat edukasi dan bukan ajakan membeli atau menjual aset kripto.